JAVASATU.COM- Pembaruan data EMIS 4.0 tidak sekadar menjadi pekerjaan administratif bagi madrasah. Akurasi data lembaga, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan (GTK), sarana prasarana hingga bantuan pendidikan bergantung pada ketelitian kepala madrasah dan operator dalam memperbarui data.

Hal itu menjadi perhatian Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, bersama Pengawas Madrasah dalam sosialisasi dan simulasi updating data EMIS GTK dan EMIS 4.0 yang digelar di Aula Perguruan Muhammadiyah MI Islamiyah Desa Mojopetung, Dukun, Kabupaten Gresik, Kamis (13/8/2026).
“Sosialisasi updating EMIS ini sangat penting untuk kita pahami dan tindak lanjuti. Hal ini sebagai bentuk keberlangsungan dinamika di madrasah. Oleh sebab itu, Kamad dan OPM harus bersinergi serta meng-update apa yang menjadi tugas dan fungsi dalam menjalankan program serta kebijakan di madrasah,” kata Pengawas MI Kecamatan Dukun, Suprianto S.Pd.I., M.Pd.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Kepala Madrasah (Kamad) dan Operator Madrasah (OPM) se-Kecamatan Dukun. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman sekaligus simulasi kepada pengelola madrasah agar proses pemutakhiran data EMIS dilakukan sesuai petunjuk dan regulasi.
“Operator madrasah selanjutnya akan memasukkan data ke lembaga masing-masing sesuai dengan petunjuk dan regulasi yang ada,” terang Suprianto.
EMIS 4.0 atau Education Management Information System versi 4.0 merupakan sistem informasi manajemen pendidikan terpadu milik Kementerian Agama RI. Sistem tersebut menjadi pangkalan data tunggal bagi lembaga pendidikan di bawah Kemenag, mulai RA, MI, MTs, MA hingga pesantren.
Karena menjadi basis data pendidikan, informasi yang dimasukkan ke dalam EMIS harus sesuai dengan kondisi riil masing-masing madrasah. Data yang diperbarui meliputi data lembaga, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, anggaran, serta bantuan pendidikan.
Data tersebut juga memiliki fungsi strategis karena menjadi sumber data resmi untuk mendukung pemberian tunjangan, bantuan, penyusunan kebijakan hingga pelaporan kepada pemerintah.
Dengan demikian, operator madrasah tidak hanya berperan sebagai petugas penginput data. Ketelitian mereka turut menentukan kualitas informasi yang digunakan dalam pengelolaan pendidikan madrasah.
Suprianto menekankan pentingnya sinergi antara kepala madrasah dan operator agar proses pembaruan data berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Kamad dan OPM harus sinergitas serta meng-update apa yang menjadi tugas dan fungsi dalam menjalankan program serta kebijakan di madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MI Islamiyah Mojopetung, Alfa S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan simulasi tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan edukasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antar-madrasah.
“Terima kasih atas semangat dan apresiasinya dalam acara ini. Semoga selalu mengedukasi dan menginspirasi apa yang menjadi khidmah serta tujuan kita, kebersamaan untuk harapan kesuksesan madrasah,” ujar Alfa.
Sosialisasi dan simulasi EMIS GTK serta EMIS 4.0 kemudian disampaikan oleh Operator Madrasah Kemenag Gresik, Habib Albab dan Abid Al Fikri. Keduanya secara bergantian memberikan materi mengenai pembaruan dan pengelolaan data EMIS kepada kepala madrasah dan operator yang hadir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KKMI Kecamatan Dukun, Nurus Shobah. (hoo/arf)