email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

by Syaiful Arif
17 September 2026

JAVASATU.COM- Menjadi bagian dari Malang tidak hanya tentang dari mana seseorang berasal, tetapi juga tentang bagaimana ia mengenal, mencintai, merawat, dan ikut memberi warna bagi kota ini. Semangat itulah yang ingin dibangun melalui gerakan budaya Ngalam Hebak (Malang Kabeh).

Logo Ngalam Hebak

Ketua Umum Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI) Dr. Wadji, M.Pd. mengatakan, Ngalam Hebak membawa semangat untuk menjadikan Malang sebagai ruang bersama. Kecintaan terhadap kota dapat tumbuh melalui kebersamaan dan kontribusi dari berbagai kalangan.

“Berkontribusi untuk Ngalam, tanpa merasa paling Ngalam,” kata Wadji, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, Malang sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat. Perjalanan sejarah, budaya, pendidikan, seni hingga kehidupan sosial turut membentuk wajah Malang yang dikenal hingga saat ini.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam motto Ngalam Hebak, yakni “Malang Kabeh, Kabeh untuk Malang.” Maknanya, Malang adalah ruang bersama yang terbuka bagi siapa saja untuk ikut mengenal, mencintai, merawat budaya, sekaligus memberikan kontribusi.

“Gerakan ini lahir dari gerakan kultural budaya warga yang telah disambut oleh Kapolresta Malang Kota dan Pemerintah Daerah. Sehingga ini menjadi gayung bersambut antara pemerintah daerah, Polri dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Melalui Ngalam Hebak, masyarakat diajak kembali mengenal perjalanan sejarah Malang sekaligus merawat berbagai kekayaan budaya yang tumbuh di dalamnya. Semangat tersebut berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap keberagaman masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kota.

Salah satu komitmen yang dibawa Ngalam Hebak adalah menjadikan Ngalam sebagai ruang bersama. Setiap orang, dengan latar belakang dan perjalanan yang berbeda, diharapkan dapat menemukan ruang untuk saling mengenal, berinteraksi dan memberikan kontribusi.

Wadji menyebut, keberagaman telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Malang. Jejak Kanjuruhan, Tumapel dan Singhasari, Majapahit, tradisi Panji dan Wayang Topeng Malangan hingga perkembangan Malang sebagai kota pendidikan menjadi bagian dari perjalanan budaya yang terus berkembang.

Karena itu, kecintaan terhadap Malang diharapkan dapat menjadi energi positif untuk merawat kebersamaan. Identitas lokal tidak hanya menjadi sesuatu yang dikenang, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara masyarakat yang telah lama tinggal di Malang dengan mereka yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan kota.

Semangat tersebut juga menyentuh generasi muda. Melalui pengenalan sejarah dan budaya lokal, mereka diharapkan semakin mengenal tempat yang menjadi ruang tumbuh dan berkarya, sekaligus terbuka terhadap keberagaman yang ada di sekitarnya.

BacaJuga :

38 Tersangka Pig Butchering di Sukoharjo-Solo Dilimpahkan ke JPU

Polisi Ungkap Kekerasan Seksual di Lowokwaru Malang, Pelaku Ditahan

“Ngalam Hebak akan mengangkat Osob Kiwalan atau boso walikan (bahasa dengan pengucapan dibalik, red) sebagai salah satu kekayaan budaya Malang,” ujar Wadji.

Selain budaya, Ngalam Hebak membawa semangat untuk ikut mendorong perkembangan Malang melalui berbagai bidang, mulai pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, lingkungan, seni hingga pelayanan kepada masyarakat.

“Kenali sejarahnya, rawat budayanya, hormati warganya, jaga kotanya, dan kontribusikan Ngalam untuk Indonesia dan dunia,” demikian semangat yang diusung dalam Ngalam Hebak.

Ngalam Hebak dijadwalkan dideklarasikan pada 27 September 2026 di Sasana Krida Budaya Celaket.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai kesenian dari Malang, Banyuwangi dan Bali, penampilan penyanyi Banyuwangi Demy, pencak silat serta UMKM.

Pada akhirnya, semangat Ngalam Hebak ingin menghadirkan cara sederhana untuk mencintai Malang: mengenal sejarahnya, menjaga budayanya, menghargai masyarakatnya dan ikut memberikan sesuatu bagi kota. Sebab, menjadi bagian dari Malang bukan tentang siapa yang paling Ngalam, melainkan bagaimana bersama-sama merawat Malang agar tetap menjadi ruang yang nyaman bagi semua. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

Lihat Arca Panji Asli, Siswa SD di Kota Malang Tanya: “Boleh Pegang?”

38 Tersangka Pig Butchering di Sukoharjo-Solo Dilimpahkan ke JPU

Polisi Ungkap Kekerasan Seksual di Lowokwaru Malang, Pelaku Ditahan

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran Survei Jalan dan Irigasi Cicatih

Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Mulai Berdampak, Orang Tua Lebih Tenang

Hadapi Kemarau, Gresik Siapkan Air Bersih untuk Wilayah Rawan Kekeringan

Perda Parkir Kota Malang 2026 Sudah Berlaku, Apa Saja Aturan Barunya?

PGRI Sukalarang Tekankan Keteladanan Guru di Peringatan Maulid Nabi

Maxim Klarifikasi Program Turbo dan Komisi Pengemudi Ojol

Prev Next

POPULER HARI INI

Nazali Lempo Siap Jika Dipercaya Pimpin Kejaksaan Agung

Ojol Maxim Sukabumi Demo ke DPRD, Tuntut Tarif dan Perlindungan Hukum

Dikira Razia, Ternyata Polisi Majalengka Punya Kejutan untuk Pengendara

Perda Parkir Kota Malang 2026 Sudah Berlaku, Apa Saja Aturan Barunya?

HUT Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Batu Donor Darah dan Beri Bingkisan Ojol

BERITA LAINNYA

Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

Lihat Arca Panji Asli, Siswa SD di Kota Malang Tanya: “Boleh Pegang?”

38 Tersangka Pig Butchering di Sukoharjo-Solo Dilimpahkan ke JPU

Polisi Ungkap Kekerasan Seksual di Lowokwaru Malang, Pelaku Ditahan

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran Survei Jalan dan Irigasi Cicatih

Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Mulai Berdampak, Orang Tua Lebih Tenang

Hadapi Kemarau, Gresik Siapkan Air Bersih untuk Wilayah Rawan Kekeringan

Perda Parkir Kota Malang 2026 Sudah Berlaku, Apa Saja Aturan Barunya?

PGRI Sukalarang Tekankan Keteladanan Guru di Peringatan Maulid Nabi

Maxim Klarifikasi Program Turbo dan Komisi Pengemudi Ojol

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Nazali Lempo Siap Jika Dipercaya Pimpin Kejaksaan Agung

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved