JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan langkah untuk menjaga populasi dan kualitas mangga podang Lereng Wilis setelah komoditas hortikultura khas daerah tersebut resmi memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Langkah itu dilakukan antara lain melalui peremajaan tanaman dengan pengadaan bibit serta edukasi kepada petani agar menjaga kualitas buah. Pemkab Kediri juga mengingatkan petani tidak menggunakan booster untuk mempercepat kematangan mangga.
“Kita juga terus mengedukasi petani untuk menjaga kualitas dari mangga podang itu,” kata Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, usai mengikuti sesi diskusi bertajuk “Pasti Ada Solusi” di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).
Mangga podang banyak dibudidayakan di wilayah Kabupaten Kediri, khususnya kawasan barat Sungai Brantas. Menurut Dewi, karakter rasa dan tekstur mangga podang berkaitan dengan kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis.
“Karakter dari mangga podang ini tidak lepas dari kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis. Itu yang membuat rasa dan teksturnya memiliki ciri khas ketika ditanam di kawasan tersebut,” ujarnya.
Sertifikat IG mangga podang Lereng Wilis diserahkan Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan diterima Dewi Mariya Ulfa mewakili Bupati Kediri. Sertifikat tersebut diberikan setelah komoditas itu melewati proses permohonan pendaftaran hingga pemeriksaan substantif.
Dengan sertifikat IG, Pemkab Kediri berharap produksi mangga podang dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan perlindungan lahan dan kualitas buah. Kemasan produk juga didorong semakin baik agar memiliki daya saing lebih tinggi.
“Dengan diterimanya sertifikat itu, mangga podang ke depannya bisa diproduksi semakin banyak dan mempercantik kemasan, tak kalah penting juga bagaimana kita menjaga lahan,” ucap Dewi.
Selain peningkatan produksi, Pemkab Kediri menargetkan mangga podang memiliki nilai jual yang lebih baik sehingga mampu bersaing dengan produk mangga yang dipasarkan di jaringan supermarket.
“Harganya diharapkan juga bisa bersaing dengan mangga-mangga yang ada di supermarket-supermarket,” tambahnya.

Kepala BRIDA Kabupaten Kediri Agus Setiyono mengatakan potensi mangga podang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan pohon dan lahan penghasil mangga podang perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Kami minta kepada masyarakat untuk bisa mengamankan terutama lahan, pohon, perlakuannya dan sebagainya supaya kualitasnya tetap terjaga,” pesan Agus. (kur/arf)