JAVASATU.COM- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Al Azhar Gresik (UIZ Gresik) menghadirkan akademisi asal India, Prof. Abirlal Mukherjee, dalam program Visiting Professor yang digelar secara virtual, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini mengupas tantangan dan peluang pendidikan tinggi, riset, serta publikasi ilmiah di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Mengusung tema “Digital Education, Andragogy, Research and Publication in a Tech-Heavy Time”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa seluruh program studi di lingkungan FTK UIZ Gresik, para ketua program studi, serta dosen. Forum internasional ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kapasitas berpikir manusia, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan integritas akademik harus tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan tinggi,” tegas Prof. Abirlal Mukherjee.
Dalam paparannya, Prof. Mukherjee menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah paradigma pendidikan modern, khususnya dalam konsep andragogi atau pembelajaran orang dewasa. Menurutnya, mahasiswa saat ini dituntut tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pembelajar mandiri yang mampu berpikir kritis dan memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di ruang digital.
Ia menilai kehadiran berbagai platform berbasis AI telah memberikan kemudahan dalam proses penelitian, mulai dari pencarian referensi, analisis data, hingga penyusunan naskah ilmiah. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman etika akademik yang kuat agar tidak menimbulkan pelanggaran integritas ilmiah.
“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Penggunaan AI dalam penelitian perlu tetap mengedepankan etika akademik dan kejujuran ilmiah,” ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait strategi pembelajaran di era AI, pemanfaatan teknologi dalam penelitian, hingga cara menjaga kemampuan analitis mahasiswa di tengah kemudahan akses teknologi kecerdasan buatan.
Menanggapi hal itu, Prof. Mukherjee menegaskan bahwa peran dosen kini mengalami transformasi signifikan. Dosen tidak lagi hanya menjadi sumber utama pengetahuan, tetapi berfungsi sebagai fasilitator dan mentor yang membimbing mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bijak.
“Peran dosen saat ini adalah membantu mahasiswa menggunakan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan tetap menjaga kualitas berpikir kritis mereka,” katanya.
Kegiatan Visiting Professor tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi dan penyampaian apresiasi kepada narasumber. Melalui agenda akademik internasional ini, FTK UIZ Gresik berharap dapat memperluas wawasan global mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat budaya riset serta publikasi ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UIZ Gresik dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing internasional di era transformasi digital. (bas/nuh)