JAVASATU.COM- Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Pertemuan Rutin Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) dan Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) Kediri di Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan Walimatus Safar anggota HIMASAL itu, Gus Qowim, sapaan akrab Wakil Wali Kota Kediri menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara ulama dan umaro demi pembangunan daerah yang harmonis dan berlandaskan nilai keagamaan.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri dan mewakili Mbak Wali, saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada keluarga besar HIMASAL dan LIM,” ujar Gus Qowim.
Menurutnya, alumni santri Pondok Pesantren Lirboyo selama ini tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga terus merawat nilai keilmuan, keteduhan, dan persatuan di tengah masyarakat.
“Alumni santri Lirboyo terus menjaga nilai-nilai keilmuan, keteduhan, dan persatuan di tengah masyarakat,” katanya.
Gus Qowim menyampaikan, Pemerintah Kota Kediri memiliki komitmen kuat menjaga hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah. Sebab, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan nasihat dan doa para ulama.
“Pemerintah tidak akan kuat berjalan sendiri tanpa nasihat dan doa para ulama. Sebaliknya, pembangunan akan lebih bermanfaat jika di dalamnya ada nilai keagamaan dan akhlak yang kuat,” tegasnya.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan kalangan santri dalam suasana kekeluargaan.
“Malam ini menjadi momen yang indah ketika pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan santri bisa duduk bersama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Qowim juga menyampaikan doa dan harapan bagi anggota HIMASAL yang akan menunaikan ibadah haji.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, kemudahan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya. (kur/arf)