JAVASATU.COM- Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik meminta agar penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebomas memiliki dasar administrasi yang jelas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin akuntabilitas program dan memastikan seluruh aktivitas yang telah berjalan tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin mengatakan, penghentian sementara distribusi makanan terjadi akibat dana bantuan pemerintah untuk operasional belum tersedia. Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) diminta menginstruksikan Kelompok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) membuat berita acara terkait hari-hari saat distribusi makanan kepada penerima manfaat tidak dilakukan.
“Selama ada aktivitas tentu akan terbayar. Namun perlu dibuat berita acara yang menjelaskan pada hari tertentu tidak ada aktivitas atau distribusi menu kepada penerima manfaat,” kata Zaifuddin, Selasa (9/6/2026).
Menurut Zaifuddin, persoalan tersebut bermula ketika BGN meminta laporan kebutuhan dana operasional dari KSPPG pada 3 Juni 2026. Setelah laporan disampaikan, dana operasional sebesar Rp500 juta akhirnya ditransfer pada 5 Juni 2026 untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
“Pada 3 Juni lalu, KSPPG diminta mengirimkan data laporan terkait kebutuhan dana operasional kepada BGN,” ujarnya.
Meski dana telah ditransfer, proses pencairan yang baru dapat dimanfaatkan beberapa hari kemudian menyebabkan aktivitas distribusi makanan kepada penerima manfaat sempat terhenti. Kondisi tersebut juga berdampak pada koordinasi dengan pemasok bahan baku.
“Komunikasi dengan supplier cukup sulit dilakukan karena informasi pencairan baru diterima sore hari. Akibatnya, pemenuhan bahan baku untuk distribusi menu tidak bisa dilakukan secara maksimal,” jelasnya.
Zaifuddin menambahkan, informasi mengenai pencairan dana sebenarnya telah disampaikan pada akhir pekan untuk mendukung distribusi menu pada hari Senin. Namun laporan bantuan pemerintah baru diterima secara lengkap pada Senin sore sehingga membuat pemasok kesulitan menyiapkan kebutuhan bahan baku.
Dengan telah cairnya dana operasional tersebut, aktivitas dapur MBG di Kecamatan Kebomas kini kembali berjalan untuk memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat sesuai program pemerintah.
“Besok sudah mulai aktif lagi,” pungkas Zaifuddin. (bas/arf)