email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Apresiasi Keberhasilan Swasembada Pangan Prabowo, Analis Dorong Penguatan Kesejahteraan Petani

by Javasatu
8 Januari 2026

JAVASATU.COM- Keberhasilan Indonesia mencatatkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Capaian ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan sambutan pada acara Panen Raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menyatakan bahwa pencapaian swasembada beras harus diikuti dengan perhatian pada kesejahteraan petani.

“Kami mengapresiasi capaian swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto. Ini hasil kerja keras banyak pihak berkat dukungan dan komitmen Presiden. Namun, keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada angka produksi semata. Negara wajib memastikan petani hidup sejahtera,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada Rabu (31/12/2025), salah satunya ditandai dengan tidak adanya impor beras sepanjang tahun 2025.

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan keberpihakan Presiden terhadap petani dan kekuatan pangan nasional.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap petani,” kata Nasky.

Menurut Nasky, capaian swasembada beras tidak lepas dari konsistensi kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan. Program subsidi pupuk, perluasan lahan produktif, dan investasi teknologi modern dinilai memberi dampak signifikan bagi petani.

“Sejak awal, Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai garda depan pembangunan. Ini bukan janji kampanye, tapi dijalankan dalam kebijakan nyata,” tegas Nasky.

Lebih jauh, Nasky menjelaskan, swasembada beras berarti kebutuhan domestik terpenuhi tanpa ketergantungan impor, sehingga Indonesia lebih terlindungi dari gejolak harga pangan global, krisis geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional.

“Selain itu, swasembada membuka peluang penguatan sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi, distribusi pupuk, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern,” imbuhnya.

Analis ini juga menyoroti langkah Presiden yang menegaskan kesiapan Indonesia menyalurkan bantuan beras untuk rakyat Palestina saat berpidato di Sidang Umum PBB di New York.

“Ini menunjukkan kekuatan pangan Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga hadir untuk kemanusiaan global,” tambahnya.

Meski begitu, Nasky mengingatkan, swasembada beras tidak otomatis menjamin kesejahteraan petani. Berdasarkan data, sebagian besar petani Indonesia masih berpendapatan rendah, memiliki lahan sempit, dan menghadapi biaya produksi tinggi. Harga gabah di tingkat petani kerap tidak stabil dan tidak mencerminkan biaya produksi.

BacaJuga :

Ngaku Setor Rp40 Juta ke Juru Ukur BPN, Pemilik Lahan di Pandanwangi Malang Ancam Lapor Polisi

Adian Kritik Dapur MBG, Mitra BGN di Malang Hanan Djalil Minta PDIP Tak Asal Bicara

“Jika negara sudah swasembada tapi petaninya tetap miskin, ada yang keliru dalam tata kelola pangan. Swasembada harus memastikan hasil panen petani terserap maksimal dengan harga adil, bukan menekan petani di hulu,” tegasnya.

Ke depan, Nasky mendorong pemerintah menjadikan kesejahteraan petani sebagai indikator keberhasilan swasembada.

“Bukan hanya soal cukup atau tidaknya beras, tetapi apakah petani bisa hidup layak, menyekolahkan anak, dan berproduksi secara berkelanjutan,” tutupnya. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: AnalisberasKetahanan Pangan NasionalNasky Milenial CenterNasky Putra TandjungPengamatPrabowo SubiantoPresiden IndonesiaPresiden RISwasembada Pangan Nasional

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Gresik Perkuat Link and Match Vokasi-Industri

Jusuf Rizal Terpilih Aklamasi Pimpin FSPTSI-KSPSI 2026-2031

Fahem ‘Aku dan Dirimu’, Lagu Tentang Cinta yang Tumbuh dari Perbedaan

Ngaku Setor Rp40 Juta ke Juru Ukur BPN, Pemilik Lahan di Pandanwangi Malang Ancam Lapor Polisi

Adian Kritik Dapur MBG, Mitra BGN di Malang Hanan Djalil Minta PDIP Tak Asal Bicara

Cerita Kota Malang Diburu Lewat Lensa 50 Kreator Muda

Sepak Bola Pererat Polres Malang dan Wartawan di Hari Bhayangkara

Kota Malang Luncurkan Rumah PIJAR, Perkuat Pendampingan Disabilitas Mental

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

Prev Next

POPULER HARI INI

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

Diaspora Indonesia di Belanda Deklarasikan Blok Politik Alternatif

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

BERITA LAINNYA

Gresik Perkuat Link and Match Vokasi-Industri

Jusuf Rizal Terpilih Aklamasi Pimpin FSPTSI-KSPSI 2026-2031

Fahem ‘Aku dan Dirimu’, Lagu Tentang Cinta yang Tumbuh dari Perbedaan

Ngaku Setor Rp40 Juta ke Juru Ukur BPN, Pemilik Lahan di Pandanwangi Malang Ancam Lapor Polisi

Adian Kritik Dapur MBG, Mitra BGN di Malang Hanan Djalil Minta PDIP Tak Asal Bicara

Cerita Kota Malang Diburu Lewat Lensa 50 Kreator Muda

Sepak Bola Pererat Polres Malang dan Wartawan di Hari Bhayangkara

Kota Malang Luncurkan Rumah PIJAR, Perkuat Pendampingan Disabilitas Mental

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

Prev Next

POPULER MINGGU INI

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Besalen Sanakridha Brajangga Karanganyar Diresmikan, Jaga Peradaban Tosan Aji Nusantara

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved