JAVASATU.COM- Bupati Majalengka Eman Suherman meminta seluruh pihak tidak menganggap remeh Gerakan Pramuka. Menurutnya, organisasi kepanduan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Pesan itu disampaikan Eman saat menghadiri puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gedung Yudha Karya Bakti Abdi Negara, Kabupaten Majalengka, Sabtu (5/9/2026).

“Jangan anggap remeh Pramuka. Untuk itu saya titip bangun terus kebersamaan dan soliditas, agar rakyat bisa sejahtera dan kita bisa menghadirkan generasi muda yang handal, bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama,” kata Eman.
Eman menilai Pramuka tidak boleh hanya identik dengan kegiatan seremonial, perkemahan, atau kegiatan internal organisasi. Ia mendorong Pramuka hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan program yang memberikan manfaat nyata.
“Ketika umur Pramuka 65 tahun harus terus hadir, harus terus semangat untuk menghadirkan manusia yang mulia yang penuh pengabdian,” ujarnya.
Menurut Eman, semangat pengabdian Pramuka juga harus berjalan seiring dengan pembangunan Kabupaten Majalengka. Ia mengaitkannya dengan tagline Majalengka Langkung Sae yang bertujuan mendorong perbaikan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Tagline Majalengka Langkung Sae tujuannya agar semua aspek kehidupan rakyat agar terus lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Karena itu, Eman meminta pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka memastikan kegiatan organisasi memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Sangat berharap peringatan 65 tahun ini tidak hanya seremonial, tapi bagaimana kehadiran Pramuka bermanfaat bagi rakyat,” katanya.
Eman juga mengajak kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat lebih aktif menggandeng Pramuka, terutama di tingkat kwartir ranting. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membantu pemerintah menjalankan berbagai program kemasyarakatan.
“Pramuka di tingkat ranting sangat butuh support, dan akan meringankan tugas-tugas ketika menggandeng Pramuka termasuk urusan kemasyarakatan dan akan mudah ketika berkolaborasi,” jelas Eman.
Salah satu bentuk kontribusi Pramuka Majalengka kepada masyarakat diwujudkan melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kwarcab Majalengka berhasil merealisasikan pembangunan 22 rumah melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka Adam Suhara mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Pramuka kepada masyarakat.
“Amanat dari Kwarnas agar setiap Kwarcab membangun satu rumah Rutilahu dan dijawab oleh Kak Eman Suherman dengan membangun 22 Rutilahu kolaborasi dengan Baznas,” ujar Adam.
Atas dedikasi tersebut, Eman Suherman menerima Lencana Karya Bakti dalam puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Kabupaten Majalengka.
Selain pemberian penghargaan tersebut, acara juga diisi dengan penyematan sejumlah tanda penghargaan kepada anggota Pramuka, di antaranya Lencana Melati, Lencana Darma Bakti, Lencana Pancawarsa, dan Lencana Teladan.
Puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi penyematan tanda ikut serta Jambore Nasional serta penyerahan penghargaan lomba penguatan kehumasan Gerakan Pramuka.
Dalam lomba menulis berita, Juara 1 diraih Kwartir Ranting Maja, Juara 2 Kwartir Ranting Palasah, dan Juara 3 Kwartir Ranting Majalengka. Sedangkan lomba reportase dimenangkan Kwartir Ranting Banjaran sebagai Juara 1, Kwartir Ranting Palasah sebagai Juara 2, dan Kwartir Ranting Cingambul sebagai Juara 3.
Rangkaian acara juga dimeriahkan pentas seni dan pembacaan puisi akrostik. Berbagai rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65 yang menekankan pentingnya memperkuat pengabdian, kebersamaan, dan kolaborasi agar keberadaan Pramuka semakin memberi manfaat bagi masyarakat.
Bagi Eman, berbagai kegiatan tersebut harus menjadi pengingat bahwa usia 65 tahun Gerakan Pramuka harus diikuti dengan semakin kuatnya pengabdian dan kontribusi kepada masyarakat.
“Pramuka bukan hanya organisasi untuk membentuk generasi muda, tetapi juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam urusan sosial dan kemasyarakatan,” pungkas Eman. (eko/arf)