email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 8 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Bersama RSUD Kepohbaru dan RS Aisyiyah, Diskominfo Bojonegoro Sosialisasi Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan

by Bambang Kuswantoro
23 Juli 2022

JAVASATU.COM-BOJONEGORO- Bersama dokter spesialis anak dari RSUD Kepohbaru dan RS Aisyiyah Bojonegoro, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro melalui program siaran ‘SAPAI’ (Selamat Pagi milik Radio Malowopati FM pada Jumat (22/7/2022) melakukan sosialisasi pentingnya Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Bersama RSUD Kepohbaru dan RS Aisyiyah, Diskominfo Bojonegoro Sosialisasi Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan. (Foto: Istimewa)

Dengan dipandu penyiar Lia Yunita, siaran ini dapat diikuti secara live YouTube kanal Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Dalam siaran itu yang dikabarkan Bojonegorokab.go.id, Dokter Suhasta Nova,Sp.A., spesialis anak RSUD Kepohbaru mengungkapkan hal yang harus dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu menjaga kesehatan dan nutrisi ibu hamil, memberikan stimulasi, memberikan nutrisi yang tepat, menjaga anak dari infeksi, dan istirahat yang cukup.

Dia menjelaskan pada usia 0-18 tahun terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang merupakan ciri khas anak. Usia 1.000 hari pertama kehidupan (0-2 tahun) merupakan fase emas sekaligus fase kritis. Disebut fase emas karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat terutama pada otak sekitar 80%. Selain itu, fase kritis karena jika salah dalam pengasuhan anak maka pertumbuhan otak akan terhambat.

“Otak penting karena merupakan pusat dari segala aktivitas organ tubuh yang lainnya,” tandasnya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dan nutrisi ibu hamil. Ibu hamil harus rutin periksa kehamilan minimal 6 kali selama kehamilan dan minimal 2 kali pemeriksaan oleh dokter pada trimester 1 dan 3 (2x TM1, 1x TM2, 3x TM3). Berikutnya makan gizi seimbang (1 porsi lebih banyak daripada sebelum hamil), menjaga pola hidup bersih dan sehat (hindari merokok, alkohol), melakukan aktivitas fisik dengan memperhatikan kondisi ibu dan keamanan janin, istirahat cukup (6-7 jam/hari), serta menghindari stres berlebihan.

Dia juga menjelaskan cara memberikan stimulasi anak yaitu dengan interaksi 2 arah, menghindari penggunaan handphone, televisi, atau laptop pada anak usia < 2 tahun. Untuk anak usia 2-6 tahun maksimal 1 jam, anak usia 6-12 tahun maksimal 1,5 jam, untuk usia 12-18 tahun maksimal 2 jam, serta memberikan stimulasi dengan penuh kasih sayang.

Lebih lanjut Dokter Suhasta menunjukkan cara agar berhasil dalam memberikan ASI pada anak adalah dengan melakukan inisiasi dini. Tidak memberikan minum atau makanan yang lain pada anak usia sampai 6 bulan, kecuali ada indikasi khusus yang ditentukan oleh dokter.

“Susui bayi sesering mungkin 8-12 kali dan setiap kali bayi menginginkan, susui sampai payudara terasa kosong lalu pindah ke payudara yang lain. Menyusui selama 15-20 menit pada tiap payudara, susui anak dalam kondisi yang menyenangkan, nyaman dan penuh kasih sayang, hindari stress berlebihan, dan ibu harus makan makanan dengan gizi seimbang,” tuturnya.

Menurut dia, cara memberikan nutrisi yang tepat pada anak adalah memberikan ASI eksklusif pada usia 6 bulan dan ASI bisa dilanjutkan sampai usia 2 tahun dengan pemberian MP (Makanan Pendamping) ASI.

“Berikan MP ASI sesuai jumlah, jenis, dan jadwal, serta berikan MP ASI sesuai dengan aturan makan,” imbuhnya.

Cara memberikan MP ASI sesuai jumlah, jenis, dan jadwal adalah sebagai berikut:

1. Usia 6-8 bulan sebanyak 1/2 mangkok ukuran 250 ml tiap kali makan dan berikan 2-3 kali sehari dengan makanan ringan 1-2x (200 kkal) + ASI;

2. Usia 9-11 bulan sebanyak 1/2 – 3/4 mangkok ukuran 250 ml tiap kali makan dan berikan 3-4 kali dengan selingan 1-2 kali (300 kkal) + ASI;

3. Usia 12-23 bulan sebanyak 3/4 – 1 mangkok ukuran 250 ml tiap kali makan dan berikan 3-4 kali dengan selingan 1-2 kali (500 kkal) + ASI.

Dokter Suhasta juga menyarankan agar orang tua memberikan makan sesuai jumlah, jenis dan jadwal. Memberikan makanan dengan sabar, telaten dan penuh kasih sayang. Hindari kegiatan lain saat makan seperti memberikan handphone, televisi, mainan, mengajak jalan-jalan, karena hal ini menyebabkan anak tidak sadar bahwa saat itu dia dalam posisi makan. Jangan pula memaksa anak untuk menghabiskan makan karena hal itu akan menyebabkan anak akan trauma dan justru kedepan anak malah tidak mau makan.

“Maksimal proses pemberian makan adalah 30 menit karena setelah 30 menit konsentrasi anak untuk kegiatan makan sudah sangat menurun. Selalu tawarkan makanan baru, 10-15 x penawaran, berikan makanan selingan diantara makan utama jika anak tampak lapar,” tambahnya lagi.

Hal lain yang tidak kalah penting, kata dia, adalah bagaimana cara menghindari infeksi. Yaitu dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat, memberikan imunisasi pada anak sesuai jadwal, memberikan nutrisi yang tepat pada anak, serta istirahat yang cukup. Maka waktu anak tidur yang ideal sebagai berikut:

1. Usia 0-1 bulan : 14-18 jam

2. Usia 1-24 bulan : 12-14 jam

3. Usia 3-6 tahun : 11-13 jam

BacaJuga :

PMI, Puskesmas dan Warga Selodakon Jember Bersatu Perangi DBD

Kader Posyandu Kebungson Diuji, Kompetensi Layanan Kesehatan Ditingkatkan

4. Usia 6-12 tahun : 10 jam.

(*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Diskominfo BojonegoroRS Aisyiyah BojonegoroRSUD Kepohbaru Bojonegoro

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

15 Taruna Akpol Ditempa di Wilayah Hukum Polres Gresik

MBG di Gresik Harus Sehatkan Anak dan Lingkungan

Pemkab Gresik Siap Subsidi Distribusi Buah untuk MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

EMBA Group Tegaskan Nama EMBA Bukan Singkatan Embong Bandulan

Swasembada Gula, PG Kebon Agung Malang Target Produksi 165 Ribu Ton

Pramuka dan Relawan Suket Teki Bedah Tiga Rumah Warga Kota Kediri

OPINI: Tak Ada Literasi di Kedai Kopi

Rumah Dua Lantai di Pendem Batu Terbakar Saat Ditinggal Kerja dan Sekolah

Polres Gresik Kawal Ketahanan Pangan, Pantau Tanaman Cabai di Panceng

Prev Next

POPULER HARI INI

Rumah Dua Lantai di Pendem Batu Terbakar Saat Ditinggal Kerja dan Sekolah

OPINI: Tak Ada Literasi di Kedai Kopi

Ledakan di Bekas Markas OPM Lanny Jaya Tewaskan Pemuda 18 Tahun

EMBA Group Tegaskan Nama EMBA Bukan Singkatan Embong Bandulan

Pramuka dan Relawan Suket Teki Bedah Tiga Rumah Warga Kota Kediri

BERITA LAINNYA

15 Taruna Akpol Ditempa di Wilayah Hukum Polres Gresik

MBG di Gresik Harus Sehatkan Anak dan Lingkungan

Pemkab Gresik Siap Subsidi Distribusi Buah untuk MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

EMBA Group Tegaskan Nama EMBA Bukan Singkatan Embong Bandulan

Swasembada Gula, PG Kebon Agung Malang Target Produksi 165 Ribu Ton

Pramuka dan Relawan Suket Teki Bedah Tiga Rumah Warga Kota Kediri

OPINI: Tak Ada Literasi di Kedai Kopi

Rumah Dua Lantai di Pendem Batu Terbakar Saat Ditinggal Kerja dan Sekolah

Polres Gresik Kawal Ketahanan Pangan, Pantau Tanaman Cabai di Panceng

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved