JAVASATU.COM- Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Gresik menyalurkan Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) senilai total Rp687,5 juta kepada 275 imam masjid di wilayah Gresik. Masing-masing imam menerima Rp2,5 juta.

Penyaluran UKIM tersebut dilakukan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Pembinaan dan Pelatihan Imam Masjid se-Kabupaten Gresik di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, Selasa (15/9/2026).
Ketua PD DMI Kabupaten Gresik KH Zainal Abidin mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW sekaligus memperkuat peran imam dalam memakmurkan masjid.
“Alhamdulillah kita bisa mengadakan Maulid Nabi Muhammad. Meskipun para kiai sudah setiap hari memperingati Maulid Nabi,” ujar Zainal.
Menurut Zainal, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. DMI Gresik juga menjadikannya sebagai bagian dari pembinaan terhadap para imam masjid di wilayah Kabupaten Gresik.
Dari pendataan dan kunjungan yang dilakukan DMI Gresik, ditemukan sejumlah imam yang juga menjalankan tugas lain di masjid. Sebagian di antaranya merangkap sebagai marbot.
“Imam masjid itu ternyata, setelah kita datangi, tidak murni imam, namun banyak yang merangkap juga menjadi marbot,” ungkap Zainal yang juga Petinggi MUI Gresik.
Zainal mengatakan DMI Gresik selama sekitar lima tahun terakhir turut menyalurkan bantuan kepada marbot masjid yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Gresik.
Sementara program UKIM telah berjalan selama tujuh tahun. Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah program ini sudah berjalan tahun ketujuh, kita bisa menyalurkan bantuan kepada imam masjid dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah setiap imam masjid mendapatkan uang kehormatan Rp2,5 juta,” jelasnya.
Untuk imam masjid di wilayah Kepulauan Bawean, penyaluran UKIM masih dijadwalkan menyesuaikan kondisi cuaca laut.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga diisi pembinaan dan pelatihan imam. DMI Gresik menghadirkan Ustaz Marbait, psikolog sekaligus Trainer Nasional Al-Qur’an bil Qalam dan alumni Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari Malang asuhan KH Bashori Alwi.
Dalam pembinaan tersebut, para imam tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi dan pertemuan berdasarkan Pimpinan Cabang (PC) DMI di masing-masing kecamatan.
Para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk mengembangkan dan mengimbaskan hasil pembinaan di wilayah kecamatan masing-masing.
Zainal meminta para imam tetap istikamah dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya, terutama dalam mengurus serta menjaga keberlangsungan kegiatan di masjid.
“Saya minta kepada seluruh imam masjid, mari estu-estu istiqamah, terutama dalam mengurusi masjid,” pesannya.
Selain pembinaan keagamaan, Zainal juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian fasilitas masjid. Perhatian khusus diminta diberikan terhadap tempat wudu dan toilet.
“Selain istiqamah, kita juga mohon kepada para imam untuk turut mengawasi kesucian dan kebersihan tempat wudu dan toiletnya,” tegasnya.
DMI Kabupaten Gresik selanjutnya akan mengupayakan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik untuk menyusun panduan pengelolaan toilet dan tempat wudu di masjid maupun musala.
“Ke depan kita akan upayakan ada kerja sama dengan MUI Gresik, untuk membuat sebuah produk hukum tentang panduan agar toilet dan tempat wudlu masjid dan mushala terjaga kesucian dan kebersihannya,” pungkasnya.
Melalui penyaluran UKIM, pembinaan, dan pelatihan tersebut, DMI Gresik berharap peran imam semakin kuat, baik dalam memimpin ibadah maupun dalam menjaga keberlangsungan, kebersihan, dan kemakmuran masjid di Kabupaten Gresik. (bas/arf)