email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dosen UTM Malaysia Sampaikan 4 Strategi Pendidikan Perdamaian di PKKMB Pascasarjana Unira Malang

by Syaiful Arif
27 September 2023

JAVASATU.COM-MALANG- Program pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun akademik 2023-2024 pada Rabu (27/09/2023). Pelaksanaan PKMMB kali ini dilakukan secara daring melalui platform G-Meet.

Pelaksanaan PKMMB Unira Malang secara daring melalui platform G-Meet. (Foto: Unira Malang for Javasatu.com)

Tercatat mahasiswa Program pascasarjana Unira Malang Tahun Akademik 2023/2024 sebanyak 55 mahasiswa dari Program Studi Magister PAI Peace Education. Jumlah ini akan terus bertambah, mengingat kebijakan PMB Pascasarjana Unira Malang dibuka hingga Oktober bulan depan.

Kegiatan PKKMB 2023 mengusung tema ‘Building Humanc Character in the Frame of Islamic Education and Peace’. Tema ini diambil untuk menyiapkan leaning outcome mahasiswa pascasarjana bermental tangguh, inovatif, dan eksis dalam menebar Islam moderat di Era society 5.0.

Giat PKKMB dibuka Rektor Unira Malang Imron Rosyadi Hamid M.Si. Ph.D. turut hadir Wakil Rektor I Dr. Sutomo M.Sos, Wakil Rektor II Dr. Helmi Muhammad, SE., MM, Wakil Rektor III Dr. Hasan Bisri, M.Pd., jajaran Pascasarjana Direktur Prof. Dr. Sunardji Dahri Tiam M.Pd, Kaprodi Magister PAI Peace education Dr. Abdur Rofik M., M.Pd, sekretaris Prodi Dr. Ilma Fahmi Azizah M.Pd.I, GJM Pascasarjana Dr. Ifa Nurhayati M.Pd.I, Kepala Urusan Internasional Dr. Arises Musnandar M.Pd., dan KTU Pascasarjana Ilun Laila Habiba M.Pd.I.

Dalam pembukaannya, Rektor Unira Malang Imron Rosyadi Hamid M.Si. Ph.D. menyinggung tentang positioning distingsi peace education Pascasarjana Unira Malang dengan four waves of modern terrorism, atau dikenal dengan Teori Rapoport.

Lanjutnya, pertama disebut dengan gelombang 1 atau anarchic wave yang berlangsung kisaran 1898-1920-an di Rusia-Eropa Timur. Kedua, gelombang 2 yang dikenal dengan anti colonial wave yang terjadi pada kurun waktu 1920-1960-an. Ketiga, gelombang 3 yang sering disebut sebagai new left wave atau gelombang kiri baru yang terjadi pada kisaran 1960-1990-an. Dan terakhir, gelombang 4 yang kerap disebut religious wave, yang berlangsung sejak 1990 sampai sekarang.

“Gelombang 1 dan 3 telah terjadi, sementara gelombang 4 sedang berlangsung. Ini menjadi tantangan bersama, tantangan global yang menjadi atensi bersama khususnya Pascasarjana Unira Malang dan PBNU. Karena bagaimanapun, Unira Malang adalah kampus NU,” ungkap Gus Imron, sapaan akrabnya.

Gus Imron menambahkan bahwa mahasiswa Pascasarjana Unira Malang sebagai calon pemikir-pemikir NU diharapkan merespons hal ini. Membebankan tanggung jawab ini kepada satu pihak tidak memungkinkan, karenanya harus direspons dengan orkestrasi semua pihak.

“Dan saya berharap learning outcome mahasiswa pascasarjana Unira Malang berkontribusi positif dalam upaya perdamaian pada gelombang ke-4 ini,” pungkas Gus Imron menegaskan.

Terkait posisi peace education, Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Sunardji Dahri Tiam, M.Pd menyampaikan bahwa kontekstualisasi konsep Pendidikan perdamaian sangat relevan dengan penerapan moderasi beragama di Indonesia.

“Konsep dan konteks ini nanti akan dimatangkan dalam bentuk perkuliahan di pascasarjana Unira Malang,” tandasnya.

Untuk menstimulus dan menguatkan jiwa damai mahasiswa pascasarjana Unira Malang, giat PKKMB ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni narasumber pertama disampaikan oleh Dr. Abdur Rofik M., M.Pd selaku Kaprodi Magister PAI yang menyampaikan tentang integrasi moderasi beragama dalam bentuk MK perkuliahan di kelas dan luar kelas (study tour & situs).

Ndan Rofik sapaan akrab Kaprodi Magister PAI ini menekankan pentingnya kolaborasi riset internasional tentang Pendidikan perdamaian.

“Kolaborasi riset ini nantinya akan melahirkan bank jurnal, pemikiran terkonsep, dan blue print perdamaian. Karena kontekstualisasi konsep damai adalah sangat terhubung dengan kemampuan menulis dan eksis mahasiswa dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Ini sebagai ‘dakwah profetik’ kesantunan verbal dan menulis merupakan seni dakwah tertinggi,” jelas Ndan Rofik.

(Gambar: Unira Malang for Javasatu.com)

Materi kedua disampaikan dosen senior Universitas Teknologi Malaysia (UTM), Diaya Uddeen Alzitawi, Ph.D. Dosen berkebangsaan Yordania tersebut menyampaikan bahwa konsep Pendidikan perdamaian berupaya membentuk ‘manusia Takwa’.

“Takwa di sini mengacu pada kehati-hatian dan keberanian bersikap moderat atau ‘ummatan wasathan’,” ujar Diaya Uddeen Alzitawi.

BacaJuga :

FISIP UNIRA Malang Siapkan Konferensi Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

Pramuka Garuda Gresik Dilantik, Wabup Minta Jadi Agen Perubahan

Untuk mencapai tujuan tersebut, Diaya Uddeen Alzitawi menyampaikan, setidaknya ada empat strategi, pertama harus diajarkan melalui pendidikan yang holistik menyeluruh dan utuh, kedua pentingnya membangun kesehatan fisik dan mental tangguh mahasiswa, ketiga memperkuat interaksi sosial yang ditopang dengan social development, dan keempat adalah peningkatan mutu pendidikan (academic performance).

“Keempat strategi tersebut harus dipahami secara utuh dan disinergikan dengan kearifan lokal yang ada. Saya yakin, dalam hal ini Indonesia sudah melakukannya dengan baik,” tutur Diaya Uddeen Alzitawi.

Masih menurut Diaya, Indonesia merupakan role model di bidang pendidikan karakter dan perdamaian. Dia mengorkestrasi pertanyaan-pertanyaan kritis mahasiswa dengan berbagai hasil riset dan cerita pengalamannya selama menempuh studi doktoral di Indonesia, bahwa ada perbedaan mendasar antara konstekstualisasi pendidikan perdamaian di Malaysia, Singapura, Yordania, dengan Indonesia.

Dia mencontohkan soal adab kepada guru dan kesantunan verbal sosial. Mahasiswa Indonesia sangat menjunjung tinggi adab kepada guru bahkan menempatkan adab di atas ilmu pengetahuan.

Di akhir ceramah ilmiahnya, dia mengajak kolaborasi riset bidang penguatan pendidikan karakter dalam bingkai Pendidikan Islam dan perdamaian.

“Insha Allah nanti kita Ngopi Ilmiah bareng di Indonesia,” ujarnya memungkasi. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa BaruPKKMB Unira MalangUnira MalangUniversitas Islam Raden Rahmat MalangUniversitas Teknologi MalaysiaUTM Malaysia

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

FISIP UNIRA Malang Siapkan Konferensi Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Bakorwil Malang Pacu Selatan Jatim Jadi Motor Ekonomi Baru

Jatim Kenalkan Empat Varietas Tebu Unggul Baru

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik Jadikan Malik Ibrahim Spirit Pergerakan

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Rilis Single Baru ‘Semoga Dia Bahagia’

Kejar Swasembada Gula, Gubernur Jatim Minta Pasar Dijaga

Prev Next

POPULER HARI INI

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

FISIP UNIRA Malang Siapkan Konferensi Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Bakorwil Malang Pacu Selatan Jatim Jadi Motor Ekonomi Baru

Jatim Kenalkan Empat Varietas Tebu Unggul Baru

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik Jadikan Malik Ibrahim Spirit Pergerakan

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Rilis Single Baru ‘Semoga Dia Bahagia’

Kejar Swasembada Gula, Gubernur Jatim Minta Pasar Dijaga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Besalen Sanakridha Brajangga Karanganyar Diresmikan, Jaga Peradaban Tosan Aji Nusantara

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved