email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 10 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tirta Hening, Mata Air yang Bangkit Kembali Berkat Sentuhan Mahasiswa UMM

by Redaksi Javasatu
28 Juli 2019
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Ketika kaki-kaki mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menapak di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang mereka temui bukan sekadar deretan rumah dan ladang singkong. Tapi juga sumber kehidupan yang hampir dilupakan: Tirta Hening, sebuah mata air yang selama bertahun-tahun menjadi nadi desa, namun kini kusam dan tak terurus.

Mahasiswa Kelompok KKN 44 UMM sedang melukis dinding sumber mata air. (Foto: Istimewa)

Di musim kemarau 2019, teriknya bukan hanya soal panas yang menyengat, tapi juga kekeringan yang mengintai. Di tengah itu, 31 mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam Kelompok 44 KKN UMM datang bukan sekadar membawa program kerja, tapi juga membawa semangat perubahan dan empati.

“Kami tidak menyangka, sumber air yang jadi tumpuan warga untuk mandi, mencuci, bahkan mengairi desa sebelah, dibiarkan dalam keadaan seperti itu,” tutur Rina S., juru bicara kelompok KKN 44.

Mahasiswa UMM, Rina sedang berdialog dengan Kepala Dusun Sumberbendo Pringgodani. (Foto: Istimewa)

Sumber Kehidupan yang Terabaikan

Sumber air itu dinamai warga Tirta Hening. Namanya indah, tapi kondisinya jauh dari harapan. Dinding sumber ditumbuhi lumut, aliran air tersumbat daun-daun kering, dan lingkungan sekitar gelap tanpa penerangan. Padahal, tempat itu bukan hanya sumber air, tapi juga saksi bisu kegiatan sosial warga: mulai dari syukuran, pertunjukan kuda lumping saat bulan Suro, hingga titik temu anak-anak muda desa.

“Rasanya sedih melihat tempat sepenting itu dibiarkan,” ucap Rina lirih.

Melalui dialog dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga, para mahasiswa mulai menyusun rencana. Bukan hanya ingin ‘membersihkan’, tapi menghidupkan kembali. Tirta Hening harus bersinar lagi.

Kondisi dinding sumber mata air Tirta Hening usai disulap Mahasiswa UMM. (Foto: Istimewa)

Menyulap Tirta Hening: Dari Kumuh Jadi Cantik

Hari-hari berikutnya, warga mulai menyaksikan perubahan. Mahasiswa turun langsung membersihkan area sumber. Lumut di dinding dikikis. Sampah dibersihkan. Lalu dinding polos yang lembap itu perlahan berubah menjadi kanvas warna-warni. Mural karya mahasiswa menghiasi Tirta Hening, seolah memberi nyawa baru.

BacaJuga :

Polisi Bongkar Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam di Bantur

Rampas Motor Pelajar dengan Celurit di Malang, Seorang Wanita Diringkus Polisi

Tak hanya itu. Mereka memasang lampu penerangan, menyediakan tempat sampah, dan menata jalur akses menuju sumber agar lebih ramah untuk semua usia. Malam hari yang dulu gelap, kini bercahaya. Warga yang tadinya sekadar datang mengambil air, kini bisa singgah lebih lama, ngobrol, bahkan berswafoto.

“Ini bukan cuma tempat ambil air, sekarang seperti taman kecil bagi warga,” kata salah satu warga RT 21 dengan senyum bangga.

Kondisi sumber mata air Tirta Hening sebelum disulap Mahasiswa. (Foto: Istimewa).

Ketika Mahasiswa Tak Sekadar Belajar

Bagi mahasiswa KKN 44 UMM, pengalaman ini bukan hanya soal pengabdian masyarakat, tapi juga pelajaran hidup. Mereka melihat langsung bagaimana akses air bersih bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Mereka belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, asal dilakukan dengan hati.

“Kami belajar makna gotong royong yang sesungguhnya. Warga tak hanya menerima, mereka ikut membantu, ikut menjaga. Itu yang paling berkesan,” ungkap Rina.

Mewariskan Kesadaran

Kini, Tirta Hening berdiri dengan wajah baru. Lebih terang, bersih, dan bermakna. Tapi misi KKN 44 belum selesai. Mereka berharap keberadaan mereka meninggalkan warisan yang lebih penting dari sekadar cat warna-warni: kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, merawat sumber daya lokal, dan memperkuat solidaritas sosial.

“Semoga ini jadi awal, bukan akhir. Semoga warga terus menjaganya, dan anak-anak muda desa melihat Tirta Hening bukan hanya sebagai tempat air mengalir, tapi juga tempat semangat hidup mengalir,” pungkas Rina.

Di ujung kemarau itu, ketika banyak hal mengering, para mahasiswa justru meninggalkan jejak yang membasahi hati—dan sebuah sumber air yang kembali bening, bukan hanya di mata, tapi juga di jiwa. (Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Desa PringgodaniKecamatan BanturKKNTirta Heningumm

BERITA TERBARU

Nuzulul Quran, 65 Anak Yatim di Kebomas Disantuni

Kerap Tersendat, DPRD Kota Malang Bandingkan Target dan Produksi SPAM Bango

Polisi Bongkar Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam di Bantur

Di Gresik, Angkot Digunakan Kampanye Zakat, 50 Sopir Terima Bantuan

Presiden Prabowo Dialog dengan Daerah Usai Resmikan 218 Jembatan

218 Jembatan Rampung Cepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kerja TNI

Pelaku Wisata Dieng Santuni Anak Yatim di Wonosobo Saat Ramadan

Cek Kesehatan Sopir Bus di Terminal Arjosari Malang, Ada yang Alami Darah Tinggi

Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murah Ramadan di 13 Titik

Javanese Cat Rilis Album “Gratia Plena”, Angkat Kritik Sosial dalam Balutan Alternative Rock

Prev Next

POPULER HARI INI

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

PPI Dunia Kritik Arah Kebijakan Luar Negeri RI, Dinilai Menuju Jurang Imperialisme

Ainur Roziqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PRIMA DMI Jawa Timur

Presiden Prabowo Dialog dengan Daerah Usai Resmikan 218 Jembatan

Anggota DPRD Gresik Khoirul Huda Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap di Perusahaan JIIPE

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Dialog dengan Daerah Usai Resmikan 218 Jembatan

218 Jembatan Rampung Cepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kerja TNI

Pelaku Wisata Dieng Santuni Anak Yatim di Wonosobo Saat Ramadan

Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murah Ramadan di 13 Titik

Javanese Cat Rilis Album “Gratia Plena”, Angkat Kritik Sosial dalam Balutan Alternative Rock

Band Surabaya Overcloud Rilis Maxi Single Baru “Storm Will Pass Away”

PPI Dunia Kritik Arah Kebijakan Luar Negeri RI, Dinilai Menuju Jurang Imperialisme

Ainur Roziqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PRIMA DMI Jawa Timur

Hadapi Situasi Global, Analis Dukung Seruan Kapolri: Masyarakat Bersatu Dukung Presiden

Relawan Suketeki Kediri Bagikan 1.500 Takjil ke Pengguna Jalan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Warga Disabilitas di Banjararum Singosari Diserahkan ke RSBL Pasuruan

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Nuzulul Qur’an di Perum GSK Gresik, Jemaah Diajak Istikamah Baca Al-Quran

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d