JAVASATU.COM-MALANG- Memanfaatkan lahan sempit yang sekaligus dijadikan Taman Toga di dalam lingkungan RT perumahan, warga RT 08 RW 11, Perumahan Bumi Banjararum Asri desa Banjararum kecamatan Singosari kabupaten Malang panen beragam sayuran.

Melalui inisiasi PKK bersama perangkat RT, karang taruna dan tokoh masyarakat serta warga setempat, pada Sabtu (9/9/2023), mereka memanen sayuran Selada setelah beberapa minggu memanfaatkan lahan itu untuk budidaya.
Ketua PKK RT 08, Nurlela menyampaikan, setelah beberapa minggu menanam sayuran Selada bersama perangkat RT dan tokoh masyarakat RT 08, kini hasilnya bisa dipetik.
“Meski lahannya terbatas, tapi dengan kreativitas dan teknik menanam, hasilnya juga cukup lumayan bagus dan banyak. Ke depan semoga lebih bagus lagi. Anggota PKK RT 08 berjumlah 40 orang. Semoga juga tetap kompak,” ucap Nurlela.

Tokoh Masyarakat RT 08 sekaligus motor Taman Toga, Sukiyat menjabarkan, kegiatan panen hasil taman toga ini dilaksanakan sejak tiga periode kepengurusan RT terdahulu. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan lahan fasum dan taman di lingkungan RT 08.
“Sejumlah sayuran yang dibudidayakan di Taman Toga ada Selada, Kol atau Kubis, Bawang Prei, Cabai, tanaman hias, tanaman obat. Di sini juga dimanfaatkan budidaya ikan Nila juga,” ungkap pria mantan Ketua RT 08 ini.
Sukiyat berharap, warga RT 08 terus memanfaatkan Taman Toga RT 08, menurut Sukiyat, semakin banyak tanaman di lingkungan RT, semakin bagus udara yang dihasilkan untuk lingkungan permukiman, terutama di perumahan.
“Ayo warga RT 08 semua kompak menghijaukan lingkungan kita, supaya asri, sejuk dan nyaman,” imbuhnya menandaskan.

Tokoh Masyarakat RT 08 sekaligus penggerak Taman Toga, Florence Dianna Heny P menambahkan, pembudidayaan tanaman di Taman Toga RT 08 ini menggunakan pupuk organik. Untuk hasil panennya dibeli warga sekitar.
“Ini menggunakan pupuk organik. Hasilnya dibeli warga, warga sangat antusias. Bahkan dari warga RT luar juga ada yang membeli. Artinya ini juga menggerakkan perputaran roda ekonomi dan UMKM walaupun hanya tingkat RT dan RW,” pungkas Florence. (Bam/Nuh)