JAVASATU.COM- Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri, Jawa Timur, menggelar resepsi tebu manten sebagai penanda dimulainya rangkaian musim giling 2026, Sabtu (30/5/2026). Tradisi tahunan yang berlangsung di Stasiun Stamvloor PG Meritjan itu menjadi simbol kesiapan pabrik dalam menghadapi musim giling dengan target tebu tergiling mencapai 2,5 juta kuintal dan rendemen 7,5 persen.

Sebelum memasuki lokasi acara, pasangan tebu manten diarak mengelilingi area pabrik dan dikawal jajaran Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan. Acara tersebut turut dihadiri Direktur SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Affan Safiq, General Manager Pabrik Gula Wilayah Jatim I, tokoh masyarakat, serta petani binaan PG Meritjan.
General Manager PG Meritjan, Tites Agung Priyono, mengatakan seluruh persiapan operasional telah selesai dan pabrik siap memulai musim giling tahun ini.
“Alhamdulillah resepsi tebu manten hari ini berjalan lancar dan kami siap melaksanakan giling 2026,” ujar Tites.
PG Meritjan dijadwalkan mulai melakukan penggilingan tebu pada 12 Juni 2026. Pada musim giling kali ini, perusahaan menargetkan capaian tebu giling sebesar 2,5 juta kuintal dengan rendemen 7,5 persen. Target tersebut meningkat dibanding musim giling tahun lalu yang mencapai sekitar 2,2 juta kuintal tebu.
Menurut Tites, peningkatan target tersebut didukung berbagai program peningkatan produktivitas tebu, termasuk program CPCL bongkar ratoon yang telah dijalankan sejak tahun lalu.
“Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai karena ada dukungan dari program pemerintah CPCL bongkar ratoon yang sudah kami mulai tahun lalu,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan produksi, PG Meritjan juga terus memperkuat kolaborasi dengan petani mitra yang tergabung dalam APTR guna memastikan ketersediaan bahan baku dan kualitas tebu selama musim giling berlangsung.

Direktur SDM PT SGN, Affan Safiq, menilai kesiapan PG Meritjan menghadapi musim giling 2026 cukup baik. Hal itu terlihat dari persiapan teknis pabrik, koordinasi dengan petani, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
“Dengan persiapan yang matang, koordinasi dengan petani serta lingkungan sekitar yang baik, saya melihat sinergi yang terbangun akan semakin memperkuat kinerja PG Meritjan tahun ini,” ujarnya.
Affan menambahkan, hasil General Steam Test (GST) yang mencapai 99,03 persen di seluruh stasiun mesin menjadi indikator bahwa kondisi peralatan pabrik siap beroperasi secara optimal.
“Saya optimistis PG Meritjan tahun ini akan bangkit dan mampu meraih laba,” tegasnya.
Dukungan penuh terhadap musim giling 2026 juga disampaikan Ketua APTR PG Meritjan, H. Mahmud Pujianto. Menurutnya, keberadaan PG Meritjan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kediri.
“PG Meritjan adalah perusahaan gula tertua di Kediri yang harus kita jaga dan kita uri-uri keberlangsungannya. Kehadiran PG Meritjan sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar,” kata Mahmud.
Ia memastikan para petani mitra siap memasok tebu ke PG Meritjan selama musim giling berlangsung dengan menjaga standar kualitas tebu yang dikirim.
“Petani binaan PG Meritjan berkomitmen mengirim tebu yang manis, bersih, dan segar agar target produksi dan rendemen yang ditetapkan dapat tercapai,” pungkasnya.
Dengan dukungan petani, kesiapan mesin yang mencapai lebih dari 99 persen, serta target produksi yang meningkat, PG Meritjan optimistis musim giling 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi industri gula nasional maupun perekonomian masyarakat Kediri. (kur/arf)