JAVASATU.COM- Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDIP, Saifudin Zuhri, mengingatkan warga Kota Batu agar bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos) di era digital.
Pesan tersebut disampaikan secara daring dari Surabaya saat kegiatan sosialisasi penguatan nilai sosial dan etika masyarakat di Balai Desa Oro-oro Ombo, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 warga dari berbagai komunitas tersebut menghadirkan sesi dialog interaktif bersama sejumlah narasumber. Fokus utama kegiatan adalah mendorong masyarakat memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Saifudin menegaskan, ruang digital harus dijaga agar tetap sehat dan tidak menjadi sumber konflik sosial. Menurutnya, literasi digital dan etika bermedia menjadi kunci dalam menjaga ketertiban dan harmoni di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Saifudin berharap masyarakat Kota Batu semakin cerdas dan bijak bermedia sosial, sekaligus lebih peduli terhadap kelestarian alam sebagai fondasi kehidupan jangka panjang.
Dalam forum itu, Anggota Bawaslu Kota Batu, Mardiono, turut mengingatkan warga agar tidak tergesa-gesa dalam mengomentari isu di media sosial.
“Media sosial harus disikapi dengan hati-hati dan sabar. Jangan sampai terburu-buru berkomentar. Apalagi di bulan Ramadan, komentar yang keliru bisa berujung laporan pelanggaran Undang-Undang ITE,” ujar Mardiono.
Ia menekankan pentingnya sikap jujur, bijak, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital, serta perlunya penegakan hukum yang adil dan setara.
Selain isu literasi digital, sosialisasi juga membahas penguatan kepedulian lingkungan. Sekretaris Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo Royo (PPA-BIRR), Heru Iswanto, memaparkan pentingnya pelestarian alam di Kota Batu yang memiliki karakter geografis berbukit dan pegunungan.
Menurut Heru, komunitasnya sejak 2009 aktif melakukan penghijauan dan penanaman pohon bersama masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga sumber mata air dan mengendalikan dampak perubahan iklim.
Ia juga menyinggung data emisi karbon nasional yang terus meningkat, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam memperkuat reboisasi dan perlindungan lingkungan. (yon/nuh)