JAVASATU.COM- Pengurus Komisariat (PK) PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik menjadikan sosok Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik sebagai teladan sekaligus spirit pergerakan kader melalui peluncuran buku Futuhus Sama’: Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan. Peluncuran buku karya kolektif kader tersebut dirangkai dengan kegiatan Ngaji Sejarah yang menghadirkan sejumlah budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik.

Buku tersebut merupakan hasil proses kaderisasi melalui Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa. Isinya mengupas sejarah dan keteladanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai penyebar Islam di tanah Jawa yang dinilai relevan dalam membangun semangat pergerakan mahasiswa.
“Buku Futuhus Sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada Pelatihan Kader Dasar V kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrumen untuk proses kaderisasi sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” kata Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa, M. Hadi Khoirur Roziqin, Kamis (18/6/2026).
Roziqin menilai sejarah perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim perlu terus dipelajari agar menjadi sumber inspirasi bagi kader PMII dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Karena itu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.
Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa, M. Gus Maulana Yasin, mengatakan buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk memperkuat tradisi intelektual dan terus bergerak sesuai perkembangan zaman.
“Jika Futuhus Sama’ Nabi Muhammad SAW merupakan perjalanan vertikal dan hijrah sebagai implementasi horizontal membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ ini diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan momentum Tahun Baru Hijriah untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan peluncuran buku tersebut menjadi wujud komitmen kader PMII dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual.
“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain peluncuran buku, kegiatan Ngaji Sejarah menjadi ruang bagi kader PMII untuk memperkuat kesadaran historis dan memahami sejarah lokal sebagai pijakan dalam membangun gerakan yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal.
Acara tersebut turut dihadiri ahli filologi Prof. Menachem Ali, Ketua Umum MAPSINU Nurul Yaqin, budayawan Gresik Kris Adji AW, Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, pengurus MAPSINU, serta kader PMII se-Kabupaten Gresik. (bas/arf)