email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Eksperimen “Nekat” Menkeu Purbaya: Melawan Arus dengan Membanjiri Pasar Uang Demi Ekonomi Tumbuh 8%

[SERI-1] Selama bertahun-tahun ekonomi Indonesia "dicekik" oleh ketakutan berlebihan terhadap inflasi. Kini, Purbaya Sadewa menempuh jalan berbeda: memindahkan ratusan triliun uang negara yang "tidur" langsung ke jantung perbankan. Sebuah pertaruhan besar ala Milton Friedman.

by Julian Sukrisna
8 Desember 2025

JAVASATU.COM- Di tengah riuh rendah perdebatan tentang ketidakpastian ekonomi global, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa datang dengan sebuah diagnosa yang mengejutkan, bahkan cenderung kontroversial. Bagi Purbaya, lesunya ekonomi Indonesia belakangan ini bukan disebabkan oleh perang di Eropa atau suku bunga The Fed di Amerika, melainkan oleh “penyakit” yang kita ciptakan sendiri.

(Foto: Tangkapan layar channel YouTube Gita Wirjawan)

Dalam diskusi mendalam di siniar Endgame bersama Gita Wirjawan, Purbaya membongkar akar masalah yang selama ini jarang dibicarakan ke publik: Indonesia terlalu pelit dalam mengelola uang beredar.

Ekonomi yang Sengaja “Dicekik”

“Orang kan sering bilang karena global uncertainty, enggak ada urusan sama global uncertainty,” tegas Purbaya membuka percakapan. Menurutnya, kesalahan fatal ada pada kebijakan domestik yang terlalu kontraktif (ketat).

Ia menggunakan analogi yang cukup mengerikan untuk menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir: “Jadi setahun lebih ekonomi dicekek, dikasih nafas sedikit, kemudian dicekek lagi”.

Apa maksudnya “dicekik”? Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan uang beredar (M0) di sistem keuangan nyaris nol persen. Artinya, tidak ada tambahan “darah” baru yang dipompa ke tubuh ekonomi. Akibatnya, daya beli turun, dagangan sepi, dan gejolak sosial mulai muncul ke permukaan.

Jurus Milton Friedman: Banjiri Pasar!

Tidak mau terjebak dalam pola lama, Purbaya mengambil langkah yang disebutnya sebagai strategi “nekat” namun terukur. Ia mengaku terinspirasi oleh pemikiran Milton Friedman, ekonom peraih Nobel yang meyakini bahwa jumlah uang beredar adalah kunci utama penggerak ekonomi, bahkan lebih penting daripada sekadar naik-turun suku bunga.

Langkah konkretnya? Purbaya memindahkan dana pemerintah yang selama ini “menganggur” di Bank Sentral (Bank Indonesia).

“Saya pindahin uang saya dari BI ke perbankan… Saya pindahin 200 (triliun),” ungkap Purbaya.

Bagi orang awam, bayangkan ini seperti bendungan air yang pintunya dibuka lebar-lebar. Uang Rp200 triliun itu masuk ke bank-bank umum. Karena bank harus membayar bunga simpanan kepada pemerintah, mereka “terpaksa” harus segera menyalurkan uang tersebut menjadi kredit bagi pengusaha dan masyarakat agar tidak rugi.

“Itu baru separuh, senjatanya masih ada,” tambah Purbaya, mengisyaratkan bahwa ia masih memiliki cadangan dana ratusan triliun lagi jika ekonomi masih terasa lesu.

Target 8%: Mimpi atau Realita?

Langkah agresif membanjiri pasar dengan likuiditas ini bukan tanpa tujuan. Purbaya optimistis, jika mesin ekonomi domestik sudah “berminyak”, target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan pemerintah bukanlah hal mustahil.

Purbaya memiliki hitungan matematika sendiri. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi 5% adalah angka moderat. Dengan melonggarkan “cekikan” likuiditas tadi, ekonomi bisa tumbuh alami ke level 6,5% hanya dengan mengandalkan kekuatan dalam negeri.

“Base-nya jangan kita hitung 5, base-nya 6,5,” ujarnya.

Lalu, dari mana sisa kekurangannya untuk mencapai 8%? Di sinilah peran investasi asing (FDI). Purbaya meyakini, investor asing tidak perlu dipaksa-paksa. Jika mereka melihat ekonomi domestik Indonesia tumbuh 6,5% dan daya beli masyarakat kuat, mereka akan datang dengan sendirinya.

“Saya enggak akan mengemis-ngemis mereka,” ucapnya percaya diri.

BacaJuga :

Ironi Dana Riset RI vs Malaysia: Stella Christie Ungkap Angka Jomplang dan Nasib Dosen yang “Terjebak” Administrasi

Menko Yusril: UU Pemilu Rawan “Dipelintir”, Pemerintah Siap Adopsi Draf Kodifikasi Masyarakat Sipil

Risiko di Balik Optimisme

Tentu saja, strategi membanjiri pasar dengan uang tunai memiliki risiko klasik: inflasi. Jika uang terlalu banyak beredar sementara barangnya sedikit, harga-harga akan naik.

Namun, Purbaya menepis kekhawatiran itu. Ia berargumen bahwa ketakutan berlebihan terhadap inflasi justru membuat kita kehilangan momentum pertumbuhan.

“Selama kita tumbuhnya di atas laju pertumbuhan potensial… enggak apa-apa ekonomi tumbuh lebih cepat,” jelasnya. Baginya, inflasi bisa dikendalikan dan diukur, tetapi momentum pertumbuhan yang hilang sulit dikembalikan.

Kini, bola ada di tangan Purbaya. Eksperimen moneternya sedang berjalan. Apakah “banjir uang” ini akan membawa kemakmuran atau justru lonjakan harga? Waktu yang akan menjawab. (jup)

Sumber: Diolah dari kanal YouTube Gita Wirjawan (Tayang: 3 Desember 2025)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabar TranskripKebijakan likuiditasM0 vs M2Milton Friedman IndonesiaPertumbuhan ekonomi 8 persen

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

GRIB JAYA Ancam Blokade TPA Supit Urang, Desak Pemkot Malang Bayar Kompensasi Warga

IMB di Kota Malang Dihapus, Diganti PBG-SLF, Limbah SPPG Disorot

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Ansor Lowokwaru Buka PKD 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

DPRD Kabupaten Malang Tegaskan Isu “Mahar” BPJS Kesehatan Tak Terbukti

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Jujitsu Kota Batu Borong 10 Medali di Piala Wali Kota Surabaya 2026

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

DPRD Gresik Usut SK ASN Palsu, 18 Korban Terdata

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

Jujitsu Kota Batu Borong 10 Medali di Piala Wali Kota Surabaya 2026

GRIB JAYA Ancam Blokade TPA Supit Urang, Desak Pemkot Malang Bayar Kompensasi Warga

BERITA LAINNYA

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d