email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 17 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Konflik TPL, Pengamat Nilai Sikap Anggota DPR RI Maruli Siahaan Sudah Tepat

by Redaksi Javasatu
11 Desember 2025

JAVASATU.COM- Polemik yang menuding Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Kombes Pol (Purn) Maruli Siahaan, pro terhadap perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL) mendapat bantahan dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengamat kebijakan publik.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Kombes Pol (Purn) Maruli Siahaan. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai tudingan negatif, penggiringan opini liar, dan framing sesat di berbagai platform media sosial yang menyebut Maruli pro PT TPL tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki dasar kuat.

“Ia menilai tudingan itu tidak berdasar, tidak objektif, dan tidak konstruktif dalam menilai pernyataan Bapak Maruli Siahaan secara utuh dan menyeluruh di dalam rapat dengar pendapat (RDP) Direktorat Jenderal Penguatan HAM KemenHAM dan PT TPL pada Rabu (26/11/2025). Narasi tersebut sarat tendensi politik dan berpotensi memecah belah persatuan nasional,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/12/2025) di Jakarta.

Menurutnya, narasi yang dibangun sebagian pihak sangat menyesatkan akal publik dan tidak sesuai fakta.

“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap penggiringan opini liar dan data yang tidak diverifikasi kebenarannya,” tegasnya.

Alumnus Indef School of Political Economy Jakarta itu menjelaskan bahwa tudingan terhadap Maruli hanya berangkat dari asumsi dan potongan video yang diplintir. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter.

“Sebagai bagian dari masyarakat sipil, kami keberatan jika Pak Maruli disebut pro TPL. Beliau pro rakyat, bukan pro perusahaan mana pun,” ujarnya.

BacaJuga :

FKPQ Cerme Salurkan Donasi Rp17,4 Juta untuk Korban Bencana, Gelar Raker 2026

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

Ia menambahkan, klaim tersebut menjurus pada fitnah dan provokasi sesat. Karena itu, ia mengajak masyarakat fokus pada penanganan bencana dan pemulihan korban di wilayah Sumatra, termasuk Sumut.

Ajak Publik Lebih Bijak dan Rasional

Lebih lanjut, Nasky menegaskan bahwa setiap tuduhan dalam negara hukum harus dibuktikan secara sah, bukan dimanipulasi melalui framing di media sosial. Ia menyebut taktik serangan personal seperti ini dikenal dalam praktik global sebagai decapitation strategy, yaitu upaya melemahkan tokoh kunci yang memainkan peran penting dalam kebijakan.

“Jika kita menggunakan pendekatan public choice theory, serangan seperti ini tidak netral. Ada aktor-aktor yang sedang berupaya menggeser peta kekuasaan dengan menyerang figur kunci,” jelasnya.

Dalam studi administrasi publik, lanjut Nasky, kohesi politik dan stabilitas legislatif adalah prasyarat keberhasilan implementasi kebijakan. Serangan terhadap Maruli dapat dibaca sebagai upaya menggoyang legitimasi dan kinerja beliau sebagai wakil rakyat.

“Civil society harus lebih cermat. Literasi publik harus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah termakan opini tanpa dasar empiris,” tegasnya.

Menurut Nasky, justru Maruli berperan sebagai penengah antara PT TPL dan masyarakat untuk mencari win-win solution. Dalam RDP, posisi Maruli sangat jelas: menempatkan proses hukum sebagai landasan utama.

“Yang ia pegang adalah proses hukum. Jika hukum dijalankan dengan adil, hasilnya baik bagi semua pihak,” katanya.

Nasky juga mendukung langkah Maruli yang meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penjelasan transparan mengenai dasar perpanjangan izin TPL. Ia menilai penjelasan resmi pemerintah penting agar publik tidak terjebak spekulasi.

Selain itu, ia mendukung desakan Maruli agar Kemenkumham membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap potensi pelanggaran HAM, konflik agraria, dan persoalan di lapangan secara objektif.

Ia turut menyoroti aksi demonstrasi pro dan kontra yang terjadi, dan meminta pemerintah menelusuri apakah ada pihak yang menunggangi situasi.

“Dua-duanya harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat dimanfaatkan dan dipecah belah,” katanya.

Sebagai mantan prajurit, menurut Nasky, Maruli menjunjung tinggi nilai demokrasi dan aturan hukum. Langkah Maruli dianggap penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Penyampaian saran dan aspirasi Pak Maruli sudah tepat dan logis. Ini bukti komitmen beliau memperbaiki tata kelola ruang dan menjaga kelestarian hutan di Sumut,” tegasnya.

Seruan Jaga Persatuan

Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak seluruh pihak menjaga soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut tuduhan hoaks yang diarahkan kepada Maruli dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra politiknya justru ketika ia memperjuangkan aspirasi masyarakat terdampak konflik lahan dan persoalan lingkungan.

“Upaya Maruli di Senayan menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kecil, bukan korporasi,” pungkasnya.

“Jangan biarkan satu demi satu wakil rakyat dihancurkan karena kita lalai membaca taktik lawan. Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran, bukan fitnah yang dibungkus opini,” tutupnya.

Penjelasan Maruli Siahaan

Sebelumnya, Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan telah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya dalam RDP yang diberitakan secara keliru. Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak tepat karena pernyataannya dipotong dan diambil tanpa konteks.

“Jika melihat rekaman lengkapnya, posisi saya sangat jelas: menegakkan hukum, memeriksa izin, dan melindungi masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Maruli menekankan nilai keadilan hukum sebagai prinsip utama. Ia meminta KLHK dan Kemenhut menjelaskan dasar pemberian izin kepada TPL serta memeriksa apakah terdapat pelanggaran aturan. Ia juga mendorong aparat kepolisian memeriksa secara objektif baik potensi pelanggaran oleh perusahaan maupun masyarakat.

Selain itu, ia meminta Kemenkumham membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri dugaan konflik agraria dan pelanggaran HAM.

Terkait demo di wilayah konsesi, Maruli mendesak pemerintah memastikan apakah ada pihak yang menunggangi aksi tersebut. Baginya, masyarakat tidak boleh dipecah-belah oleh kepentingan tertentu.

Sebagai anggota DPR, Maruli menegaskan dirinya bekerja berdasarkan hukum, data, dan kepentingan publik.

“Saya tidak membela perusahaan mana pun. Yang saya bela adalah proses hukum, kebenaran, dan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah situasi bencana di Sumut, ia mengajak seluruh pihak fokus membantu masyarakat terdampak. Ia juga membuka diri untuk berdialog secara terbuka guna meluruskan kesalahpahaman.

“Dialog jujur dan transparan adalah cara terbaik menjaga kepercayaan publik dan persatuan kita sebagai keluarga besar Sumatera Utara,” ujar Maruli. (arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: dpr riNasky Milenial CenterNasky Putra TandjungPartai Golkar
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

FKPQ Cerme Salurkan Donasi Rp17,4 Juta untuk Korban Bencana, Gelar Raker 2026

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Mediasi Ditempuh, Proses Hukum Konflik SMK Turen Malang Tak Dihentikan

Polemik Dualisme Yayasan SMK Turen, Bupati Malang Turun Tangan Cari Solusi

Polantas Menyapa, Cara Humanis Satlantas Gresik Rangkul Driver Trans Jatim

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Nelayan Mengare Gresik Diajak Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut

Prev Next

POPULER HARI INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Dukung Program MBG, Juru Masak di Blitar Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi

Isra Mikraj, Wali Kota Kediri Santuni Anak Yatim dan Duafa

Apresiasi Langkah Cepat Kakorlantas Tangani Insiden Mobil Patwal di Tol Tomang

JessC Fokus Garap Pasar Indonesia Usai Tutup Tur Dunia di Kuala Lumpur

OPINI: Implementasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Jatim

Babinsa Dampingi Posyandu Balita di Blora, Dukung Pencegahan Stunting

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d