JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik rutin menggelar khataman Al-Quran setiap Jumat akhir bulan di Pendopo Kantor Kecamatan Kebomas. Kegiatan tersebut menjadi program keagamaan yang dijalankan sebagai tindak lanjut hasil rapat kerja MUI beberapa bulan lalu.

Kegiatan khotmil Quran kembali digelar pada Jumat (22/5/2026) sejak pukul 06.30 WIB. Para pengurus harian MUI bersama staf Kecamatan Kebomas membaca Al-Quran secara tartil dengan pembagian masing-masing satu juz kepada peserta.
Usai khataman Al-Quran, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan selawat nabi dan doa bersama untuk masyarakat, keluarga, hingga jemaah haji.
Ketua MUI Kebomas, KH Muhsin Munhamir mengatakan program rutin tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan meningkatkan spiritualitas masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan khotmil Quran dilanjutkan selawat nabi dan doa bersama. Harapannya untuk mendoakan orang tua, keluarga, pengurus MUI, staf kecamatan agar diberikan kesehatan, keberkahan hidup, dan kemuliaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, doa bersama juga ditujukan bagi jemaah haji agar diberikan kemudahan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami juga mendoakan jemaah haji agar diberi kelancaran dan menjadi haji yang mabrur. Untuk keluarga yang telah meninggal dunia semoga diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat terbaik,” katanya.
Sementara itu, Camat Kebomas, Tri Joko Efendi menyambut positif kegiatan rutin yang digelar MUI Kebomas tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Quran membawa manfaat besar bagi masyarakat.
“Pendopo kecamatan ini adalah rumah masyarakat. Kami terbuka untuk kegiatan yang bermanfaat dan bernilai positif bagi warga,” kata Tri Joko.
Selain khotmil Quran, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan surat keputusan (SK) kader penggerak MUI tingkat desa dan kelurahan untuk memperkuat kegiatan keagamaan di wilayah Kecamatan Kebomas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Kebomas, anggota MUI, kepala desa, lurah, tokoh NU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan tokoh masyarakat setempat. (bas/nuh)