email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 23 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Normatif Rilis Album ‘Kejar Dunia 9-5’, Kritik Rutinitas Kerja dan Krisis Makna Anak Muda

by Javasatu
30 Oktober 2025

JAVASATU.COM- Duo alternatif rock “Normatif” siap kembali mengguncang skena musik independen Indonesia dengan album penuh kedua bertajuk “Normatif II: Kejar Dunia 9-5”. Album ini resmi dirilis pada 30 Oktober 2025, menampilkan 10 lagu yang menggambarkan perjalanan hidup dari masa mahasiswa hingga menjadi pekerja kantoran.

Duo alternatif rock “Normatif”. (Foto: ist)

Dibentuk oleh dua saudara Adri (gitar) dan Ical (vokal), Normatif melanjutkan kisah dari EP sebelumnya, Kejar Dunia (2024).

Jika rilisan awal mereka menyoroti pergulatan mahasiswa akhir yang mulai meninggalkan idealisme demi stabilitas hidup, maka album kedua ini menghadirkan sudut pandang seorang fresh graduate yang mulai menyadari konsekuensi dari pilihannya.

“Album ini adalah refleksi perjalanan kami dan banyak orang di usia dua puluhan, ketika realita pekerjaan ternyata tidak seindah yang dijanjikan,” ujar Adri, gitaris Normatif.

“Kami ingin mengarsipkan suara-suara lelah, kecewa, dan jujur dari mereka yang sedang berusaha berdamai dengan hidup 9-to-5,” imbuhnya.

Proses kreatif album berlangsung selama dua tahun, dimulai saat keduanya masih menjadi mahasiswa tingkat akhir hingga akhirnya bekerja penuh waktu.

Lima lagu lama dari EP sebelumnya, yakni, Menyembah Dunia, Ijazah di Lemari Berdebu, Alarm Berbunyi, Kelas Pekerja, dan Diantara Reruntuh, menggambarkan masa idealisme yang mulai pudar.

BacaJuga :

Nearcrush Buka Babak Baru Lewat Tiga Single Emosional

Usai Lama Vakum, Decemberism Kembali dengan ‘Changing Seasons’

Sementara lima lagu baru, yakni, Formatif, Balap Tikus, 9 Pagi, 3 Tahun Lalu, dan 5 Sore, menyoroti kejenuhan, rutinitas, dan penyesalan dalam dunia kerja modern.

Lagu Balap Tikus dipilih sebagai focus track utama album ini. Terinspirasi dari istilah rat race, lagu tersebut menyindir keras budaya kerja kompetitif yang membuat karyawan berlomba tanpa akhir demi promosi dan pengakuan.

“Kami ingin mengkritik sistem yang bikin orang kehilangan arah dan makna hidup hanya karena kejar target dan validasi,” tambah Ical.

Normatif juga menyiapkan rilisan fisik CD dan merchandise eksklusif berupa t-shirt yang akan diluncurkan akhir 2025, serta tur album nasional pada awal 2026 untuk menyapa para pendengar di berbagai kota di Indonesia.

Melalui Normatif II: Kejar Dunia 9-5, duo asal Indonesia ini menegaskan posisinya sebagai suara generasi muda urban yang terjebak antara idealisme dan realita.

Album ini menjadi refleksi tajam tentang ambisi, kelelahan, dan pencarian makna di tengah rutinitas kerja modern. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: musikMusisiNormatif

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Terdakwa di PN Malang Bentak Hakim saat Sidang Perdana

Menteri PPPA Apresiasi Polres Gresik Ungkap Cepat Kasus Kekerasan Seksual Anak

SiLPA APBD Kota Batu 2025 Capai Rp126 Miliar, Ini Penjelasan Pemkot

QR Code Jadi Senjata Baru Awasi Hotel hingga Tempat Hiburan di Kota Malang

Dishub Buka Fakta Baru di Tengah Polemik Pasar Karangploso

Rumah Sudah Dihuni, Warga Manyar Riverside Gresik Kesulitan Air Bersih

Jaringan Penyelundupan 8 Ton Biji Timah Rp7,4 Miliar Dibongkar di Bangka

Pomau Lanud Sjamsudin Noor dan Polri Razia Tempat Hiburan Malam di Banjarmasin

Analis: Penahanan Roy Suryo-Tifa Murni Penegakan Hukum, Publik Diminta Hormati Proses

Dosen UIZ Gresik Jadi Pembicara Internasional di Kampus Turki

Prev Next

POPULER HARI INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Belgia dan Iran Berebut Poin Penting di Laga Kedua Grup G Piala Dunia 2026

Dosen UIZ Gresik Jadi Pembicara Internasional di Kampus Turki

Analis: Penahanan Roy Suryo-Tifa Murni Penegakan Hukum, Publik Diminta Hormati Proses

BERITA LAINNYA

Terdakwa di PN Malang Bentak Hakim saat Sidang Perdana

Menteri PPPA Apresiasi Polres Gresik Ungkap Cepat Kasus Kekerasan Seksual Anak

SiLPA APBD Kota Batu 2025 Capai Rp126 Miliar, Ini Penjelasan Pemkot

QR Code Jadi Senjata Baru Awasi Hotel hingga Tempat Hiburan di Kota Malang

Dishub Buka Fakta Baru di Tengah Polemik Pasar Karangploso

Rumah Sudah Dihuni, Warga Manyar Riverside Gresik Kesulitan Air Bersih

Jaringan Penyelundupan 8 Ton Biji Timah Rp7,4 Miliar Dibongkar di Bangka

Pomau Lanud Sjamsudin Noor dan Polri Razia Tempat Hiburan Malam di Banjarmasin

Analis: Penahanan Roy Suryo-Tifa Murni Penegakan Hukum, Publik Diminta Hormati Proses

Dosen UIZ Gresik Jadi Pembicara Internasional di Kampus Turki

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved