email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Wah Weh Woh dalam Struktural Ramalan Joyoboyo

[Esai]

by Redaksi Javasatu
16 Desember 2023
Ilustrasi

Wah Weh Woh dalam Struktural Ramalan Joyoboyo

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satupena

Mengacu pada kata pengantar buku Mulat Sarira karya: Doktor Slamet Hendro Kusumo yang ditulis oleh Prof. Dr. Wahyudi Wijanarko. M. Si tentang “Meng-gayuh Roso Tentrem Melalui Titian Wah Weh Woh”, membuat penulis tergerak untuk mengulik Ramalan Joyoboyo menjadi sesuatu bagi penulis untuk lebih dalam memasukinya.

Ramalan Joyoboyo merupakan salah satu ramalan yang dianggap paling akurat di Jawa. Isi dari ramalan tersebut terdiri dari serangkaian nubuat yang membahas tentang masa depan Indonesia. Dalam ramalan tersebut, terdapat satu ungkapan yang kerap disebut oleh banyak orang yaitu “Wah Weh Woh”. Dalam bahasa Jawa, “Wah Weh Woh” dapat diartikan sebagai “Ambrasta dur hangkara” yang secara harfiah berarti “Bencana besar yang mengerikan akan segera datang”. Akan tetapi, pada lapisan makna yang lebih luas, “Wah Weh Woh” memiliki dua makna penting yang dapat diinterpretasikan.

Pertama, “Wah Weh Woh” dapat diartikan sebagai salah satu petunjuk mencolok bahwa Indonesia akan mengalami bencana besar di masa depan. Menurut ramalan Joyoboyo, bencana tersebut akan muncul sebagai akibat dari berbagai faktor, seperti korupsi, persaingan politik, dan kesenjangan sosial yang semakin membesar. Meskipun Indonesia merupakan negara yang amat kuat dan kaya akan sumber daya alam, segala sesuatu akan berbalik arah di masa depan jika tidak ada perubahan di dalam sistem dan tata kelola negara. Oleh karena itu, penting bagi para pemimpin dan masyarakat Indonesia untuk bersatu dan bekerja keras untuk mencegah terjadinya bencana besar yang diprediksi akan datang tersebut. Dengan bermusyawarah dan membangun kesepahaman, Indonesia dapat mengatasi masalah yang ada dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Kedua, “Wah Weh Woh” juga dapat diartikan sebagai tuntutan untuk selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan. Meskipun ramalan Joyoboyo menegaskan bahwa bencana besar akan terjadi, hal itu tidak berarti bahwa kita harus pasrah dan menyerah pada keadaan. Sebaliknya, kita perlu mengambil langkah-langkah berani untuk mempertahankan negara kita dari ancaman dan bahaya yang mungkin muncul di masa depan. Dalam konteks ini, penting bagi para pemimpin dan masyarakat Indonesia untuk memiliki komitmen yang kuat untuk membangun ketahanan nasional dan memperkuat struktur pertahanan negara. Dengan memiliki kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi bencana dan ancaman yang muncul, Indonesia akan menjadi negara yang lebih kuat dan stabil di masa depan.

Dalam praktiknya, “Wah Weh Woh” memperlihatkan pentingnya pengaturan dan manajemen yang efektif dalam aspek-aspek kehidupan masyarakat. Korupsi, persaingan politik, dan kesenjangan sosial yang semakin membesar, merupakan tiga faktor besar yang kerap kali dianggap sebagai sumber masalah dan krisis di Indonesia. Perilaku korupsi dan persaingan yang tidak sehat antara para elit politik sering menghambat perkembangan dan kemajuan negara, sementara kesenjangan sosial yang tinggi terbukti mendorong terjadinya ketidakstabilan sosial. Masalah-masalah ini, jika tidak diatasi dengan tepat, dapat memicu terjadinya bencana dan krisis di masa depan.

Dalam analisis terakhir, “Wah Weh Woh” menjadi sebuah peringatan yang cukup serius bagi masyarakat untuk hidup dalam kearifan dan berkolaborasi melalui nilai-nilai kesepahaman. Masalah-masalah ini, jika tidak diatasi dengan benar, bisa memicu terjadinya bencana dan krisis di masa depan. Oleh karena itu masyarakat harus bijak dalam memilih pemimpin, serta bekerja sama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan di Tanah Air. Dalam hal ini, para pemimpin harus meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjamin kemakmuran penduduk serta mengurangi kesenjangan sosial. Hal ini sangat penting untuk menciptakan masa depan yang lebih stabil dan lebih cerah bagi Indonesia.

Esensi “Wah Weh Woh” dalam struktural ramalan Joyoboyo bukanlah suatu malapetaka yang akan terjadi tanpa alasan yang jelas. Malah, dengan makna ganda yang dimilikinya, “Wah Weh Woh” menjadi sebuah peringatan yang pertama, bahwa kita harus menyiapkan diri dan bekerja bersama-sama agar Indonesia dapat berkembang secara maksimal dan kedua, ketika kita tidak mampu melakukan ini, Indonesia akan mengalami bencana yang sangat besar di masa depan.
Untuk mencegah bencana besar yang diprediksi akan terjadi di masa depan, kita perlu melakukan beberapa hal. Pertama, sebagai masyarakat Indonesia, kita perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dan persatuan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini, kita perlu menghargai berbagai perbedaan yang ada dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Kedua, para pemimpin Indonesia perlu mengambil langkah-langkah konkrit dalam memerangi korupsi dan persaingan politik yang tidak sehat. Hal ini dapat dilakukan melalui reformasi sistem politik dan tata kelola negara, serta penegakan hukum yang berkeadilan dan transparan.

Ketiga, penting bagi kita untuk mengurangi kesenjangan sosial yang semakin besar di Indonesia. Melalui program-program yang memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, kita akan dapat meredam potensi konflik dan ketidakstabilan sosial di masa depan.

Terakhir, kita perlu membangun ketahanan nasional dan meningkatkan kesiapan kita dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana dan ancaman yang mungkin terjadi di masa depan. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan kapasitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pertahanan keamanan, pangan, sumber daya alam, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, dengan melakukan berbagai langkah-langkah ini, kita akan dapat mencegah terjadinya bencana besar yang diprediksi akan terjadi di masa depan. Lebih dari itu, kita juga akan membentuk jati diri bangsa yang lebih kuat dan harmonis serta mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupena
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Polres Malang Sasar Bus dengan Video Keselamatan

Bus PO Pandawa 87 Diramp Check, Sopir Dites Urine

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Di Depan Ulama NU, Prabowo: Indonesia Harus Bersih dari Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

SMP An-Nur Al-Anwar Bululawang Borong 9 Juara Prasmahiba 2026

Curanmor di Kos Purwokerto Selatan Banyumas, Pelaku Dibekuk

Suporter Persiba Diamankan Jelang Laga vs PSGC di Solo, Kedapatan Bawa Miras

Tiga Warga Kendal Hanyut di Sungai Kalibodri, 1 Masih Dicari Tim Gabungan

Prev Next

POPULER HARI INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Polres Malang Sasar Bus dengan Video Keselamatan

SMP An-Nur Al-Anwar Bululawang Borong 9 Juara Prasmahiba 2026

MPD-FKAUB-INTI Siapkan Air dan Roti untuk Jemaah 1 Abad NU di Malang

BERITA LAINNYA

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

Curanmor di Kos Purwokerto Selatan Banyumas, Pelaku Dibekuk

Suporter Persiba Diamankan Jelang Laga vs PSGC di Solo, Kedapatan Bawa Miras

Tiga Warga Kendal Hanyut di Sungai Kalibodri, 1 Masih Dicari Tim Gabungan

UMSURA Dampingi UMKM Betro Pasuruan, Fokus HPP hingga Digital Marketing

Panglima TNI Tinjau Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat

ASPIKOM Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Ilmu Komunikasi

Brigjen Benny Ali Resmi Jadi Wakapolda Jambi, LAKSI Apresiasi Keputusan Kapolri

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Harlah ke-103 NU, Malang Tunjukkan Bhinneka Tunggal Ika

Ketua IPSI Zia’ul Haq Resmi Daftar Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved