Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Mahasiswa Afghanistan Sebut Metode Mengaji di Indonesia Lebih Baik

Syaiful Arif by Syaiful Arif
25 Juli 2026

JAVASATU.COM- Mahasiswa internasional asal Afghanistan, Hasan, mengaku terkesan dengan metode pembelajaran mengaji di Indonesia setelah mengikuti kegiatan bersama santri di TPQ At Toharoh, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, sistem pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan di negaranya dan dinilai lebih baik.

Mahasiswa Kelompok 5 FBD Arcapada mendampingi mahasiswa FBD International Brawijaya University belajar membaca huruf hijaiyah di TPQ At Toharoh, Desa Pandansari Lor, Kabupaten Malang. (Dok: Kelompok 5)

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari FISIP Bakti Desa (FBD) International Brawijaya University 2026 yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026.

Dalam kegiatan itu, Hasan bersama mahasiswa internasional lainnya mengikuti aktivitas mengajar mengaji sekaligus mengenal budaya masyarakat setempat.

“This was my first experience because in our country it is completely different. I think this is the best method because the children are taught together by female teachers, and there is no limitation between male and female. (ini adalah pengalaman pertama saya karena di negara kami metodenya sangat berbeda. Menurut saya, metode di Indonesia adalah yang terbaik karena anak-anak diajar bersama oleh guru perempuan dan tidak ada pembatasan antara laki-laki dan perempuan),” ujar Hasan.

ADVERTISEMENT

Hasan mengatakan pengalaman tersebut menjadi kali pertama baginya melihat langsung metode pembelajaran mengaji di Indonesia.

Ia menilai proses belajar berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh santri untuk belajar.

Selain Hasan, mahasiswa internasional lainnya juga ikut berbaur dengan para santri. Mahasiswa asal Afghanistan mendampingi anak-anak belajar mengaji, sedangkan mahasiswa asal Polandia untuk pertama kalinya belajar membaca huruf hijaiyah dengan pendampingan mahasiswa Kelompok 5 FISIP Bakti Desa (FBD) Arcapada 2026.

Selama kegiatan berlangsung, komunikasi dibantu mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya sebagai penerjemah.

“One of the most amazing things for me was that those kids were following the rules, especially in pronouncing the Quran’s words. They were so curious to learn and to follow the rules. (salah satu hal yang paling mengagumkan bagi saya adalah anak-anak itu benar-benar mengikuti aturan, terutama dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka sangat antusias untuk belajar dan menaati kaidah bacaan),” tegasnya.

Ia mengaku kagum dengan kedisiplinan para santri dalam mengikuti kaidah membaca Al-Qur’an. Menurutnya, semangat belajar yang ditunjukkan anak-anak menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan di TPQ At Toharoh.

Selain mengaji, mahasiswa internasional juga diperkenalkan dengan budaya masyarakat Desa Pandansari Lor. Mereka belajar mengenakan sarung dan mukena serta mencoba membaca huruf hijaiyah untuk kali pertama.

Perlu diketahui, program FBD International Brawijaya University 2026 menjadi wadah pertukaran budaya antara mahasiswa internasional dan masyarakat Kabupaten Malang.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya berbagi pengalaman pendidikan, tetapi juga mempererat hubungan lintas budaya melalui aktivitas keagamaan dan sosial. (saf)

Tags: Al QuranpendidikanubUniversitas Brawijaya
Previous Post

Ngopi Filantropi ke-14, Lazisnu Dukun Perkuat Khidmat untuk Umat

Next Post

Ratusan Santri Gresik Lukiskan Cita-cita, Ingin Jadi Hafiz hingga Dokter

Related Posts

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren
Pemerintahan

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren

7 November 2026
Cegah Pelecehan di Sekolah, Ketua DPRD Kota Malang Minta SOP Diperjelas
Pendidikan

Cegah Pelecehan di Sekolah, Ketua DPRD Kota Malang Minta SOP Diperjelas

5 November 2026
Kanwil Kemenag Jatim Nilai Program SRC di SMPN 2 Gresik
Pendidikan

Kanwil Kemenag Jatim Nilai Program SRC di SMPN 2 Gresik

5 November 2026
DPRD Soroti Kekurangan 3.179 ASN Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang
Pendidikan

DPRD Soroti Kekurangan 3.179 ASN Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang

4 November 2026
KKG Dukun Gresik Siapkan Telaah Soal SAS Ganjil untuk Kelas 1-6
Pendidikan

KKG Dukun Gresik Siapkan Telaah Soal SAS Ganjil untuk Kelas 1-6

4 November 2026
Disdik Kabupaten Malang Soroti Data Bangunan Sekolah Tak Sesuai Kondisi Lapangan
Pendidikan

Disdik Kabupaten Malang Soroti Data Bangunan Sekolah Tak Sesuai Kondisi Lapangan

3 November 2026
Next Post
Ratusan Santri Gresik Lukiskan Cita-cita, Ingin Jadi Hafiz hingga Dokter

Ratusan Santri Gresik Lukiskan Cita-cita, Ingin Jadi Hafiz hingga Dokter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com