Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Lihat Arca Panji Asli, Siswa SD di Kota Malang Tanya: “Boleh Pegang?”

Sugi Hartono by Sugi Hartono
17 September 2026

JAVASATU.COM- Rasa penasaran muncul di kalangan siswa SDN Mulyorejo 1 Kota Malang saat melihat langsung arca yang diduga merupakan perwujudan Raden Panji. Bahkan, sejumlah siswa sempat bertanya apakah artefak tersebut boleh disentuh.

Momen itu terjadi saat Museum Mpu Purwa menggelar program Museum Keliling di SDN Mulyorejo 1, Kamis (17/9/2026). Siswa kelas 4, 5, dan 6 tidak hanya melihat arca dan keris, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai sejarah dan makna benda peninggalan masa lalu.

Kepala SDN Mulyorejo 1, Anita Supriyati Muthmainnah. (Foto: Ist/Sugi Hartono)

Kepala SDN Mulyorejo 1, Anita Supriyati Muthmainnah, mengatakan antusiasme siswa terlihat sejak koleksi sejarah diperkenalkan. Ketertarikan mereka salah satunya muncul karena benda yang dilihat merupakan artefak sejarah yang selama ini hanya mereka kenal dari pembelajaran.

“Anak-anak sempat bertanya, ‘Bu, boleh pegang?’ Akhirnya kami jelaskan bahwa kita harus menjaga benda purbakala ini,” ujar Anita.

ADVERTISEMENT

Menurut Anita, pengalaman melihat benda sejarah secara langsung memberikan pembelajaran berbeda bagi siswa sekolah dasar. Mereka dapat memahami bahwa peninggalan sejarah bukan sekadar materi dalam buku, melainkan benda nyata yang harus dijaga.

“Anak-anak usia SD masih membutuhkan sesuatu yang konkret. Dengan Museum Mpu Purwa datang ke sini, anak-anak bisa melihat secara langsung bahwa benda purbakala yang sesungguhnya itu memang ada,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan sejarah Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Sejarawan dan peneliti lokal Malang, Rakai Hino Galeswangi atau Sam Raka, kemudian memberikan penjelasan mengenai arca yang diduga sebagai perwujudan Raden Panji.

Raka menjelaskan, arca Panji memiliki makna simbolis dalam konteks kebudayaan Jawa. Arca tersebut menggambarkan gagasan mengenai hubungan antara kehidupan manusia dan alam spiritual.

“Arca yang diduga sebagai perwujudan Raden Panji melambangkan mediator atau perantara antara alam duniawi (manusia) dan alam suci (Tuhan/Dewa),” jelas Raka.

Ia mengatakan karakter arca Panji berbeda dengan arca kedewaan murni. Arca tersebut juga mencerminkan gagasan tentang kesempurnaan spiritual, transformasi jiwa dan perpaduan dengan nilai-nilai lokal Jawa.

“Berbeda dengan arca kedewaan murni, arca Panji mencerminkan simbol kesempurnaan spiritual, transformasi jiwa, serta integrasi nilai lokal Jawa yang sangat populer pada akhir masa Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-15,” lanjutnya.

Selain arca dan keris, Museum Keliling juga membawa materi budaya lainnya. Siswa dikenalkan dengan permainan tradisional seperti egrang, bekel dan neker. Mereka juga diperkenalkan dengan gamelan yang dapat digunakan untuk berlatih karawitan.

Museum Mpu Purwa memiliki 136 koleksi yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Kota Malang. Melalui program Museum Keliling, pengenalan koleksi tersebut dilakukan langsung di lingkungan sekolah sehingga siswa tidak harus selalu datang ke museum untuk mendapatkan pengalaman belajar sejarah.

Kepala Bidang Kebudayaan, Rendra Patrisna, turut memberikan pengantar mengenai sejarah dan kebudayaan Malang dalam kegiatan tersebut.

Anita menyambut positif program Museum Keliling yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi siswa yang belum banyak memiliki kesempatan mengunjungi museum.

“Dalam program Museum Keliling dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini sangat bermanfaat. Bisa memberikan wawasan baru untuk anak-anak kami yang memang masih belum terlalu sering datang ke museum,” kata Anita.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya Indonesia. Siswa tidak hanya mengenal artefak, tetapi juga memahami pentingnya menghargai, merawat dan mempelajari warisan budaya.

SDN Mulyorejo 1 juga berencana mengagendakan kunjungan langsung ke Museum Mpu Purwa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman siswa dalam mengenal koleksi dan sejarah Kota Malang.

“Harapan kami anak-anak bisa mendapatkan informasi yang aktual dari narasumber yang memang memahami sejarah. Ke depannya kami juga bisa mengadakan kunjungan ke sana, supaya anak-anak tahu bahwa Kota Malang punya museum sendiri,” pungkas Anita. (har/arf)

Tags: Kota Malangpendidikan
Previous Post

38 Tersangka Pig Butchering di Sukoharjo-Solo Dilimpahkan ke JPU

Next Post

Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

Related Posts

DPRD Soroti Kekurangan 3.179 ASN Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang
Pendidikan

DPRD Soroti Kekurangan 3.179 ASN Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang

4 November 2026
KKG Dukun Gresik Siapkan Telaah Soal SAS Ganjil untuk Kelas 1-6
Pendidikan

KKG Dukun Gresik Siapkan Telaah Soal SAS Ganjil untuk Kelas 1-6

4 November 2026
Disdik Kabupaten Malang Soroti Data Bangunan Sekolah Tak Sesuai Kondisi Lapangan
Pendidikan

Disdik Kabupaten Malang Soroti Data Bangunan Sekolah Tak Sesuai Kondisi Lapangan

3 November 2026
Tiga Inovasi Paten UB Tampil di Forum Bisnis Paten Indonesia 2026
Pendidikan

Tiga Inovasi Paten UB Tampil di Forum Bisnis Paten Indonesia 2026

3 November 2026
Puluhan Sekolah di Kabupaten Malang Jauh dari Akses Transportasi, DPRD Usulkan Antarjemput
Pendidikan

Puluhan Sekolah di Kabupaten Malang Jauh dari Akses Transportasi, DPRD Usulkan Antarjemput

3 November 2026
Santri An-Nur 3 Bululawang Raih Juara 2 MQK Se-Jatim
Pendidikan

Santri An-Nur 3 Bululawang Raih Juara 2 MQK Se-Jatim

3 November 2026
Next Post
Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

Ngalam Hebak: Jadi Wong Malang Tak Harus Merasa Paling Ngalam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com