JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum, Nasky Putra Tandjung mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membongkar markas perjudian online (judol) internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat berhasil menangkap 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam operasional 75 situs judi online di sebuah perkantoran di wilayah tersebut pada Sabtu malam (9/5/2026).
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami mendukung penuh komitmen Bapak Kapolri beserta jajarannya, khususnya Bareskrim Polri, yang berhasil membongkar jaringan judi online internasional yang dioperasikan ratusan WNA melalui 75 situs judi online di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat,” ujar Nasky saat dihubungi awak media, Senin (11/5/2026).
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai pengungkapan jaringan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemberantasan judi online untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi.
“Langkah cepat dan tegas Polri selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan reformasi hukum dan pemberantasan judi online untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial-ekonomi,” kata Nasky.
Ia menegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas, termasuk menelusuri pemilik jaringan, pihak yang terlibat, hingga pelanggan dan sponsor yang mendukung operasional judi online lintas negara tersebut.
“Kasus ini harus diusut tuntas. Siapa pemiliknya, siapa saja yang bermain di situ, pelanggan-pelanggannya, dan seluruh jaringan-jaringannya harus diproses secara hukum, akuntabel, dan transparan kepada publik,” tegasnya.
Menurut Nasky, pengungkapan jaringan judol internasional ini bukan sekadar penindakan terhadap praktik perjudian online, tetapi juga menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga ketahanan ekonomi serta keamanan digital nasional.
Ia menilai keterlibatan ratusan WNA dan puluhan situs judi online menunjukkan kejahatan digital lintas negara kini semakin terorganisasi dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu target operasinya.
Karena itu, penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah Korps Bhayangkara dalam memberantas judi online hingga ke akar-akarnya.
“Kami mendukung Polri terus memberantas judol secara lebih masif dan memperkuat pemberantasan judi online serta berbagai kejahatan digital lainnya secara konsisten dan berkelanjutan agar ruang digital Indonesia tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan kejahatan internasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya mengungkap jaringan judi online internasional yang melibatkan ratusan WNA di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Polisi kini masih menelusuri aliran dana serta server yang digunakan dalam operasional bisnis ilegal tersebut.
“Kita akan melakukan tracing terhadap aliran dana dan melakukan penelusuran server atau IP Address dari jaringan komunikasi. Selain itu, kami juga akan melakukan penelusuran terhadap para sponsor yang mendatangkan mereka dari luar negeri,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra dalam jumpa pers di lokasi kejadian, Sabtu (9/5/2026). (arf)