email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kemiskinan Ekstrem di 2024 Ditargetkan 0 Persen, Menko PMK Terjun ke Desa

by Syaiful Arif
31 Agustus 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Ditargetkan di tahun 2024 kemiskinan ekstrem jadi 0 persen, sebab itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memimpin rapat Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Senin (29/8/2022) bertempat di Balai Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Menko PMK Muhadjir Effendy (baju putih). (Foto: Istimewa)

Bahkan, dua staf khusus Presiden Jokowi, Arif Budimanta (ekonomi) dan Sukardi Rinakit (politik) turut terjun langsung dalam paparan dan dialog itu untuk menjawab sejumlah persoalan.

Pesertanya sekitar 150 orang, yang terdiri dari para camat, kades, Badan Permusyawaratan Desa (BMD) dan perangkat desa. Pemkab Malang diwakili Wakil Bupati Didik Gatot Subroto dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Hadir pula wakil masyarakat penerima bantuan iuran (PBI).

Rapat sekitar 2,5 jam itu, diungkapkan Menko, untuk mendekatkan dengan persoalan. Karena Kabupaten Malang termasuk daerah yang tertinggi angka kemiskinannya di wilayah Jawa Timur. Saat ini, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang mencapai 276 ribu lebih atau 10,5 persen pada 2021. Sedangkan yang miskin ekstrem 24.070 jiwa atau 0,91 persen dari jumlah penduduk. Untuk Jawa Timur, ada sekitar 1,74 juta orang miskin ekstrem.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, target kita 2024 sudah tidak ada lagi warga miskin ekstrem di Indonesia, termasuk di Malang,” ungkap Menko PMK saat memberi arahan pada Musdesus itu.

Adapun golongan yang termasuk miskin ekstrem, diterangkan Menko PMK ialah, masyarakat yang tidak mampu mendapatkan akses kebutuhan dasar, misalnya, kesulitan dalam mendapatkan makanan dan akses air.

“Terutama yang secara fisik sudah tidak mampu karena sepuh, kemudian tidak punya keluarga yang menolong. Juga karena kedaan fisik yang tak mampu. Orang seperti ini harus ditangani dan dibantu,” jelas Menko PMK.

Selain program penanganan kemiskinan ekstrem, penuntasan stunting juga diperlukan dalam mendukung Indonesia Maju.

“Untuk yang miskin ekstrem dan masih punya anak kecil atau ibunya sedang hamil, harus dicatat agar diberi bantuan segera,” tambahnya.

(Foto: Istimewa)

Muhadjir sempat mengetes para kades dan camat tentang pengetahuannya pada ibu hamil.

“Para kades dan camat harus tahu persis berapa warganya yang hamil,” katanya. Agar, mereka bisa dikawal untuk melahirkan generasi yang sehat dan tidak stunting.

“Untuk yang miskin ekstrem dan masih punya anak kecil atau ibunya sedang hamil, harus dicatat agar diberi bantuan segera,” tambah mantan mendikbud ini.

Soal kemiskinan, pendataan masyarakat miskin di Kabupaten Malang, Menko PMK minta harus cepat dan tepat. Masyarakat yang dinilai sudah beranjak dari kemiskinan agar tidak perlu diberikan bantuan lanjutan.

“Jangan sampai yang masuk kategori miskin tidak dapat bantuan, sementara yang sudah tidak miskin masih terus dapat bantuan,” kata Muhadjir.

Masyarakat yang sudah beranjak dari kemiskinan diharapkan Menko dapat melapor untuk menghentikan bantuan.

BacaJuga :

Bakorwil Malang Dorong Pencegahan Stunting dari Hulu, 9 Daerah Diminta Bergerak

184 Pejabat Pemkot Kediri Dilantik Mbak Wali, Ini Target 100 Hari Pertama

“Ini yg dimaksud dengan graduasi atau naik kelas. Kalau sudah mampu jangan masih meminta bansos, malu,” lanjutnya.

Menko PMK Telepon Langsung Direktur PNM

Saat dialog, pertanyaan melebar. Tak hanya stunting dan kemiskinan ekstrem, juga muncul keluhan tentang hilangnya subsidi pupuk untuk petani kentang, sayur, dan buah. Padahal Poncokusumo yang sejuk (ketinggian hingga 1.860 m dpl) adalah sentra penghasil tanaman tersebut.

Selain itu, muncul juga pertanyaan tentang keluhan warga akan tingginya suku bunga program Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

“Kami dapat laporan dari masyarakat, mereka keberatan dengan sistem pengangsuran yang setiap minggu sekali, nasabah harus mengangsur padahal dana pinjaman belum bergulir,” ujar Kepala Desa Poncokusumo Moch Irvan.

Ia juga merasa suku bunga PNM Mekaar lebih tinggi dibanding Bumdes dan Bumdesma. Menurut Irvan, seharusnya suku bunga pinjaman yang menggunakan dana pemerintah bisa lebih murah.

Mendengar keluhan tentang tingginya suku bunga angsuran, lewat sambungan telepon dengan Dirut PNM Arief Mulyadi, Menko PMK meminta suku bunga dapat diturunkan agar tidak membebani warga.

“Bunga 4% untuk di desa masih tinggi. Jadi saya mohon tolong dong diturunkan bunganya agar tidak terlalu membebani. Nanti disubsidi, urusan saya nanti untuk subsidi nya. Karena niat kita kan membantu kaum dhuafa,” kata Menko PMK kepada Dirut PNM melalui telepon.

Percakapan itu didengarkan oleh seluruh peserta karena di-loudspeaker. Dalam percakapan dengan Menko PMK, Dirut PNM berjanji untuk menyesuaikan suku bunga yang dikeluhkan masyarakat. Warga bertepuk tangan mendengar komitmen itu.

(Foto: Istimewa)

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengajak seluruh Kepala Desa untuk bersama-sama gotong royong menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Malang. Menurutnya, menanggulangi kemiskinan bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu, dirinya mengingatkan bahwa upaya menurunkan angka kemiskinan merupakan tugas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia juga mengungkapkan apresiasi kepada para kades di Poncokusumo, yang telah memberikan inspirasi dan aspirasi kepada Menko PMK dan Staf Khusus Presiden terkait beberapa hal permasalahan yang perlu diperhatikan.

“Terima kasih juga untuk Pak Menko dan Stafsus Presiden, yang telah menyempatkan datang untuk memberi arahan dan mendengarkan keluhan warga,” ungkapnya.

Pada rakor tersebut, Menko PMK turut memberikan bantuan sembako dan santunan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat PBI. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa PandansariKecamatan PoncokusumoMenko PMKMuhadjir Effendy

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sejumlah Tokoh di Malang Sampaikan Catatan

Bupati Majalengka Eman Suherman: Jangan Anggap Remeh Pramuka

Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Pers BEJO’S untuk Dukung Pembangunan

SMK Al-Karimi Gresik Bekali Siswa Keterampilan Konten Kreator

Karnaval Kampung Sanan Kota Malang Patuhi Larangan Sound Horeg, Petugas Siapkan Pengamanan

Polisi Ungkap Modus Pencuri Murai Batu di Gresik, Hunting Rumah Random

Rintik Rindu Fun Fest 2026 Hadirkan Lomba Fashion Show Anak di Batu

IPSI Kabupaten Malang Jaring Bibit Pesilat untuk POPDA hingga Porprov Jatim

Ponpes Al-Mizan Majalengka Dorong Santri Berani Hadapi Tantangan Masa Depan

IKAPETE Jatim Ungkap Blueprint Kemandirian Umat KH Hasyim Asy’ari

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

BERITA LAINNYA

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sejumlah Tokoh di Malang Sampaikan Catatan

Bupati Majalengka Eman Suherman: Jangan Anggap Remeh Pramuka

Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Pers BEJO’S untuk Dukung Pembangunan

SMK Al-Karimi Gresik Bekali Siswa Keterampilan Konten Kreator

Karnaval Kampung Sanan Kota Malang Patuhi Larangan Sound Horeg, Petugas Siapkan Pengamanan

Polisi Ungkap Modus Pencuri Murai Batu di Gresik, Hunting Rumah Random

Rintik Rindu Fun Fest 2026 Hadirkan Lomba Fashion Show Anak di Batu

IPSI Kabupaten Malang Jaring Bibit Pesilat untuk POPDA hingga Porprov Jatim

Ponpes Al-Mizan Majalengka Dorong Santri Berani Hadapi Tantangan Masa Depan

IKAPETE Jatim Ungkap Blueprint Kemandirian Umat KH Hasyim Asy’ari

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

UMKM Blitar Terancam, Pengusaha Sound System Minta Kepastian Izin Karnaval

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved