JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melatih remaja menjadi konselor sebaya sekaligus agen perubahan untuk membantu mencegah kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai persoalan sosial di lingkungan anak dan remaja.

Pelatihan Konselor Sebaya dan peluncuran gerakan remaja sebagai agent of change digelar Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) bersama Forum Puspa Pinatih di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan konselor sebaya harus mampu memahami persoalan remaja dari berbagai sisi, mulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan.
“Permasalahan remaja pada dasarnya bersumber dari tiga hal, yakni diri sendiri, lingkungan, dan keluarga. Sebagai konselor sebaya, jangan hanya melihat dari satu sudut pandang,” kata Alif.
Menurut Alif, konselor sebaya harus memiliki kemampuan mengelola persoalan pribadi sebelum membantu teman yang menghadapi masalah. Ia juga mengingatkan remaja agar mewaspadai penyalahgunaan narkoba dan penggunaan vape.
Alif turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter remaja. Ia meminta peserta tidak mudah merasa paling pintar atau paling benar dan terus mengembangkan kemampuan.
“Kalian adalah calon pemimpin yang akan mengisi kepemimpinan 10 hingga 20 tahun yang akan datang. Maka, jadilah generasi yang rendah hati, jangan pernah merasa paling pintar atau paling benar,” ujarnya.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik Titik Ernawati mengatakan anak dan remaja harus dilibatkan sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar menjadi objek kebijakan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong berani menyampaikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, serta mampu menjadi teladan bagi teman sebaya.
“Melalui pelatihan ini, anak-anak diajak untuk berani menyampaikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, serta mampu menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya,” ujar Titik.
Pemkab Gresik juga berencana memperkuat dan merevitalisasi program Rumah Curhat di tingkat kecamatan hingga desa. Program tersebut diharapkan menjadi ruang terpadu bagi organisasi remaja dan perempuan untuk menyampaikan persoalan serta mendapatkan pendampingan.
Ketua Forum Puspa Pinatih Gresik Riyadlotus Sholichah mengatakan peserta pelatihan berasal dari Forum Anak, PIK-R, GenRe, dan sejumlah sekolah di Kabupaten Gresik.
Ia berharap konselor sebaya mampu menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Mereka didorong menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat sekaligus berani melaporkan kekerasan maupun tindakan yang merugikan teman sebaya.
“Sebagai pelopor, mereka menjadi teladan hidup sehat dan berprestasi. Sedangkan sebagai pelapor, mereka memiliki empati dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak menyenangkan atau kekerasan yang menimpa teman sebaya mereka,” kata Riyadlotus. (bas/arf)