email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kuasai 64,5 Persen UMKM, Perempuan Jadi Penopang Utama Ekonomi Kerakyatan

by Julian Sukrisna
20 Juni 2026

JAVASATU.COM- Peran perempuan dalam konstelasi industri Indonesia semakin tak terbendung. Terbukanya akses pendidikan, kemajuan teknologi, dan perluasan kesempatan kerja mendorong perempuan keluar dari batas domestik untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan melesat hingga 55,41 persen. Angka ini menegaskan lompatan signifikan keterlibatan perempuan di sektor profesional, manufaktur, hingga industri kreatif.

Dosen sekaligus peneliti sosiologi gender Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Anggaunitakiranantika, S.Sos., M.Sosio., menyatakan bahwa tren positif ini didorong oleh modernisasi dan menguatnya kesadaran akan kemandirian finansial.

Dosen sekaligus peneliti sosiologi gender Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Anggaunitakiranantika, S.Sos., M.Sosio. (Foto: Humas Universitas Negeri Malang)

“Dengan adanya modernisasi, keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja jumlahnya naik. Perempuan melihat bahwa tidak hanya laki-laki yang membutuhkan uang. Perempuan juga mulai menyadari bahwa memiliki penghasilan dari hasil kerja sendiri memberikan kemandirian dan kesempatan untuk mengembangkan karier,” ujar Dr. Angga kepada Tim Humas UM.

Keterlibatan perempuan dalam dunia industri sebetulnya bukan hal baru. Sejak era kolonial, tenaga kerja perempuan sudah mendominasi sektor padat karya seperti tekstil dan pengolahan tembakau.

Saat ini, dominasi tersebut bergeser ke sektor penting lainnya. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Fakta ini memosisikan perempuan sebagai pilar utama penyangga ekonomi akar rumput.

Memasuki era Revolusi Industri 4.0, penetrasi teknologi digital membuka peluang baru di sektor berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), termasuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Dr. Angga menekankan, pendidikan berkualitas tinggi adalah instrumen paling vital untuk memastikan perempuan mampu bersaing di level strategis tersebut.

“Dengan adanya pendidikan yang semakin berkualitas dan akses yang semakin baik untuk perempuan, maka akan semakin memungkinkan perempuan memiliki partisipasi yang lebih besar di dalam sektor industri, baik secara nasional maupun global,” jelasnya.

Meski peluang makin terbuka, realita di lapangan menunjukkan tantangan belum sepenuhnya hilang. Perempuan masih harus berhadapan dengan tembok kesenjangan upah (wage gap), minimnya representasi di posisi pengambil kebijakan, serta stereotip gender yang membatasi karier.

Menurut Dr. Angga, regulasi formal di atas kertas tidak akan cukup tanpa adanya perombakan cara pandang masyarakat secara radikal mulai dari unit terkecil.

BacaJuga :

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

Yudisium Akbar Heppie UIBU Malang Diikuti 1.106 Mahasiswa

“Yang harus diperhatikan dari level paling bawah adalah, sudahkah perempuan diberi haknya? Hak dalam pendidikan, kesehatan, dan kesempatan yang sama. Karena dari pemenuhan hak inilah ketidakadilan dan ketimpangan bisa dikurangi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kompetensi harus menjadi satu-satunya parameter dalam industri yang ideal, bukan gender. Langkah ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-5 (kesetaraan gender) dan poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi).

Di akhir penjelasannya, Dr. Angga memberikan instruksi tegas kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus mendobrak batas dan proaktif mengambil ruang strategis.

“Tetap belajar, tetap bergerak, dan jangan berhenti untuk berusaha. Karena kalau kita tidak melakukan pembuktian, masyarakat itu akan terus menjadi stagnan. Padahal tidak ada masyarakat yang benar-benar diam, semuanya terus berubah,” pungkasnya. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: GenderPerempuansosiologistemumUMKMUniversitas Negeri Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

Satpol PP Gresik Bina 30 Pemilik Warung, Soroti Hiburan dan Miras

L’SIMA Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Buring Malang

Operasi Narkoba Gresik Dimulai 12 Agustus, 103 Polisi Dikerahkan

Bendera Merah Putih 120×80 Meter Dibentangkan di Gunung Cycloop Papua

Anggota DPRD Majalengka Gus Hisnu Soroti MBG: Jangan Cuma Untungkan Pengusaha

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

1.147 Personel Paspampres Siap Amankan HUT ke-81 RI

Prev Next

POPULER HARI INI

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi, 27 Langsung Bebas

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

BERITA LAINNYA

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

Satpol PP Gresik Bina 30 Pemilik Warung, Soroti Hiburan dan Miras

L’SIMA Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Buring Malang

Operasi Narkoba Gresik Dimulai 12 Agustus, 103 Polisi Dikerahkan

Bendera Merah Putih 120×80 Meter Dibentangkan di Gunung Cycloop Papua

Anggota DPRD Majalengka Gus Hisnu Soroti MBG: Jangan Cuma Untungkan Pengusaha

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

1.147 Personel Paspampres Siap Amankan HUT ke-81 RI

Prev Next

POPULER MINGGU INI

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

Budidaya Ikan Bioflok Senggreng Malang Ubah Pola Tebar untuk Tekan Biaya

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved