Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Ketum KNPI Tantan Taufiq Lubis Protes Keras Dugaan Pelarangan Jilbab bagi Paskibraka Perempuan

Javasatu by Javasatu
15 Agustus 2024

JAVASATU.COM- Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Tantan Taufiq Lubis, menyatakan protes keras terkait dugaan pelarangan penggunaan jilbab bagi petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perempuan yang bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia tahun ini di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Tantan menilai kebijakan tersebut salah kaprah dan tidak mencerminkan semangat Pancasila serta pluralisme.

 

Ilustrasi

Polemik ini mencuat setelah diketahui bahwa seluruh anggota Paskibraka perempuan tahun ini tidak ada yang mengenakan jilbab, termasuk delegasi dari Aceh yang sebelumnya selalu mengenakan jilbab. Kebijakan ini, menurut Tantan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memberikan kebebasan kepada anggota Paskibraka perempuan untuk memilih apakah akan mengenakan jilbab atau tidak.

Tantan menuding bahwa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai penanggung jawab Paskibraka 2024, berada di balik kebijakan ini. Dia menyebut kebijakan tersebut sebagai tindakan Islamophobia yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

ADVERTISEMENT

“Kita harus Stop dan Lawan gerakan serta kebijakan Islamophobia di lembaga negara, karena itu sangat bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi yang kita anut bersama,” tegas Tantan, Kamis (15/08/2024).

Lebih lanjut, Tantan meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mengevaluasi Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, sebagai langkah strategis untuk mencegah munculnya gerakan melawan Pancasila dan sikap Islamophobia di Indonesia.

“Jika lembaga BPIP ini justru menjadi institusi yang meresahkan rakyat, ada baiknya dievaluasi keberadaannya,” tambah Tantan.

Pernyataan tegas ini diharapkan bisa menjadi peringatan bagi pemerintah agar tidak mengabaikan prinsip-prinsip kebebasan beragama yang dijamin oleh Pancasila dan konstitusi Indonesia. (Saf)

Tags: KNPI
Previous Post

Gus Jazil Terima Penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi

Next Post

Manzone Luncurkan Koleksi Kemerdekaan: Gaya Modern untuk Menghargai Pahlawan

Related Posts

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Semai Atasi Karhutla Kalimantan
Berita

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Semai Atasi Karhutla Kalimantan

26 Oktober 2026
ASLINMAS Gresik Tak Cuma Jaga Keamanan, Warga Kesulitan Bisa Dibantu
Berita

ASLINMAS Gresik Tak Cuma Jaga Keamanan, Warga Kesulitan Bisa Dibantu

26 Oktober 2026
Babinsa Sukosewu Blitar Dampingi Sosialisasi Perlindungan Anak dan Sosial
Berita

Babinsa Sukosewu Blitar Dampingi Sosialisasi Perlindungan Anak dan Sosial

26 Oktober 2026
Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Malang Kota Terapkan Tilang Manual dan ETLE
Berita

Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Malang Kota Terapkan Tilang Manual dan ETLE

26 Oktober 2026
Kesenian Mberot Meriahkan Penutupan Srawung Desa 2026 di Balesari Malang
Berita

Kesenian Mberot Meriahkan Penutupan Srawung Desa 2026 di Balesari Malang

26 Oktober 2026
FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani
Berita

FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani

26 Oktober 2026
Next Post
Manzone Luncurkan Koleksi Kemerdekaan: Gaya Modern untuk Menghargai Pahlawan

Manzone Luncurkan Koleksi Kemerdekaan: Gaya Modern untuk Menghargai Pahlawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com