email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 22 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang Bidik Santri Berprestasi di Dunia Esports

by Syaiful Arif
22 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, mulai membuka ruang lebih luas bagi santri untuk mengembangkan potensi di dunia esports. Tak sekadar hiburan, esports diarahkan menjadi bagian dari keterampilan digital yang bisa membawa santri meraih prestasi.

Prof. KH. M. Bisri, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh (Foto: Javasatu.com)

Komitmen tersebut terlihat dalam gelaran Garena Youth Championship Flash Peak 2026 di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Sabtu (22/8/2026). Kompetisi ini mempertemukan pelajar SMP, SMA, dan SMK dari Malang Raya serta sejumlah daerah seperti Probolinggo, Lumajang dan Pasuruan.

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, Prof. KH M. Bisri, mengatakan pesantren ingin membekali santri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk keterampilan di bidang digital dan esports.

“Harapannya anak-anak ini, terutama anak-anak pondok, melek digital. Tahu AI, tahu di dalam digital ada kegiatan esports. Sehingga anak-anak ini menjadi salah satu hiburan, kalau perlu juga prestasi. Akidahnya kuat, ibadahnya kuat, tapi dia punya keterampilan atau skill tentang digital yaitu esports,” kata Prof. Bisri.

Menurut Prof Bisri, pesantren tidak ingin santri hanya menjadi pengguna teknologi. Santri juga perlu memahami dan mengembangkan potensi di dalam ekosistem digital agar memiliki bekal ketika terjun ke masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak tidak dikenalkan. Begitu keluar, anak-anak nanti kena godaan tentang dunia medsos. Makanya hari ini dikenalkan dengan cara real, konkret, tidak hanya di lab tetapi ada lomba esports,” ujarnya.

Bahrul Maghfiroh sendiri telah memiliki laboratorium digital dan AI. Esports menjadi salah satu aktivitas yang dikenalkan sebagai bagian dari pengembangan keterampilan santri di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kompetisi Garena Youth Championship Flash Peak 2026 diikuti sekitar 400 peserta yang terbagi dalam puluhan tim. Peserta tidak hanya berasal dari Malang Raya, tetapi juga sejumlah daerah di Jawa Timur.

Dari sisi pembinaan olahraga, kegiatan tersebut mendapat perhatian KONI Kota Malang. Pengurus KONI Kota Malang Bidang Perencanaan Anggaran, Ir. H. Bambang Suharyadi, menyebut ajang seperti ini bisa menjadi tempat untuk menemukan bibit atlet esports yang berpotensi masuk pembinaan menuju Porprov Jawa Timur 2027.

“KONI saat ini menyiapkan atlet untuk Porprov ke-10 tahun 2027. Ini menjadi kesempatan untuk seleksi atlet-atlet yang disiapkan menuju Porprov 2027, khususnya cabang olahraga esports karena esports termasuk yang dipertandingkan,” kata Bambang.

Bambang menyebut berdasarkan data KONI, terdapat sekitar 70 atlet esports di Kota Malang. Namun, sebagian di antaranya belum banyak tampil dalam kompetisi.

“Dengan adanya kegiatan ini, harapannya bisa menampung seluruh atlet yang ada di Malang. Nanti kita poles untuk bisa menaikkan grade ke atlet nasional,” ujarnya.

BacaJuga :

ORADO Didorong Jadi Olahraga Prestasi, Batu Siapkan Bibit Atlet Muda

Bakorwil Malang Siap Fasilitasi Lomba Orado Tingkat Pelajar

Prestasi esports Kota Malang juga menjadi modal pembinaan. Pada 2025, atlet esports Kota Malang berhasil meraih juara pertama pada nomor pertandingan tertentu.

KONI kini menyiapkan proses pemantauan dan pembinaan atlet untuk menghadapi Porprov 2027. Peserta yang menunjukkan kemampuan sesuai standar nasional berpeluang masuk dalam proyeksi pembinaan.

“Kalau memang grade-nya sudah sesuai dengan standar nasional, kita akan tarik karena itu menjadi momentum untuk mendulang emas ke depan,” tegas Bambang.

Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Wahju Oriendriani, S.Pd, membuka kompetisi. (Foto: Javasatu.com)

Sementara itu, Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Wahju Oriendriani, menilai penyelenggaraan esports di lingkungan pesantren menunjukkan lembaga pendidikan Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Melaksanakan kejuaraan esports di lingkungan pesantren adalah bukti nyata bahwa pesantren hari ini sangat adaptif, modern dan tanggap terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keagamaannya,” kata Wahju.

Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan esports sebagai sarana mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan pendidikan, ibadah dan kewajiban sebagai pelajar.

“Junjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah adalah hal biasa. Jaga keseimbangan, karena esports mengajarkan manajemen waktu. Jangan sampai kegemaran bermain mengabaikan kewajiban sebagai pelajar dan santri,” ujarnya, saat membuka kompetisi ini. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: EsportKota MalangOlahragaPesantrenPonpes Bahrul Maghfirohsantri

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polres Malang Perkuat Sinergi Lintas Instansi Tekan Kejahatan 3C

Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang Bidik Santri Berprestasi di Dunia Esports

Ancam Sebar Video, Pria di Malang Peras Korban Rp36,5 Juta, Diciduk Polisi

TNI Kerahkan 3 Pesawat Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla di Kalimantan

Berkedok Pengobatan Alternatif, Pria di Ujungpangkah Gresik Diduga Cabuli Pasien

Makmun: Demokrasi Sehat Tak Cukup Sekadar Mencoblos

Gunadi Yuwono Mangkir Pemeriksaan, Pelapor Minta Polisi Pertimbangkan Penahanan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

Mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock Soroti Polemik Mural Malang The Glory Land

Jangan Asal Berangkat! Calon PMI Gresik Diingatkan Soal Legalitas

Prev Next

POPULER HARI INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Baru 3 Bulan Bebas Penjara, Residivis Gresik Kembali Terjerat Judol dan Sabu

Mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock Soroti Polemik Mural Malang The Glory Land

TNI Kerahkan 3 Pesawat Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla di Kalimantan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

BERITA LAINNYA

Polres Malang Perkuat Sinergi Lintas Instansi Tekan Kejahatan 3C

Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang Bidik Santri Berprestasi di Dunia Esports

Ancam Sebar Video, Pria di Malang Peras Korban Rp36,5 Juta, Diciduk Polisi

TNI Kerahkan 3 Pesawat Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla di Kalimantan

Berkedok Pengobatan Alternatif, Pria di Ujungpangkah Gresik Diduga Cabuli Pasien

Makmun: Demokrasi Sehat Tak Cukup Sekadar Mencoblos

Gunadi Yuwono Mangkir Pemeriksaan, Pelapor Minta Polisi Pertimbangkan Penahanan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

Mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock Soroti Polemik Mural Malang The Glory Land

Jangan Asal Berangkat! Calon PMI Gresik Diingatkan Soal Legalitas

Prev Next

POPULER MINGGU INI

39 Warga Ciptomulyo Resah, Tanahnya Diklaim Aset Pemkot Malang

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

HUT ke-81 RI, SMP YPI Darussalam 1 Cerme Borong Dua Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved