JAVASATU.COM- Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang mencatatkan sederet prestasi sepanjang 2025 dengan meraih sejumlah penghargaan bergengsi di bidang inovasi dan tata kelola pemerintahan. Capaian ini disebut tak lepas dari komitmen terhadap akuntabilitas anggaran dan pelayanan publik berbasis inovasi.

Di bawah kepemimpinan Asep Kusdinar, S.Hut., M.H., Bakorwil III Malang berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Inovasi Teknologi (Inotek) Award 2025, sekaligus menyapu berbagai kategori dalam penghargaan pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kami dan tim fokus bekerja ikhlas untuk melayani masyarakat. Kunci dari semua capaian ini adalah pengelolaan anggaran yang akuntabel dan disiplin,” ujar Asep Kusdinar, Kamis (9/4/2026).
Dalam ajang Inotek Award 2025, Bakorwil III Malang meraih Terinovatif III melalui inovasi INFUS CARE, sistem digital untuk pemantauan layanan kesehatan secara real-time. Selain itu, inovasi Artiknesia juga masuk dalam TOP 15 Inovasi sebagai platform art commerce yang mendukung seniman lokal menembus pasar digital global.
“Kami bangga inovasi ini mendapat pengakuan. Ini bentuk komitmen kami mendorong digitalisasi layanan publik dan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Tak hanya di bidang inovasi, Bakorwil III Malang juga menunjukkan kinerja unggul dalam tata kelola pemerintahan. Dalam ajang penghargaan yang digelar di Surabaya, instansi ini meraih empat predikat sekaligus.
Penghargaan tersebut meliputi:
- Predikat A (PRIMA) untuk Indeks Pelayanan Publik
- Predikat AA untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
- Predikat Sangat Baik dalam implementasi Budaya Kerja (CETTAR)
- Predikat Sangat Paham dalam Penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)
“Prestasi ini bukan akhir, tapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas,” tegas Asep.
Ia menekankan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif tim yang konsisten menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
“Kami pastikan setiap rupiah dikelola sesuai aturan tanpa celah penyimpangan. Prestasi adalah buah dari kerja keras dan integritas,” pungkasnya. (saf)