email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tambangan Selokajang Blitar Diperkirakan Ada Sejak Era Hindu-Buddha

by Bagus Ary Wicaksono
29 Juli 2021

JAVASATU-BLITAR- Jejak masa lalu Tambangan Selokajang ternyata lintas masa dan melampui peradaban modern. Bagi warga Blitar dan Tulungagung, tambangan adalah nama lain untuk kapal penyeberangan. Tak kurang ada tiga tambangan di wilayah Selokajang. Pertama di bawah Jembatan KA Nguri, kedua tambangan Pandawa Putra Selokajang-Rejotangan dan tambangan di dekat Goa Tumpuk.

Dermaga Tambangan Pandawa Putra Selokajang-Rejotangan. (Foto: Bagus Ary Wicaksono/Kliktimes.com)

Menurut M. Dwi Cahyono, arkeolog Universitas Negeri Malang (UM), tambangan di daerah aliran sungai Brantas punya sejarah panjang. Khususnya Dermaga Tambangan Pandawa Putra di kawasan Selokajang Kecamatan Srengat Blitar. Tambangan ini menghubungkan Kabupaten Blitar dan Kecamatan Rejotangan di Tulungagung.

“Punya jejak sejarah yang amat tua, di Selokajang kita tahu ada situs Hindu Budha, bisa dari era kapan, masa Singhasari hingga Majapahit. Ada situs Islam, Ki Ageng Sengguruh di seberangnya juga,” ungkap tim ahli dari kliktimes.com partner dari javasatu.com ini, Kamis (29/7/2021).

Jika di kawasan Selokajang ada Situs Hindu-Buddha, maka di sisi seberang sungai ada Makam Ki Ageng Sengguruh. Di makam, ini kata Dwi, batu-batunya terlihat adalah tinggalan pra Islam ke Islam. Artinya sebagai suatu areal seberang sungai dan Selokajang adalah areal historis. Sudah ada sejak sebelum masa Hindhu Buddha lalu perkembangan Islam hingga sekarang.

“Tambangan sudah ada sejak ada permukiman kuno di daerah itu. Kalau pemukiman kuno sejak Hindu Buddha maka berarti sudah ada tambangan di sana,” ungkap dia.

Secara tekstual atau susastra, menurut Dwi, tambangan dulu sebutannya panambangan. Istilah itu tertulis dalam sumber data tekstual sejak Majapahit bahkan sebelumnya. Sekarang memang tambangan sudah agak modern, tapi tetap terhubung dengan kata tambang. Yakni tali yang terbentang di seberang sungai.

“Jadi tambangan, menunjuk pada perahu penyeberangan yang menyambungkan tambang dari seberang kiri dan kanan. Bukan aliran dari hulu ke hilir,” imbuhnya.

Nampak para petugas tambangan menarik tali tambangan supaya perahu mendekat ke daratan disisi seberang. (Foto: Bagus Ary Wicaksono/Kliktimes.com)

Perahu tambangan ini menyeberangkan dengan tali bentang tambang, maka disebut tambangan. Ciri tambangan ada tali bentang supaya perahu tak hanyut. Dwi memperkirakan, aliran Sungai Brantas berarti sangat besar ketika itu.

“Jangan bayangkan aliran sekarang, sekarang mungkin 1/3 dari aliran yang dulu. Sehingga lebih panjang bentangnya. Jika sekarang 10 meter, maka dulu bisa 30 meter hingga 50 meter,” urainya.

Perahu tambangan seperti di Selokajang memang ciri khas di Sungai Brantas. Di Bengawan Solo seperti hilir sungai kawasan Lamongan, sudah tak memakai bentangan melainkan mesin. Di Lamongan perahu penyeberangan sudah pakai mesin, namun kata Dwi, di Brantas juga ada yang pakai mesin ada juga.

BacaJuga :

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

Sementara itu, kliktimes.com melihat langsung tambangan Pandawa Putra yang menghubungkan Selokajang-Rejotangan. Ini adalah salah satu tambangan terbesar penghubung Blitar-Tulungagung. Sebab bisa menampung mobil dan kendaraan dengan roda hingga enam.

Tarif Tambangan Selokajang-Rejotangan. (Foto: Bagus Ary Wicaksono/Kliktimes.com)
Baca Juga:
  • Sabar Wahai Traveler, Sebentar Lagi KA Nusa Tembini Meluncur – Kliktimes.com

Tarif di tambangan Pandawa Putra ini memakai sistem satu kali jalan. Dengan tariff mulai dari roda dua Rp 3.000, roda tiga Rp 5.000, roda empat kosong Rp 12.000, roda empat bermuatan Rp 15.000, elf engkel Rp 15 ribu, elf/engkel bermuatan Rp 20 ribu dan termasal roda enam Rp 25 ribu.

“Selama masa PPKM ini sepi yang nyeberangan, namun keberadaan Jembatan Baru Ngujang tak mempengaruhi kendaraan yang lewat tambangan ini,” aku Hari salah satu pekerja tambangan kepada javasatu.com, Kamis (29/7/2021). (Ary)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dermaga Tambangan Pandawa Putra SelokajangPerahu PenyeberanganPerjalanan dan WisataTambangan Selokajang Blitar

Comments 2

  1. Ping-balik: Warga Kota Blitar Gugat Wali Kota - Javasatu
  2. Ping-balik: Wali Kota Blitar Digugat Warganya, Minggu Depan Maju PTUN - KlikTimes

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sejumlah Tokoh di Malang Sampaikan Catatan

Bupati Majalengka Eman Suherman: Jangan Anggap Remeh Pramuka

Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Pers BEJO’S untuk Dukung Pembangunan

SMK Al-Karimi Gresik Bekali Siswa Keterampilan Konten Kreator

Karnaval Kampung Sanan Kota Malang Patuhi Larangan Sound Horeg, Petugas Siapkan Pengamanan

Polisi Ungkap Modus Pencuri Murai Batu di Gresik, Hunting Rumah Random

Rintik Rindu Fun Fest 2026 Hadirkan Lomba Fashion Show Anak di Batu

IPSI Kabupaten Malang Jaring Bibit Pesilat untuk POPDA hingga Porprov Jatim

Ponpes Al-Mizan Majalengka Dorong Santri Berani Hadapi Tantangan Masa Depan

IKAPETE Jatim Ungkap Blueprint Kemandirian Umat KH Hasyim Asy’ari

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

BERITA LAINNYA

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sejumlah Tokoh di Malang Sampaikan Catatan

Bupati Majalengka Eman Suherman: Jangan Anggap Remeh Pramuka

Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Pers BEJO’S untuk Dukung Pembangunan

SMK Al-Karimi Gresik Bekali Siswa Keterampilan Konten Kreator

Karnaval Kampung Sanan Kota Malang Patuhi Larangan Sound Horeg, Petugas Siapkan Pengamanan

Polisi Ungkap Modus Pencuri Murai Batu di Gresik, Hunting Rumah Random

Rintik Rindu Fun Fest 2026 Hadirkan Lomba Fashion Show Anak di Batu

IPSI Kabupaten Malang Jaring Bibit Pesilat untuk POPDA hingga Porprov Jatim

Ponpes Al-Mizan Majalengka Dorong Santri Berani Hadapi Tantangan Masa Depan

IKAPETE Jatim Ungkap Blueprint Kemandirian Umat KH Hasyim Asy’ari

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

UMKM Blitar Terancam, Pengusaha Sound System Minta Kepastian Izin Karnaval

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Mudik Lebaran, Polres Malang Tertibkan Truk Sumbu 3 di Jalur Lawang–Singosari

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved