Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Dikira Razia, Ternyata Polisi Majalengka Punya Kejutan untuk Pengendara

Eko Widiantoro by Eko Widiantoro
17 September 2026

JAVASATU.COM- Raut wajah Iif, warga Kadipaten, Kabupaten Majalengka, sempat berubah ketika melihat sejumlah polisi berdiri di persimpangan jalan yang biasa ia lewati, Rabu (16/9/2026).
Apalagi saat itu ia sedang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.

Ekspresi bahagia pengendara sepeda motor saat menerima helm ber-SNI gratis dari Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaeman. (Foto: Eko Widiantoro)

“Waduh, ada polisi,” mungkin itu yang terlintas di benaknya.

Kekhawatiran Iif ternyata tidak berlangsung lama. Setelah mendekat, ia justru mendapat kejutan yang tidak disangka-sangka.

Bukan surat tilang yang diterimanya, melainkan sebuah helm berstandar SNI secara cuma-cuma.

ADVERTISEMENT

“Kaget tadi, saya kira ada apa. Eh, ternyata ada pembagian helm,” ujar Iif.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian dari aksi simpatik jajaran Satlantas Polres Majalengka di ruas Jalan Kadipaten.

Puluhan personel kepolisian turun langsung ke jalan. Mereka menghentikan sejumlah pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm, bukan untuk memberikan sanksi, melainkan mengingatkan sekaligus memberikan perlengkapan keselamatan.

Sebanyak 60 helm berstandar SNI dibagikan kepada pengendara sepeda motor dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran polisi sempat membuat sebagian pengendara salah tingkah. Beberapa pengendara bahkan terlihat memilih berbalik arah ketika mengetahui banyak petugas berada di jalan.

Namun, mereka yang tetap melintas dan dihentikan petugas justru mendapatkan perlakuan berbeda dari yang mungkin mereka bayangkan.

Petugas memberikan helm sekaligus menyampaikan pesan sederhana: keselamatan berkendara tidak seharusnya dilakukan karena takut kepada polisi.

Tak Hanya Helm, Ada Paket Sembako

Aksi simpatik itu digelar Satlantas Polres Majalengka dalam rangka memperingati Hari Jadi Lalu Lintas ke-71 dengan tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”.

Semangat berbagi tidak hanya ditujukan kepada para pengendara.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaeman bersama jajarannya juga membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang sehari-hari mencari nafkah di jalan, mulai dari pengemudi ojek online, penarik becak hingga pemulung.

Di tengah aktivitas lalu lintas yang biasanya identik dengan pelanggaran, teguran dan penindakan, suasana di ruas Jalan Kadipaten hari itu justru terasa berbeda.

Polisi tidak datang hanya untuk mencari kesalahan pengendara.

Mereka hadir untuk mengingatkan, berbagi dan membangun kesadaran.

Tak hanya pengendara yang tidak memakai helm, petugas juga menemukan sejumlah pengendara yang membonceng anak di bawah umur tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.

Meski demikian, polisi memilih memberikan peringatan dan edukasi mengenai risiko berkendara tanpa alat keselamatan.

Kapolres: Jangan Pakai Helm karena Takut Polisi

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaeman, didampingi Kasatlantas AKP Pandu Renata Surya, Kepala Bapenda Majalengka serta pihak Jasa Raharja.

Aldy bahkan turun langsung membagikan helm kepada para pengendara.

Menurutnya, pembagian helm tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah bagikan sejumlah 60 buah helm ber-SNI kepada para pengendara roda dua yang kedapatan tidak memakai helm, tentunya ini adalah upaya edukasi bagi para pengendara,” ujar Aldy.

Kegiatan itu terlaksana melalui sinergi Polres Majalengka dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jasa Raharja, serta pihak Yamaha dan Honda yang turut mendukung penyediaan helm.

Bagi Aldy, helm bukan sekadar perlengkapan untuk menghindari pelanggaran lalu lintas.

Helm merupakan perlindungan bagi pengendara ketika risiko kecelakaan datang tanpa diduga.

“Tujuannya adalah agar masyarakat bisa sadar. Tentunya kami berikan imbauan dan edukasi, janganlah takut kepada polisi dalam penggunaan helm,” katanya.

Aldy menegaskan, masyarakat seharusnya menggunakan helm bukan karena khawatir ditilang.

Sebab, tidak ada seorang pun yang tahu kapan kecelakaan atau musibah akan terjadi di jalan.

“Kita tidak tahu kapan musibah itu akan datang, tapi minimal dengan menggunakan helm bisa mengurangi fatalitas seperti itu,” ujarnya.

Mengubah Rasa Takut Menjadi Kesadaran

Respons masyarakat terhadap pendekatan tersebut pun terlihat positif.

Pengendara yang semula tampak khawatir akan ditilang justru terlihat senang setelah menerima helm SNI.

Bagi polisi, reaksi semacam itu menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.

Aldy mengatakan, pihaknya ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena takut berhadapan dengan polisi.

“Yang kami imbau kepada masyarakat bahwa penggunaan helm janganlah menggunakan helm karena takut oleh pihak kepolisian. Tetapi mari kita bangun kesadaran,” tutur Aldy.

Ia memastikan edukasi dan imbauan terkait keselamatan berlalu lintas akan terus dilakukan.

“Ke depan kita akan konsisten untuk memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan pentingnya menggunakan helm serta lain sebagainya,” katanya.

Hari itu, bagi Iif dan puluhan pengendara lainnya, perjumpaan dengan polisi di jalan bukan berakhir dengan tilang.

Justru sebuah helm baru dibawa pulang.

Sebuah cara sederhana dari polisi untuk menyampaikan pesan bahwa menggunakan helm bukan karena takut polisi, melainkan karena ingin pulang dengan selamat. (eko/arf)

Tags: HelmKabupaten MajalengkaPolres MajalengkaPOLRI
Previous Post

Ojol Maxim Sukabumi Demo ke DPRD, Tuntut Tarif dan Perlindungan Hukum

Next Post

DMI Gresik Salurkan Rp687,5 Juta untuk 275 Imam Masjid

Related Posts

Reses DPRD Kota Malang, Ginanjar Soroti Data DTSEN hingga Bantuan Pendidikan
Berita

Reses DPRD Kota Malang, Ginanjar Soroti Data DTSEN hingga Bantuan Pendidikan

5 November 2026
Mas Dhito Bantu Urus NIK dan Sekolah Cucu Bu Umi, Rumah Akan Direnovasi
Berita

Mas Dhito Bantu Urus NIK dan Sekolah Cucu Bu Umi, Rumah Akan Direnovasi

4 November 2026
Residivis Kurir Sabu di Gresik Ditangkap, Polisi Sita 57,96 Gram
Berita

Residivis Kurir Sabu di Gresik Ditangkap, Polisi Sita 57,96 Gram

4 November 2026
Gedung Majalengka Creative Center Dicoret-coret, H Baya Geram dan Lapor Polisi
Berita

Gedung Majalengka Creative Center Dicoret-coret, H Baya Geram dan Lapor Polisi

4 November 2026
Bupati Majalengka Turun Tangan soal Nasib Sumitra, Atlet Peraih Emas Porprov yang Kontrak Kerjanya Sempat Tak Diperpanjang
Berita

Bupati Majalengka Turun Tangan soal Nasib Sumitra, Atlet Peraih Emas Porprov yang Kontrak Kerjanya Sempat Tak Diperpanjang

4 November 2026
Polres Malang Kukuhkan 360 Dai Kamtibmas, Perkuat Keamanan Desa
Berita

Polres Malang Kukuhkan 360 Dai Kamtibmas, Perkuat Keamanan Desa

4 November 2026
Next Post
DMI Gresik Salurkan Rp687,5 Juta untuk 275 Imam Masjid

DMI Gresik Salurkan Rp687,5 Juta untuk 275 Imam Masjid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com