JAVASATU.COM- Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, saat musim kemarau. Salah satunya terjadi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, di mana warga harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo.

Warga terlihat membawa timba, jeriken, hingga wadah penampungan air sejak pagi. Mereka rela mengantre di lokasi distribusi untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki BPBD Situbondo.
Air bersih tersebut menjadi bantuan bagi warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat sumber mata air yang mulai mengecil.
“Setelah mendapat jatah, warga membawa air bersih itu ke rumah masing-masing,” kata Iin Faimah, warga Desa Gunung Putri.
Petugas BPBD Situbondo kemudian mengisi jerigen dan bak penampungan milik warga secara bergiliran. Antrean warga dan wadah penampung air pun memadati lokasi distribusi.
Krisis air bersih terjadi karena musim kemarau membuat sejumlah sumber mata air di Situbondo mengecil, bahkan sebagian di antaranya mengering. Kondisi ini membuat warga di sejumlah desa kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
BPBD Situbondo mencatat krisis air bersih saat ini terjadi di enam kecamatan yang tersebar di delapan desa. Total sekitar 11 ribu jiwa terdampak kondisi tersebut.
Kepala BPBD Situbondo Timbul Surjanto mengatakan pihaknya akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak krisis.
“BPBD Situbondo akan terus mengirimkan air bersih ke wilayah yang terdampak krisis,” ujar Timbul, Jumat (31/7/2026).
Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah penanganan sementara selama warga menghadapi dampak musim kemarau.
BPBD Situbondo memastikan penyaluran dilakukan ke wilayah yang membutuhkan pasokan air. (dop/arf)