JAVASATU.COM- Program revitalisasi 130 sekolah di Kabupaten Majalengka mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa dan orang tua. Perbaikan ruang kelas, sanitasi, toilet, ruang UKS hingga fasilitas pendukung lainnya membuat lingkungan sekolah menjadi lebih layak, aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Perubahan kondisi sekolah tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas siswa dan guru. Sejumlah orang tua mengaku lebih tenang ketika anak-anak mereka berada di sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai.
Siti (42), warga Kecamatan Banjaran, merupakan salah satu orang tua yang merasakan perubahan tersebut. Ia mengaku senang melihat kondisi sekolah anaknya setelah mendapatkan perbaikan.
“Sebagai orang tua tentu kami senang. Anak-anak sekarang lebih nyaman ke sekolah. Kalau ruang kelas bagus, bersih dan fasilitasnya memadai, kami juga merasa lebih tenang ketika anak belajar,” ujar Siti, Kamis (17/9/2026).
Menurut Siti, lingkungan sekolah yang nyaman juga dapat memengaruhi semangat anak untuk datang dan mengikuti pembelajaran.
“Anak juga lebih semangat kalau sekolahnya nyaman. Mudah-mudahan program seperti ini terus dilanjutkan, terutama untuk sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Dedi (45), warga Palasah. Menurutnya, kondisi sarana pendidikan menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Bagi kami orang tua, sekolah yang aman dan nyaman itu sangat penting. Anak-anak menghabiskan banyak waktu di sekolah. Kalau fasilitasnya baik, tentu kami lebih tenang dan anak juga bisa lebih fokus belajar,” ungkapnya.
Dedi berharap perbaikan fasilitas sekolah tidak berhenti setelah pekerjaan pembangunan selesai. Ia menilai sarana yang telah diperbaiki perlu dirawat bersama agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Setelah diperbaiki, tentunya harus sama-sama dijaga. Sekolah, siswa, guru dan masyarakat harus ikut merawat fasilitas yang sudah dibangun supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Revitalisasi 130 Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Muhamad Umar Ma’ruf mengatakan, perbaikan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan yang mencakup 130 sekolah.
Program tersebut menyasar sejumlah fasilitas utama penunjang pendidikan. Selain ruang kelas, revitalisasi mencakup toilet, ruang UKS dan sarana pendukung lainnya.
Revitalisasi dilakukan pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
“Revitalisasi ini mencakup 130 sekolah. Pekerjaannya tidak hanya ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS dan sarana pendukung lainnya. Kita ingin sekolah memiliki lingkungan yang lebih layak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” kata Muhamad Umar Ma’ruf.
Ia mengatakan, peningkatan sarana dan prasarana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Fasilitas yang memadai diharapkan memberikan kenyamanan bagi siswa sekaligus membantu guru menjalankan proses pembelajaran secara lebih optimal. Kelayakan bangunan juga berkaitan dengan keselamatan seluruh warga sekolah.
“Harapannya, revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat langsung kepada sekolah. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, guru bisa mengajar dengan lebih baik, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan aman,” tambahnya.
Eman: Revitalisasi Bukan Sekadar Perbaikan Gedung
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Menurut Eman, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan tenaga pendidik. Sarana dan prasarana yang memadai juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Revitalisasi sekolah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat. Ketika ruang kelasnya layak dan lingkungan sekolahnya baik, tentu akan memberikan pengaruh terhadap kualitas belajar mereka,” ujar Eman, Rabu (16/9/2026).
Eman menyebut kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Majalengka masih cukup besar. Sementara itu, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki keterbatasan untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut sekaligus.
Karena itu, Pemkab Majalengka terus melakukan langkah jemput bola dengan mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi sekolah kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kita setiap tahun terus melakukan jemput bola. Kita datang dan mengusulkan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Majalengka bisa mendapatkan dukungan. Kita tidak hanya menunggu, tetapi aktif memperjuangkan kebutuhan sekolah-sekolah kita,” tegasnya.
Menurut Eman, usulan pembangunan dan rehabilitasi disusun dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, dukungan yang diperoleh dapat diarahkan kepada sekolah yang membutuhkan penanganan.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak semua kebutuhan bisa diselesaikan sekaligus. Karena itu, kita terus mencari sumber dukungan lain, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi. Yang penting bagaimana sekolah-sekolah yang kondisinya membutuhkan perbaikan bisa kita tangani secara bertahap,” katanya.
Pemkab Majalengka Ingin Sekolah Layak untuk Semua Anak
Eman berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan sarana pendidikan di Majalengka dapat terus meningkat.
Ia menegaskan, tujuan revitalisasi bukan hanya menghasilkan bangunan sekolah yang lebih baik secara fisik, tetapi memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang layak.
“Target kita bukan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi memastikan anak-anak Majalengka belajar di tempat yang aman, sehat dan nyaman. Setiap tahun kita akan terus berikhtiar, melakukan jemput bola dan mengawal usulan-usulan tersebut agar pembangunan pendidikan di Majalengka semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mencari sumber dukungan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sekolah.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berusaha mencari dukungan dan memperjuangkan pembangunan serta rehabilitasi sekolah. Kita ingin seluruh anak di Majalengka mendapatkan hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang layak, aman dan nyaman,” pungkasnya.
Program revitalisasi 130 sekolah tersebut menjadi salah satu upaya pemerataan sarana pendidikan di Kabupaten Majalengka. Selain pembangunan fisik, keberlanjutan manfaat fasilitas juga membutuhkan peran sekolah, siswa, guru, komite sekolah, orang tua dan masyarakat.
Dengan perawatan bersama, revitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan kondisi bangunan, tetapi turut mendukung kenyamanan, keselamatan, kesehatan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik. (eko/arf)