JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berkomitmen menjaga keamanan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah dengan melakukan pengawasan berkala terhadap jajanan takjil. Komitmen itu ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (23/2/2026).

Sidak tersebut didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fahmi Adi Priyantoro dan melibatkan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh makanan dan minuman yang beredar aman serta layak dikonsumsi masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu jenis makanan berupa kerupuk yang terindikasi mengandung pewarna berbahaya. Produk tersebut telah diminta untuk tidak lagi diperjualbelikan karena berpotensi membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi.
Wali Kota Kediri menegaskan pengawasan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan seluruh takjil yang dijual benar-benar aman dan layak konsumsi. Masyarakat yang berbuka puasa harus merasa tenang dan yakin bahwa makanan yang dibeli sehat dan berkualitas,” ujar Vinanda di lokasi sidak.
Ia juga mengimbau para pedagang agar selalu menggunakan bahan baku yang aman serta menjaga kualitas produk.
“Kepada para pedagang, kami minta agar tidak menggunakan bahan berbahaya dan selalu memperhatikan standar keamanan pangan. Ini demi kesehatan bersama,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, total 56 sampel makanan dan minuman diperiksa. Selain di Jalan Jaksa Agung Suprapto, pengujian juga dilakukan di kawasan GOR dan Pasar Bandar yang menjadi sentra penjualan takjil. Dari hasil pemeriksaan di dua lokasi tersebut, seluruh sampel dinyatakan aman.
Vinanda menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan berlangsung secara berkala selama Ramadan.
“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama Dinas Kesehatan dan BPOM di berbagai titik penjualan takjil,” katanya.
Terhadap penjual yang kedapatan menjual produk terindikasi berbahaya, Pemkot Kediri akan menelusuri sumber produk, baik diproduksi sendiri maupun berasal dari pabrik tertentu, dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kediri menjaga keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat selama bulan suci Ramadan. (kur/arf)