JAVASATU.COM- Pondok Pesantren (Ponpes) Sahabat Karomah Al-Qur’an (Sakur) di Desa Mulyosari, Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, membekali para santri dengan bibit burung puyuh dan ikan nila merah saat menutup Program Santri Mondok Liburan 2026, Kamis (25/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut pembelajaran kewirausahaan yang telah diterima santri selama mengikuti program.

Selain memperdalam ilmu agama, para santri juga mendapatkan pelatihan keterampilan atau life skill, seperti beternak ayam, ikan dan kambing, berkebun, hingga membuat anyaman. Bibit yang dibagikan diharapkan dapat menjadi sarana praktik sekaligus modal awal bagi santri untuk mengembangkan usaha sederhana di rumah.
“Saya berharap kepada santri selama mondok di program liburan ini agar selalu menerapkan ilmu yang didapat di pondok, baik ilmu agama maupun ilmu keterampilan,” ujar Pengasuh Ponpes Sakur, KH Ahmad Niam Karimi atau yang akrab disapa Gus Niam, Kamis (25/6/2026).
Program Santri Mondok Liburan digelar untuk mengisi masa libur sekolah dengan kegiatan yang produktif. Selama berada di pondok, para peserta dibina dalam aspek spiritual, kemampuan mengaji, pembentukan karakter, kemandirian, hingga keterampilan berwirausaha.
“Alhamdulillah kegiatan mondok selama liburan bagi santri hari ini kita akhiri dengan penuh keceriaan dan khidmah. Semoga apa yang menjadi niat kita di Ponpes Sakur selalu diberi rahmat dan keberkahan oleh Allah SWT,” kata Gus Niam.
Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri dan produktif.
“Mewakili pengasuh, apabila selama kegiatan masih ada kekurangan dalam memberikan pelayanan kepada santri, kami mohon maaf. Semoga ilmu yang didapat para santri bermanfaat,” tambahnya.
Program Mondok Liburan Ponpes Sakur tahun ini diikuti santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik, seperti Kecamatan Sidayu, Ujungpangkah, Panceng, hingga Pulau Bawean.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menjalani pembelajaran agama sekaligus praktik langsung di bidang peternakan, pertanian dan keterampilan lainnya.
Pembagian bibit burung puyuh dan ikan nila merah menjadi penutup program tersebut. Ponpes Sakur berharap bekal yang diberikan dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri sejak usia dini. (hoo/nuh)