JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. menegaskan pentingnya membangun dan merawat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat modern. Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dampak besar dalam membangun peradaban yang harmonis dan produktif.

Dalam keterangannya, Prof Barizi menyampaikan bahwa silaturahmi mampu melahirkan positive synergy antarindividu maupun kelompok.
“Ketika hubungan manusia terjalin dengan baik, maka energi positif akan muncul. Dari sinilah kemudian lahir berbagai bentuk kerja sama yang produktif dan saling menguntungkan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, sinergi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek duniawi, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan. Hal ini selaras dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun demikian, Prof Barizi menekankan bahwa menjaga silaturahmi yang berdampak tidak cukup dilakukan secara lahiriah, melainkan harus diperkuat dengan nilai-nilai spiritual.
“Silaturahmi yang kuat harus ditopang oleh kedalaman spiritual. Tanpa itu, hubungan hanya akan bersifat formal dan mudah rapuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu cara efektif memperkuat dimensi spiritual adalah melalui ibadah salat tahajud. Menurutnya, tahajud berperan penting dalam membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, serta menumbuhkan keikhlasan dalam berinteraksi dengan sesama.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).
Menurutnya, tahajud bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi juga sarana pembentukan karakter batin yang kuat. Dari kekuatan tersebut lahir keikhlasan, kesabaran, serta kemampuan membangun hubungan yang tulus dan berkelanjutan.
“Ketika hati sudah bersih dan kuat secara spiritual, maka silaturahmi yang dibangun tidak lagi sekadar relasi sosial, tetapi menjadi jalan keberkahan, memperluas manfaat, dan memperpanjang nilai kehidupan itu sendiri,” pungkasnya.
Dengan demikian, integrasi antara silaturahmi dan penguatan spiritual menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat. (nuh)