email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 9 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

by Redaksi Javasatu
6 Januari 2026

JAVASATU.COM- Musisi asal Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Matoha Mino, merilis lagu berjudul “Gunung Kawi” sebagai upaya meluruskan stigma mistis yang selama ini melekat pada kawasan tersebut. Lagu itu resmi dirilis secara digital pada 31 Desember 2025 di berbagai platform streaming.

Matoha Mino. (Foto: ist)

Matoha menyebut, persepsi Gunung Kawi identik dengan pesugihan, tuyul, hingga praktik mistik kerap disematkan masyarakat akibat narasi film horor dan sinetron. Padahal, Gunung Kawi memiliki nilai sejarah dan spiritual sebagai kawasan wisata ziarah.

“Gunung Kawi bukan tempat pesugihan. Ini tempat ziarah dan berdoa, makam Eyang Djoego dan Eyang Soejono, laskar Pangeran Diponegoro,” kata Matoha, Senin (6/1/2026).

Pria berusia 57 tahun yang lahir dan besar di Desa Wonosari, Gunung Kawi, itu mengungkapkan ide lagu telah muncul sejak 2005–2008. Lagu tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat kembali memahami esensi doa dan usaha yang benar.

Melalui lirik berbahasa Indonesia, Matoha mengajak publik melihat Gunung Kawi sebagai ruang spiritual, sejarah, dan budaya yang juga dikunjungi peziarah hingga wisatawan mancanegara.

Secara musikal, lagu “Gunung Kawi” menggabungkan unsur gamelan Jawa dengan nuansa musik Islami melalui iringan terbangan atau sholawatan. Proses penulisan lirik memakan waktu sekitar dua pekan dan dibantu almarhum Irwan Sumadi.

Produksi lagu melibatkan grup musik Islami Tajidor Kyai Zakaria, serta instrumen gamelan, drum, viola, keyboard, dan perkusi. Lagu ini dimainkan langsung oleh Matoha bersama putranya, Hanafi Madu W. Sementara paduan suara anak-anak dikoordinasi oleh istrinya, Dwi Siswa, dan arahan vokal dibantu putrinya, Madukina.

BacaJuga :

Single Debut Thalia Gunawan “Kamu yang di Bangku Depan” Rilis, Cerita Cinta Remaja di Kelas

Alaraverse Rilis Lagu “Berakhir di Awal”, Refleksi Patah Hati dalam Album Debut

Matoha mengaku sengaja menggunakan bahasa Indonesia agar pesan lagu mudah dipahami dan dinyanyikan banyak orang.

“Tujuan utama saya meluruskan stigma. Liriknya harus lugas, sederhana, dan tidak menimbulkan tafsir ganda,” ujarnya.

Lewat lagu ini, Matoha berharap nilai sejarah, spiritualitas, dan budaya Gunung Kawi dapat dikenal lebih luas melalui medium seni, sekaligus menghapus stereotip mistis yang selama ini melekat. (arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabupaten MalangmusikMusisiPenyanyi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

YPTT Bantah Intervensi STM Turen, Tegaskan Hanya Duduki Kantor Yayasan

Apresiasi Keberhasilan Swasembada Pangan Prabowo, Analis Dorong Penguatan Kesejahteraan Petani

Siswa SMK Bumi Aswaja Gresik Belajar Otomotif dan Elektronika di BBPPMPV-BOE Malang

Dialog Interaktif Dorong Sinergi Desa Wisata, Pariwisata Kota Batu Siap Melesat

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Nelayan Lumpur Gresik Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Manyar

Kejari Kota Malang dan Polresta Siap Adaptasi KUHP Baru, Cegah Berkas Kasus Bolak-Balik

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

Dialog Interaktif Dorong Sinergi Desa Wisata, Pariwisata Kota Batu Siap Melesat

YPTT Bantah Intervensi STM Turen, Tegaskan Hanya Duduki Kantor Yayasan

BERITA LAINNYA

Apresiasi Keberhasilan Swasembada Pangan Prabowo, Analis Dorong Penguatan Kesejahteraan Petani

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Tiga Komandan Lanud di Makassar

Bakamla Pulangkan Enam Nelayan WNI yang Terdampar di Perairan Timor Leste

Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Diapresiasi Presiden Prabowo

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d