JAVASATU.COM- Menanggapi memanasnya dinamika geopolitik dunia akibat konflik Amerika Serikat dan Iran, Indonesia didesak untuk terus mempertahankan posisi strategisnya. Konsistensi dalam memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga perdamaian dunia.
![]()
Kepala Komite Laboratorium Pancasila (Lapasila) Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Akhirul Aminulloh, menekankan pentingnya posisi tersebut agar Indonesia tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu. Penegasan ini disampaikan dalam wawancara resmi, Jumat (22/05/26).
“Indonesia sejak awal memiliki tradisi untuk mendorong perdamaian dan menjaga posisi yang tidak terjebak pada kepentingan blok tertentu,” jelas Akhirul.
Menurutnya, jalur diplomasi tetap menjadi instrumen paling rasional untuk menekan eskalasi konflik di kancah internasional. Keterlibatan berbagai negara dalam mendorong mediasi dan ruang dialog terbuka diyakini mampu membuka peluang penyelesaian yang jauh lebih konstruktif dibandingkan pendekatan konfrontatif.
“Semakin banyak pihak yang mendorong ruang dialog, maka semakin besar peluang untuk mencapai penyelesaian damai,” ujarnya.
Tantangan terbesar bagi Indonesia ke depan bukan sekadar mempertahankan prinsip bebas aktif yang sudah lama dipegang teguh. Indonesia juga dituntut memperkuat kapasitas diplomasi agar mampu mengambil peran yang jauh lebih aktif dalam merespons berbagai isu global. (jup)