JAVASATU.COM- Unit melodic hardcore asal Samarinda, Outlier, resmi merilis EP bertajuk This Love Hurts pada 14 Mei 2026. Karya ini menjadi refleksi emosional tentang relasi antarmanusia, komitmen, kehilangan, hingga proses pemulihan diri setelah melewati fase kehidupan yang berat.

Band yang terbentuk pada akhir 2023 ini diperkuat oleh Bayu Handik Suprayogo (vokal), Muhammad Ramadhani dan Muhammad Iswahyudi (gitar), Ricky Aprianto (bass), serta Dian Ananto Rayenda (drum).
“EP ini inspirasinya kebanyakan dari kisah pribadi namun tidak sedikit juga menyangkut komentar sosial,” ujar drummer Outlier, Dian Ananto Rayenda, Jumat (15/5/2026).
EP This Love Hurts tidak dikemas sebagai narasi yang linier, melainkan rangkaian perjalanan emosional. Dimulai dari “The Prologue”, berlanjut ke empat lagu utama, dan ditutup dengan “The Epilogue”. Hasilnya adalah karya bernuansa gelap, melankolis, namun tetap sederhana dalam penyampaian.
Pada materi di dalamnya, lagu “To The River” menggambarkan kondisi ketika seseorang telah memberi terlalu banyak namun tetap kehilangan arah. “Peace of Mind” menjadi ruang pelepasan beban dan kenangan yang menyakitkan. Sementara “Forever Unrest” menghadirkan energi perlawanan untuk bangkit dari rasa sakit, dan “All Alone” merepresentasikan kesepian serta pencarian arah pulang yang tak lagi sama.
Secara musikal, Outlier tetap mempertahankan karakter melodic hardcore yang padat dan emosional. Lapisan gitar menjadi elemen tekanan utama, didukung bass dan drum yang menjaga intensitas, sementara vokal Bayu menghadirkan narasi yang kasar, jujur, dan tanpa berlebihan. Kehadiran Devia Winanda pada lagu “All Alone” memberi warna lebih rapuh dan personal dalam EP ini.
“Produksi ini dimulai sejak kurang dari satu tahun sejak pembuatan single kedua (All Alone), medio Mei 2025 sampai April 2026,” ujar Dian Ananto Rayenda.
Proses produksi EP ini ditangani oleh Invader Records, mencakup tahap rekaman, mixing, hingga mastering. Dalam kurun waktu hampir satu tahun, Outlier mengembangkan materi yang merefleksikan berbagai keresahan personal, dinamika hubungan, dan pengalaman emosional yang kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan karya.
Setelah perilisan EP ini, Outlier membuka peluang untuk melakukan tur di sejumlah kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, band ini juga tengah menyiapkan single terbaru sebagai kelanjutan karya mereka.
“Setelah rilis, kemungkinan ada rencana untuk tur seputaran kota di Kaltim dan Kaltara, sembari merampungkan single terbaru,” ujar Dian Ananto Rayenda.
EP This Love Hurts berisi enam trek yang terdiri dari intro, empat lagu utama, dan outro. Karya ini didistribusikan secara digital melalui Muara Records dan sudah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 14 Mei 2026. (nuh)