JAVASATU.COM- Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum usai dinilai berpotensi memicu efek domino yang merugikan bagi perekonomian global, termasuk Indonesia. Salah satu sektor yang paling rentan terdampak dari situasi geopolitik ini adalah distribusi energi dan jalur perdagangan internasional.

Dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Akhirul Aminulloh, menjelaskan bahwa gangguan pada jalur tersebut akan berdampak luas. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai oleh Tim Humas UM, Jumat (22/05/26).
“Ketika terjadi gangguan pada jalur distribusi energi atau perdagangan internasional, dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang berkonflik, tetapi juga negara lain yang memiliki keterkaitan ekonomi,” jelas Akhirul.
Menurut pakar komunikasi politik tersebut, ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah ini berpotensi memicu kenaikan harga energi secara signifikan di pasar dunia. Selain itu, rantai pasok global terancam terganggu sehingga memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Situasi ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat internasional. Stabilitas geopolitik di tingkat dunia ternyata memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di berbagai negara secara luas. (jup)