email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 26 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kuasai 64,5 Persen UMKM, Perempuan Jadi Penopang Utama Ekonomi Kerakyatan

by Julian Sukrisna
20 Juni 2026

JAVASATU.COM- Peran perempuan dalam konstelasi industri Indonesia semakin tak terbendung. Terbukanya akses pendidikan, kemajuan teknologi, dan perluasan kesempatan kerja mendorong perempuan keluar dari batas domestik untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan melesat hingga 55,41 persen. Angka ini menegaskan lompatan signifikan keterlibatan perempuan di sektor profesional, manufaktur, hingga industri kreatif.

Dosen sekaligus peneliti sosiologi gender Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Anggaunitakiranantika, S.Sos., M.Sosio., menyatakan bahwa tren positif ini didorong oleh modernisasi dan menguatnya kesadaran akan kemandirian finansial.

Dosen sekaligus peneliti sosiologi gender Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Anggaunitakiranantika, S.Sos., M.Sosio. (Foto: Humas Universitas Negeri Malang)

“Dengan adanya modernisasi, keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja jumlahnya naik. Perempuan melihat bahwa tidak hanya laki-laki yang membutuhkan uang. Perempuan juga mulai menyadari bahwa memiliki penghasilan dari hasil kerja sendiri memberikan kemandirian dan kesempatan untuk mengembangkan karier,” ujar Dr. Angga kepada Tim Humas UM.

Keterlibatan perempuan dalam dunia industri sebetulnya bukan hal baru. Sejak era kolonial, tenaga kerja perempuan sudah mendominasi sektor padat karya seperti tekstil dan pengolahan tembakau.

Saat ini, dominasi tersebut bergeser ke sektor penting lainnya. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Fakta ini memosisikan perempuan sebagai pilar utama penyangga ekonomi akar rumput.

Memasuki era Revolusi Industri 4.0, penetrasi teknologi digital membuka peluang baru di sektor berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), termasuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Dr. Angga menekankan, pendidikan berkualitas tinggi adalah instrumen paling vital untuk memastikan perempuan mampu bersaing di level strategis tersebut.

“Dengan adanya pendidikan yang semakin berkualitas dan akses yang semakin baik untuk perempuan, maka akan semakin memungkinkan perempuan memiliki partisipasi yang lebih besar di dalam sektor industri, baik secara nasional maupun global,” jelasnya.

BacaJuga :

Hari Tani Nasional, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah

MI Al-Karimi Gresik Perkuat Tasmi’ Juz 30 Sepanjang Tahun Ajaran 2026/2027

Meski peluang makin terbuka, realita di lapangan menunjukkan tantangan belum sepenuhnya hilang. Perempuan masih harus berhadapan dengan tembok kesenjangan upah (wage gap), minimnya representasi di posisi pengambil kebijakan, serta stereotip gender yang membatasi karier.

Menurut Dr. Angga, regulasi formal di atas kertas tidak akan cukup tanpa adanya perombakan cara pandang masyarakat secara radikal mulai dari unit terkecil.

“Yang harus diperhatikan dari level paling bawah adalah, sudahkah perempuan diberi haknya? Hak dalam pendidikan, kesehatan, dan kesempatan yang sama. Karena dari pemenuhan hak inilah ketidakadilan dan ketimpangan bisa dikurangi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kompetensi harus menjadi satu-satunya parameter dalam industri yang ideal, bukan gender. Langkah ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-5 (kesetaraan gender) dan poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi).

Di akhir penjelasannya, Dr. Angga memberikan instruksi tegas kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus mendobrak batas dan proaktif mengambil ruang strategis.

“Tetap belajar, tetap bergerak, dan jangan berhenti untuk berusaha. Karena kalau kita tidak melakukan pembuktian, masyarakat itu akan terus menjadi stagnan. Padahal tidak ada masyarakat yang benar-benar diam, semuanya terus berubah,” pungkasnya. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: GenderPerempuansosiologistemumUMKMUniversitas Negeri Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dari Mimbar ke Layar, MUI Gresik Sasar Generasi Muda Lewat Film

TransNusa Gandeng Skywise, Kembangkan Ekosistem Digital Penerbangan

Khataman Al-Qur’an MUI Kebomas Diwarnai Pisah Sambut Kepala KUA

Bupati Kediri Pesan Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad

Menhan Beri Pesan Khusus ke Prajurit Yonif TP 339 di Ujungjaya Sumedang

Cek Pavingisasi Pokir di Banjararum, Syaiful Rosyid Minta Warga Ikut Awasi

Nelayan Ujungpangkah Gresik Diingatkan Keselamatan Melaut

Buntut Dugaan Kekerasan Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Soroti Dugaan Penamparan Siswa SMPN 18

Tim 11 TEP UB Kenalkan Nila Braja 001 untuk Budidaya Ikan di Klamono Sorong

Prev Next

POPULER HARI INI

SOR Baribis Majalengka Tetap Dibangun, Desain Digeser 20 Meter karena Sesar

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Mudik Lebaran, Polres Malang Tertibkan Truk Sumbu 3 di Jalur Lawang–Singosari

BERITA LAINNYA

Dari Mimbar ke Layar, MUI Gresik Sasar Generasi Muda Lewat Film

TransNusa Gandeng Skywise, Kembangkan Ekosistem Digital Penerbangan

Khataman Al-Qur’an MUI Kebomas Diwarnai Pisah Sambut Kepala KUA

Bupati Kediri Pesan Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad

Menhan Beri Pesan Khusus ke Prajurit Yonif TP 339 di Ujungjaya Sumedang

Cek Pavingisasi Pokir di Banjararum, Syaiful Rosyid Minta Warga Ikut Awasi

Nelayan Ujungpangkah Gresik Diingatkan Keselamatan Melaut

Buntut Dugaan Kekerasan Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Soroti Dugaan Penamparan Siswa SMPN 18

Tim 11 TEP UB Kenalkan Nila Braja 001 untuk Budidaya Ikan di Klamono Sorong

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved