JAVASATU.COM- Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dukun mengajak seluruh kader untuk tetap istikamah menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) yang digelar di Masjid Raudlotul Falah, Desa Mojopetung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan rutin bulanan tersebut diikuti pengurus dan kader Ansor dari berbagai ranting se-Kecamatan Dukun, serta dihadiri tokoh masyarakat dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Selain menjadi wadah silaturahmi, MDSRA juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan tradisi Aswaja An-Nahdliyah di kalangan kader muda.
“Di era modern dan digital saat ini, warga Nahdliyin harus tetap konsisten menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Gus Ahmad Musfis Salam dalam tausiyahnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimi itu menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggerus tradisi keagamaan yang selama ini menjadi identitas warga Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kader Ansor memiliki tanggung jawab untuk menjaga ajaran Islam moderat sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan MDSRA sendiri merupakan program rutin GP Ansor Dukun yang bertujuan memperkuat aqidah Aswaja, meneladani akhlak Rasulullah SAW, membangun karakter spiritual kader, serta mempererat hubungan antaranggota organisasi.
“MDSRA bukan hanya majelis dzikir dan shalawat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan dan kebersamaan antar kader Ansor,” kata Ketua MDSRA GP Ansor Dukun, Ahmad Thoyyib Shofi.
Pria yang akrab disapa Gus Yopi itu menjelaskan, forum MDSRA juga menjadi ruang bagi kader untuk bertukar informasi, berdiskusi, dan membangun sinergi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan kegiatan keagamaan menjadi salah satu kunci menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperkuat peran Ansor di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini harus terus istiqamah dilaksanakan. Selain menjaga tradisi spiritual NU, MDSRA juga menjadi wadah pengkaderan dan mempererat tali silaturahmi antar kader sehingga tercipta kebersamaan yang semakin kuat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Dukun berharap kader muda Nahdlatul Ulama mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi Aswaja yang telah diwariskan para ulama. (hoo/nuh)