email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Putusan Menang di PN Kepanjen Malang, Kuasa Hukum Pelawan Minta Penghentian Eksekusi

by Yondi Ari
27 Juni 2023

JAVASATU.COM-MALANG- Sebuah objek tanah yang menjadi sengketa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur masih berlanjut. Hal ini dikarenakan eksekusi lahan dan bangunan seluas 10.000 meter persegi dan 6.000 meter persegi tersebut belum dilakukan sejak tahun 2009.

Pengacara, Sumardhan, SH, MH. (Foto: Dion Pradipa/Javasatu.com)

Diperoleh data, penyebabnya adalah objek yang seharusnya dieksekusi telah berpindah kepemilikan ke seorang bernama Haji Faisol, karena Haji Faisol telah membeli objek tersebut dari Ninik Sinilestari dan lainnya sebagai ahli waris dari Agus Sukaton. Agus Sukaton mendapatkan objek tersebut dari orangtuanya, yaitu Soeratman dan Minatoen.

Setelah Hery Soenarto gagal melakukan eksekusi berdasarkan putusan PN Malang No.64/Pdt.G/2007/PN.Mlg, Hery Soenarto menggugat H. Faisol dan Ninik Sinilestari dengan tuduhan upaya melawan hukum. Sementara itu, Ninik Sinilestari justru mengajukan Rekonvensi.

Dalam hal ini, setelah Hery Soenarto meninggal dunia, ahli warisnya, Natalia, menuntut dilaksanakannya eksekusi. Dia mengambil jalur hukum agar eksekusi dapat dilakukan.

Menanggapi hal ini, H. Faisol, Pelawan melalui kuasa hukumnya, Sumardhan SH, MH, yang didampingi Agus Subyantoro, SH., dan Jumadhi Arahan, SH, menyatakan penolakan terhadap eksekusi yang diusulkan. Mereka berpendapat bahwa putusan No.64 yang menjadi dasar permohonan eksekusi tersebut cacat hukum karena objek dalam putusan tersebut telah berpindah kepemilikan kepada pihak ketiga dan telah dikuatkan dalam putusan No.65/Pdt.G/2013/PN.Kepanjen.

“Awalnya, tanah ini milik Soeratman yang tidak memiliki anak, namun ia mengangkat anak bernama Agus Sukaton. Setelah Agus Sukaton meninggal dunia, harta tersebut menjadi milik Ninik Sinilestari sebagai isteri dan anak-anaknya,” ucap Advokat dari kantor Edan Law tersebut pada Selasa (27/6/2023).

Sumardhan melanjutkan, sejak kematian Soeratman, objek tanah dan bangunan tersebut ditempati oleh keluarga Ninik Sinilestari hingga dijual kepada H. Faisol. Hery Soenarto ingin mengosongkan objek tersebut melalui Pengadilan Negeri Malang, namun upaya tersebut gagal karena Ninik menjualnya kepada Haji Faisol.

“Setelah Hery Soenarto gagal melaksanakan eksekusi pada tahun 2009, dia mengajukan gugatan perdata yang terdaftar di PN Kepanjen dengan nomor perkara 65/Pdt.G/2013/PN.Kpj. Namun, Hery Soenarto (alm) kalah dalam perkara tersebut dan H. Faisol yang memenangkan perkara tersebut, namun anehnya, yang melanjutkan eksekusi adalah ahli waris Henny Natalia,” ungkap Mardhan sapaannya.

Dalam perkara ini, kuasa hukum pemohon perlawanan menyebutkan bahwa semua nomor perkara yang digunakan sebagai dasar pengajuan eksekusi telah disebutkan dalam gugatan perkara No.65/Pdt.G/2013/PN.Kejanjen yang dimenangkan oleh H. Faisol. Setelah putusan pembatalan akta jual beli dikabulkan sebagian, rekonvensinya tergugat dikabulkan.

BacaJuga :

Gagas “Reset” Penegakan Hukum, Nazali Lempo: Sistem Harus Lebih Kuat dari Kepentingan

PN Malang Lakukan Konstatering Tanah dan Bangunan di Pahlawan Trip

“Dalam sidang, diputuskan bahwa jual beli antara Ninik dan Faisol adalah sah. Maka objek tersebut berpindah kepemilikan lagi. Di PN Kepanjen, Natalia mengajukan banding. Setelah kalah di Pengadilan Tinggi Surabaya, Natalia menyatakan kasasi. Namun pengacaranya, Hery Soenarto/Henny Natalia, tidak menyerahkan memori kasasi. Maka pernyataan kasasinya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung. Maka PN Kepanjen mengatakan bahwa berkasnya tidak dapat dikirim,” urai Mardhan.

Mardhan berpendapat bahwa seharusnya Henny Natalia dinyatakan kalah dan tidak dapat melanjutkan eksekusi. Karena sudah kalah di Pengadilan Negeri Kepanjen.

“Menurut kami, eksekusi tidak dapat dilaksanakan karena keputusan dari PN Kepanjen sudah dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Surabaya. Secara hukum, pihak H. Faisol sebagai pemilik akhir atas objek tersebut,” imbuhnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Agus Subyantoro, SH, MH. Dia menyebutkan, dua putusan inkrah menyatakan bahwa tanah tersebut milik Haji Faisol. Dua putusan tersebut juga menguatkan adanya akta jual beli.

“Dua putusan tersebut sudah inkrah, milik Haji Faisol. Di dalamnya terdapat akta jual beli, dan juga sudah ada pembayaran PBB, yang berarti membayar pemanfaatan atas pengelolaan lahan. Seharusnya permohonan eksekusi tersebut ditolak,” tandas pengacara asal Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang diamini oleh rekan satu timnya, Sumardhan.

Sementara itu, kuasa hukum Natalia, Pangeran Okky, mengatakan bahwa upaya yang dilakukan pihak lawan juga terindikasi melawan hukum. Hal ini dikarenakan ada sita jaminan dalam peralihan hak.

“Apapun keputusannya, peralihan hak ada sita jaminan. Jika ada sita jaminan yang dialihkan, jelas merupakan pelanggaran hukum,” kata Pangeran Okky. (Dop/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kecamatan Sumbermanjing WetanPN Kepanjensengketa tanah

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dispendukcapil Raih WBBM, Wali Kota Malang Wahyu Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Prev Next

POPULER HARI INI

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

BERITA LAINNYA

Dispendukcapil Raih WBBM, Wali Kota Malang Wahyu Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved