email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dibantu Sahabat Alam Indonesia, Nelayan di Malang Bisa Tentukan Harga Jual Ikan Sendiri

by Agung Baskoro
18 Oktober 2021

JAVASATU-MALANG- Selama ini harga jual hasil tangkapan nelayan di Pantai Kondang Merak Kabupaten Malang tergantung dari para pengepul ikan. Namun setelah dibantu oleh Founder Lembaga Konservasi Sahabat Alam Indonesia (SALAM), para nelayan bisa menentukan harga jual sendiri.

Nelayan Pantai Kondang Merak saat mensortir ikan hasil tangkapan. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya kurang lebih ada 40 nelayan di Pantai Kondang Merak beberapa tahun sebelumnya, menjual hasil tangkapannya dengan harga yang ditentukan oleh pengepul, yang kemudian menjualnya ke pasar atau ke pembeli lain.

“Saat ini nelayan di (pantai) Kondang Merak sudah bisa mandiri. Mereka bisa menentukan harganya sendiri, tanpa harus mengikuti harga dari pengepul,” ujar Founder Lembaga Konservasi (SALAM), Andik Syaifudin, yang konsisten mengawal hal tersebut, Senin (18/10/2021).

Dan saat ini nelayan di Kondang Merak bisa menjual harga tangkapannya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Andik mencontohkan, salah satunya adalah gurita. Sebelumnya dalam setiap kilo, dijual paling tinggi dengan harga Rp 60 ribu, namun sekarang bisa mencapai harga Rp 80 ribu.

Sementara itu, lanjut dia, di daerah lain saat ini harga jual gurita dari nelayan juga masih relatif rendah, jika dibandingkan dengan harga jual dari nelayan Kondangmerak. Yakni berkisar di harga Rp 25 ribu hingga paling mahal hanya Rp 60 ribu.

“Sekarang masih belum bisa diduplikasi di daerah lain. Sebab, nelayannya masih belum mandiri. Banyak yang terjerat hutang. Atau juga ada alat tangkapnya dari para pengepul. Itu yang disinyalir membuat nelayan tidak bisa menentukan harga jual tangkapannya sendiri,” jelas Andik.

Namun, pihaknya berencana untuk tetap mengkampanyekan hal tersebut. Apalagi menurut Andik, langkah tersebut juga masih berkaitan dengan upaya konservasi.

BacaJuga :

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan

“Karena kita bicara konservasi tidak akan pernah bisa ketika masyarakat perutnya lapar, pendidikan anak-anaknya terlantar, kesehatan keluarganya terganggu. Itu semua harus di urai satu persatu. Pada intinya, semakin lestari, semaki mensejahterakan,” pungkas Andik. (Agb/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Founder Lembaga Konservasi Sahabat Alam IndonesiaNelayan MalangPantai Kondang Merak

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Muharram Adalah Titik Awal Peradaban Islam

OPINI: Komunikasi Publik dan Polemik Program MBG

Dua Sopir Curi Sembako Gudang Resto Ocean Garden Turen, Dibekuk Polisi

Harlah Ponpes Al Ikhlash Gresik Penuh Warna Kreativitas

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro IKG 2026 Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya Jawa di Perantauan

Kota Batu Pikat Wisatawan Mancanegara, Petik Buah Jadi Primadona

Satu Paket Perjadin Dalam Kota DPKPCK Kabupaten Malang Rp479 Juta Dipertanyakan

Analis: Narasi UU Polri Untungkan Kapolri Tak Proporsional

Mahasiswa Al-Qolam Dorong Regenerasi Pemulasaraan Jenazah di Kaumrejo

Prev Next

POPULER HARI INI

Kangen Masa Kecil, Lowokwaru Gang Limo Djadoel Nostalgia di Sumber Maron

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

Grebeg Suro IKG 2026 Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya Jawa di Perantauan

Mahasiswa KKN Al-Qolam Malang Ajari Pramuka Siaga Berwirausaha Sejak Dini

Kota Batu Pikat Wisatawan Mancanegara, Petik Buah Jadi Primadona

BERITA LAINNYA

Muharram Adalah Titik Awal Peradaban Islam

OPINI: Komunikasi Publik dan Polemik Program MBG

Dua Sopir Curi Sembako Gudang Resto Ocean Garden Turen, Dibekuk Polisi

Harlah Ponpes Al Ikhlash Gresik Penuh Warna Kreativitas

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro IKG 2026 Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya Jawa di Perantauan

Kota Batu Pikat Wisatawan Mancanegara, Petik Buah Jadi Primadona

Satu Paket Perjadin Dalam Kota DPKPCK Kabupaten Malang Rp479 Juta Dipertanyakan

Analis: Narasi UU Polri Untungkan Kapolri Tak Proporsional

Mahasiswa Al-Qolam Dorong Regenerasi Pemulasaraan Jenazah di Kaumrejo

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Dispendik Kabupaten Malang Tekankan Guru Berintegritas, Sekolah Harus Punya Branding

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

Kangen Masa Kecil, Lowokwaru Gang Limo Djadoel Nostalgia di Sumber Maron

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved