JAVASATU.COM- Mahesa Bird Contest “September Ceria” bakal diramaikan komunitas kicaumania dari Malang Raya hingga luar daerah. Komunitas Tambora, Jamtrok Malang Raya, Komunitas Tledekan Malang Raya, dan Anis Kembang Malang Raya menyatakan kesiapan meramaikan lomba burung berkicau yang digelar di Kota Malang, Minggu (13/9/2026).

Antusiasme peserta terlihat dari komunikasi antarkomunitas yang semakin intens menjelang perlombaan. Sejumlah kicaumania dari luar Malang Raya juga mulai berkoordinasi untuk memastikan keikutsertaan dalam gelaran tersebut.
“Banyak komunitas dari luar kota yang intensif berkomunikasi,” ujar Ketua Panitia Mahesa Bird Contest “September Ceria”, Wahyu Setiawan, Kamis (10/9/2026).
Peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur diproyeksikan hadir, di antaranya dari Probolinggo, Lumajang hingga Bangkalan, Madura. Kehadiran kicaumania lintas daerah tersebut diperkirakan membuat persaingan di arena gantangan semakin kompetitif.
Dari Malang Raya, sejumlah komunitas spesialis burung juga telah menyatakan kesiapan. Mereka antara lain Jamtrok Malang Raya, Komunitas Tledekan Malang Raya, dan Anis Kembang Malang Raya.
“Antusiasme komunitas ini tentu menjadi hal positif bagi pelaksanaan Mahesa Bird Contest. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba dengan semangat dan tetap menjunjung sportivitas,” kata Wahyu.
Komunitas Tambora juga memastikan kehadirannya dalam gelaran “September Ceria”. Bergabungnya berbagai komunitas tersebut menambah keberagaman peserta sekaligus memperkuat jejaring kicaumania di arena lomba.
“Mahesa Bird Contest bukan hanya menjadi arena untuk menunjukkan kualitas dan performa burung, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi para kicaumania,” ujar Wahyu.
Lomba tersebut dijadwalkan berlangsung di Gantangan Denhar, Bunul, Kota Malang. Berdasarkan informasi panitia, loket dibuka mulai pukul 10.00 WIB dan perlombaan dimulai pukul 12.00 WIB dengan sistem gantangan 24G.
Selain kompetisi, panitia juga menyiapkan berbagai kelas lomba serta hadiah dan doorprize bagi peserta. Sejumlah kelas di antaranya mempertandingkan burung Kacer dan Murai Batu.
Bagi panitia, keterlibatan komunitas dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kicaumania.
Mahesa Bird Contest “September Ceria” diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan di arena, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarkomunitas.
Gelaran tersebut sekaligus menjadi momentum bagi kicaumania untuk menunjukkan kualitas gacoan masing-masing dengan tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan. (har/arf)