JAVASATU.COM- Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Robben Rico, memuji langkah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito dalam membangun akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri wisuda angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6/2026).

Menurut Robben Rico, program pendidikan yang digagas Mas Dhito berhasil menghadirkan arah pembangunan pendidikan yang jelas bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Keberhasilan tersebut terlihat dari capaian lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare yang mampu menembus perguruan tinggi dalam jumlah signifikan.
“Mewakili pemerintah pusat, saya ingin menyampaikan terima kasih. Beliau ini sosok pemimpin muda yang luar biasa,” kata Robben Rico.
Robben menilai Mas Dhito mampu menjawab persoalan pendidikan yang selama ini menjadi tantangan di Jawa Timur, terutama terkait anak tidak sekolah, putus sekolah, dan anak yang berisiko putus sekolah. Melalui kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation, Pemkab Kediri mengembangkan SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi sekolah berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya cukup surprise dengan prestasi yang dicapai. SMA Dharma Wanita 1 Pare ini menduduki rangking satu sekolah di Kabupaten Kediri dengan jumlah lulusan terbanyak yang diterima di perguruan tinggi,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut terlihat dari hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Dari 56 siswa yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri, sebanyak 41 siswa dinyatakan lolos atau mencapai 73,21 persen. Sementara dari total 126 siswa angkatan pertama, sebanyak 101 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Capaian itu dinilai menjadi bukti bahwa siswa dari keluarga Desil 1 mampu bersaing bahkan melampaui prestasi sekolah-sekolah unggulan apabila mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
“Ini nanti yang ingin kita tiru juga di Sekolah Rakyat,” tambah Robben.
Selain mengapresiasi keberhasilan SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kemensos juga menyoroti komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Di bawah kepemimpinan Mas Dhito, Pemkab Kediri telah menghibahkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menciptakan peluang lahirnya generasi unggul dari kelompok masyarakat rentan.
Sementara itu, Mas Dhito mengaku bangga atas pencapaian siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Mereka yang awalnya mungkin tidak memiliki mimpi untuk bisa sekolah tinggi, hari ini membuktikan bahwa mereka mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Mas Dhito.
Mas Dhito menegaskan komitmennya untuk mempertahankan konsep SMA Dharma Wanita 1 Pare sebagai sekolah khusus bagi anak-anak dari keluarga Desil 1. Ia memastikan sekolah tersebut tidak akan bergeser menjadi lembaga pendidikan komersial.
“Sekolah ini tidak boleh menjadi sekolah komersial, hanya khusus anak-anak Desil 1,” tegasnya.
Program boarding school yang digagas Pemerintah Kabupaten Kediri itu kini menjadi salah satu model pendidikan inklusif yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Keberhasilan angkatan pertama menembus perguruan tinggi diharapkan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi dan meningkatkan taraf hidup keluarga melalui pendidikan. (kur/arf)