Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kepala DLH Kabupaten Malang Jadi Sasaran Amarah Petani

Agung Baskoro by Agung Baskoro
8 September 2023
0

JAVASATU.COM-MALANG- Saat audiensi dengan para perwakilan petani terdampak dugaan limbah kotoran sapi PT Greenfields Indonesia di Kantor Desa Kesamben, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo menjadi sasaran amarah para petani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, saat audiensi dengan para petani desa Kesamben kecamatan Ngajum (Foto : Agung-Javasatu.com)

Acara yang juga dihadiri para anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Camat Ngajum, pegawai DLH serta Kepala Desa Kesamben, memanas ketika Budi diberikan waktu untuk memberikan penjelasan. Selasa (17/03/2020).

Video suasana audiensi Dinas Lingkungan Hidup, DPRD kab Malang dengan para petani desa Kesamben kecamatan Ngajum. (Selasa 17/3/2020)

Tidak lama setelah Kepala DLH menyampaikan penjelasan, sanggahan-sanggahan muncul dari para audiens yang mayoritas petani. Cukup lama perdebatan berlangsung antara petani dan Kepala DLH.

Dari pantauan javasatu, Budi meminta data-data yang valid mulai dari kerugian hingga seberapa luas sawah yang terdampak itu, namun justru ucapannya itu seolah dianggap menyudutkannya, para petani dianggap tidak bisa menunjukan bukti-bukti yang kuat.

“Itu sudah kami lakukan sejak lama, tapi sampean hanya ngobral janji saja, saya sudah tidak percaya dengan pak Budi” celetuk salah satu petani.

Kontan Budi Iswoyo yang kala itu berdiri sambil memegang mikrofon itu, langsung duduk seketika sambil terlihat wajahnya yang penuh kesal.

Setelah berdebat panjang lebar, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi serta anggotanya, Zia’ul Haq, akhirnya mampu meredam suasana.

Para petani meluapkan amarahnya lantaran pihak DLH dianggap tidak serius dalam menyelesaikan persoalan limbah ini. Selama ini para petani sudah sering mengadukan soal limbah ini ke DLH, namun tidak ada tindak lanjut yang berarti. Hal inipun dibenarkan Kepala Desa Kesamben, H Misdi.

“Ini kan nasibnya petani, kalau ini tidak selesai mereka mau makan apa. Saya sering telepon ke pak Budi tapi nggak pernah diangkat,” kata Misdi, saat pertemuan berlangsung.

Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Malang, Budi Iswoyo kemudian menjawab tudingan para petani itu. Pihaknya saat ini tengah berjuang agar para petani di Kesamben bisa mendapatkan kompensasi dari Greenfields.

“Kita dari LH bukan membela Greenfields, tapi membela petani. Jadi dari data itu supaya dapat kompensasi” ujar Budi. (Agb/Saf)

Tags: beritaberita videoDLH Kabupaten Malangvideo
Previous Post

DLH Kabupaten Malang Geram Terkait IPAL PT Greenfields Indonesia

Next Post

Meski Pemkot Batu Putuskan 16 Maret, Wisata Jatim Park Group Pilih Tutup 20 Maret.

Related Posts

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang
Kabupaten Malang

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

26 April 2026
Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan
Berita

Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan

25 April 2026
Jalan Diperbaiki, Warga Malang Selatan Apresiasi Kinerja Bina Marga
Berita

Jalan Diperbaiki, Warga Malang Selatan Apresiasi Kinerja Bina Marga

25 April 2026
SPBU “Nakal” di Kota Malang Disanksi, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite 30 Hari
Berita

Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polres Malang Bongkar Oplosan LPG Subsidi

24 April 2026
Polisi Bongkar Praktik LPG Oplosan di Malang, Gas Subsidi Disulap Jadi Non-Subsidi
Berita

Polisi Bongkar Praktik LPG Oplosan di Malang, Gas Subsidi Disulap Jadi Non-Subsidi

24 April 2026
Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi
Berita

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

23 April 2026
Next Post
Meski Pemkot Batu Putuskan 16 Maret, Wisata Jatim Park Group Pilih Tutup 20 Maret.

Meski Pemkot Batu Putuskan 16 Maret, Wisata Jatim Park Group Pilih Tutup 20 Maret.

Pos-pos Terbaru

  • Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas
  • Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako
  • Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah
  • Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan
  • Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com