Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

4.000 Anak PMI Asal Gresik Hidup Tanpa Identitas di Malaysia, Pemkab dan NU Bergerak Selamatkan

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
23 Oktober 2025

JAVASATU.COM- Ribuan anak pekerja migran asal Kabupaten Gresik hidup tanpa identitas di Malaysia. Mereka tak memiliki akta kelahiran, dokumen kewarganegaraan, hingga hak dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menyelamatkan anak-anak tersebut.

(Foto: Ist/Javasatu.com)

Penandatanganan dilakukan di sela acara puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Aula Masjid Maulana Malik Ibrahim, Kamis (23/10/2025). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi sepakat bersinergi dalam program pemenuhan hak anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya yang lahir di Malaysia dari pasangan warga Gresik.

“Ini bukan sekadar kerja sama administratif, tapi ikhtiar kemanusiaan. Anak-anak Gresik yang lahir di luar negeri harus tetap mendapat hak dasarnya sebagai manusia dan warga negara,” kata KH Mulyadi.

Bupati Yani menjelaskan, Pemkab Gresik tak bisa menutup mata terhadap dampak globalisasi tenaga kerja. Ribuan warganya menjadi PMI di Malaysia, banyak di antaranya menikah secara siri dan memiliki anak tanpa dokumen resmi. Akibatnya, anak-anak itu hidup di wilayah perbatasan tanpa status hukum yang jelas.

ADVERTISEMENT

“Ketika anak itu lahir dari pernikahan siri, otomatis tidak ada dokumen resmi. Mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa mengakses layanan kesehatan, bahkan tidak tercatat sebagai warga negara mana pun,” ujar Bupati Yani.

Menurut data Pemkab Gresik, sedikitnya ada 4.000 anak PMI asal Gresik yang kini sedang diidentifikasi. Mereka tersebar di delapan kecamatan kantong pekerja migran, antara lain Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, Pangkah, Sangkapura, dan Tambak di Pulau Bawean. Pemerintah tengah memverifikasi apakah mereka anak hasil pernikahan sesama warga Gresik atau lintas daerah.

Yani menegaskan, solusi jangka pendek yang disiapkan adalah memulangkan anak-anak tersebut ke tanah air agar bisa mendapatkan identitas legal dan pendidikan.

“Yang penting bisa dibawa pulang dulu. Setelah itu bisa kami arahkan, mau sekolah negeri melalui dinas atau mondok di lembaga pendidikan di bawah NU,” jelasnya.

Pemkab Gresik juga menggandeng Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU untuk menampung anak-anak yang kembali ke Indonesia. Pesantren-pesantren di bawah PCNU disiapkan sebagai rumah sementara sekaligus tempat pendidikan karakter dan agama bagi mereka.

Dalam momentum Hari Santri tersebut, PCNU Gresik juga meluncurkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik (LKKNU) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta Festival Santri X sebagai wadah kreativitas santri.

Sebagai bentuk apresiasi, Katib Syuriah PCNU Gresik KH Abdul Malik mengalungkan sorban kepada Bupati Yani, menobatkannya sebagai “Bupati Santri” atas komitmennya mengangkat isu kemanusiaan lintas negara.

“Kami ingin memastikan, tidak ada satu pun anak Gresik yang kehilangan hak dasarnya hanya karena lahir jauh dari tanah leluhurnya,” tegas Bupati Yani. (bas/arf)

Tags: PCNU GresikPekerja Migran IndonesiaPemkab Gresik
Previous Post

Kejari Kota Malang Kembalikan Barang Bukti Kasus Investasi Ilegal Auto Trade Gold ke Korban

Next Post

Polresta Malang Kota Gandeng Serikat Pekerja, Bentuk Barisan Jaga Kamtibmas

Related Posts

FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani
Berita

FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani

26 Oktober 2026
Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Berita

Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

25 Oktober 2026
BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen
Berita

BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen

25 Oktober 2026
Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis
Berita

Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis

25 Oktober 2026
Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi
Berita

Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi

25 Oktober 2026
PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum
Berita

PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum

25 Oktober 2026
Next Post
Polresta Malang Kota Gandeng Serikat Pekerja, Bentuk Barisan Jaga Kamtibmas

Polresta Malang Kota Gandeng Serikat Pekerja, Bentuk Barisan Jaga Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com