email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 7 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemkab Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia, Pastikan Anak Pekerja Migran Punya Identitas dan Akses Pendidikan

by Sudasir Al Ayyubi
15 Oktober 2025

JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Selasa (14/10/2025).

Pemkab Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia, Pastikan Anak Pekerja Migran Punya Identitas dan Akses Pendidikan. (Foto: Ist)

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik dalam memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan.

Pastikan Anak Pekerja Migran Tak Jadi “Stateless”

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, inti dari kerja sama ini adalah memastikan seluruh anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang sah agar tidak menjadi “stateless” atau tanpa kewarganegaraan.

“Anak-anak kita harus difasilitasi asal-usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, mereka berhak atas identitas lengkap. Tanpa dokumen, mereka tidak bisa sekolah, tidak mendapat jaminan kesehatan, bahkan berpotensi kehilangan masa depan,” tegas Yani.

Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan. Tanpa identitas, anak-anak pekerja migran tidak akan bisa melanjutkan pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi.

“Orang tua mereka adalah pahlawan devisa. Sudah seharusnya pemerintah hadir memberi perhatian penuh kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

Komitmen Perlindungan dan Layanan Publik

Yani menilai, penandatanganan MoU ini juga menjadi wujud komitmen Pemkab Gresik dalam menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang inklusif bagi anak-anak pekerja migran.

“Alhamdulillah, MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” ucapnya.

Ia menegaskan, perlindungan anak pekerja migran bukan hanya urusan administrasi kependudukan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal hanya karena persoalan identitas,” kata Yani.

BacaJuga :

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Dubes Hermono: Langkah Pemkab Gresik Harus Jadi Contoh Nasional

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono menyambut baik langkah Pemkab Gresik dan menyebutnya sebagai terobosan penting pemerintah daerah dalam perlindungan anak pekerja migran.

“Apa yang dilakukan Bupati Gresik adalah langkah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi tersingkir hanya karena mereka anak pekerja migran. MoU ini harus jadi contoh bagi daerah lain,” ujar Hermono.

Hermono menjelaskan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia masih beragam. Di wilayah Sabah dan Sarawak, pendidikan sudah difasilitasi melalui kerja sama pemerintah, sedangkan di Semenanjung Malaysia, dukungan datang dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, kini berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan dukungan perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurut Hermono, perlindungan pekerja migran menjadi tanggung jawab bersama, dan peran pemerintah daerah sangat krusial sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Langkah Gresik untuk Masa Depan Anak Pekerja Migran

Dengan adanya MoU ini, Pemkab Gresik berkomitmen untuk mengintegrasikan data anak pekerja migran agar mereka mendapatkan identitas kependudukan, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.

Program ini diharapkan menjadi model nasional dalam perlindungan anak PMI sekaligus penguatan pembangunan SDM Indonesia di luar negeri. (bas/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Fandi Akhmad YaniKBRI MalaysiaPekerja Migran IndonesiaPemkab Gresik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Diduga Tipu Sejumlah Pemasok, Perempuan di Singosari Malang Diamankan Polisi

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Liburan Bersama Keluarga

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir Raih JMSI Jatim Award 2026

Ibrahim Mbaye, Aset Akademi PSG yang Bersinar di Tim Utama

SMP Negeri 1 Gresik Lahirkan Puluhan Hafiz dan Hafizah

Pawsicles Bawa Nostalgia Cinta SMA Lewat ‘Bittersweet Memories’

MUI Gresik Matangkan Strategi Program 2026, Perkuat Kolaborasi Antar Komisi

DPRD Kabupaten Malang: Digitalisasi UMKM Harus Diimbangi Kualitas Produk

Prev Next

POPULER HARI INI

Ibrahim Mbaye, Aset Akademi PSG yang Bersinar di Tim Utama

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Liburan Bersama Keluarga

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir Raih JMSI Jatim Award 2026

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

BERITA LAINNYA

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Diduga Tipu Sejumlah Pemasok, Perempuan di Singosari Malang Diamankan Polisi

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Liburan Bersama Keluarga

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir Raih JMSI Jatim Award 2026

Ibrahim Mbaye, Aset Akademi PSG yang Bersinar di Tim Utama

SMP Negeri 1 Gresik Lahirkan Puluhan Hafiz dan Hafizah

Pawsicles Bawa Nostalgia Cinta SMA Lewat ‘Bittersweet Memories’

MUI Gresik Matangkan Strategi Program 2026, Perkuat Kolaborasi Antar Komisi

DPRD Kabupaten Malang: Digitalisasi UMKM Harus Diimbangi Kualitas Produk

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Road Race Malang Tekan Balap Liar, Ajang Berburu Talenta Pembalap Muda

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved